Friday, August 19, 2022

Teri Surga

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
Teri goreng pedas salah satu dari 362 varian menu berbahan ikan teri.
Teri goreng pedas salah satu dari 362 varian menu berbahan ikan teri.

Bulan Agustus 2015, ketika Republik Indonesia berulang-tahun ke 70, beredar 362 resep memasak ikan teri. Wah kalau setiap hari satu jenis kuliner berbasis teri alias anchovy berarti satu tahun baru tuntas menikmati aneka teri. Resep itu pun, tentu belum lengkap benar. Yang 362 macam itu baru cara memasaknya, bukan ragam teri dan macam-macam jenis ikannya.

Kita mengenal beraneka ikan teri di pasar swalayan, apalagi di pasar tradisional. Maklum ada teri air tawar seperti ikan bilis Mystacoleucus padangensis di Danau Maninjau dan di Danau Singkarak, Sumatera Barat. Ada juga teri medan yang disebut juga teri putih dari Tanjungbalai. Dan yang paling umum teri jawa Stolephorus indica yang banyak di perairan laut kita.

Padat karya
Pertanyaannya, begitu mudah dan banyakkah ikan teri di seputar kita? Bagaimana menangkap dengan baik dan menjaga kesinambungan panennya? Memasuki akhir tahun begini, musim teri mulai berlimpah. Di pantai Wediombo, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta, warga pesisir menggunakan apa saja untuk menangkap teri yang menyambangi desanya.

Ada kelambu, tudung saji, bahkan karung goni dibawa berenang ke laut. Aparat mengingatkan, September begini ombak mulai besar. Harus memperhatikan keamanan. Di pantai Baron, selatan Yogyakarta, setiap akhir tahun teri berlimpah. Tahun kemarin, Oktober 2014 harga teri jawa anjlok dari Rp20.000 per kilogram menjadi Rp3.000 saja. Sedih sekali tentunya.

Namun, jangan heran, dalam satu hari– hanya dengan berenang di seputar pantai, bisa dijaring 500—600 kg. Bagaimana cara menangkap teri yang benar? Di pantai Banyuwangi, Jawa Timur, misalnya, tampak belasan pria menarik jala dari pantai. Tentu setelah beberapa orang berenang atau dengan perahu menebarkan jaringnya di laut. Jadi biaya penangkapan ikan teri sebenarnya tinggi karena memerlukan banyak tenaga.

Banyak juga yang memasang jaring pada bagan dan memberi lampu pada malam hari, karena ikan teri suka terang. Mereka hidup dari plankton, suka tinggal di permukaan. Para pemilik bagan memasang serok atau jaring nilon berukuran 9 m x 9 m dan mengundang teri dengan menyalakan obor, petromaks maupun lampu listrik. Di perairan pantai Tegal, Jawa Tengah, peralatan ini disebut payang jabur.

Konsekuensi panen teri dengan payang jabur adalah berlebihnya penangkapan ikan atau overfishing. Panenan yang berlebih mengakibatkan cepat punahnya ikan dan merosotnya harga di pasar. Oleh karena itu perlu diadakan pembatasan atau kuota. Teri jawa maksimal ditangkap 13 kg sekali angkat, sedangkan teri nasi 14 kg.

Budidaya teri tawar
Sejak 2003 sudah diberlakukan pengurangan agar tidak terjadi penangkapan berlebihan. Selama musim pemijahan yaitu setiap Januari dan Februari ada larangan penangkapan. Jangan lupa, bukan hanya manusia yang suka melahap teri dengan berbagai resep kulinernya, tetapi juga ikan lain. Teri adalah mata rantai yang penting sebagai bahan makanan ikan-ikan yang lebih besar.

Ikan kecil bukan hanya jadi santapan ikan besar di laut, tapi juga sering dipakai sebagai perangsang pertumbuhan ikan gabus. Meskipun begitu perlu dicatat bahwa teri juga makan anak-anak udang bila dilakukan di tambak air payau. Jadi budidaya teri memerlukan lokasi tersendiri. Untunglah teri bisa hidup di laut, di muara, di sungai maupun di kawasan pegunungan.

Di dusun Rancapaku, Kecamatan Pandekambang, di bawah bayang-bayangan gunung Galungung, Kabupaten Tasikmalaya, masyarakat memanfaatkan air pegunungan untuk berternak ikan teri. Memasuki musim hujan, ketika pasokan teri dari laut berkurang; kita mengonsumsi teri air tawar. Pada masanya Kabupaten Tasikmalaya pernah menjadi penghasil ikan tawar terbaik di Indonesia.

Namun, suasana memburuk ketika terjadi penambangan pasir. Airnya keruh karena dipakai mencuci pasir sehingga muncul penyakit yang menjangkiti ikan. Maman Suhilman Dali di Tasikmalaya berkata, “Kalau dulu kita bangga terhadap kuantitas ikan yang mampu berbicara pada lingkup nasional. Saat ini kendala banyak menghinggapi usaha para petani ikan di sekitar Galunggung. Yang pasti adalah pembenihan yang dirasa kurang,” kata Dali.

Eka Budianta
Eka Budianta

Olahan teri
Selama ini balai pembenihan setempat mencukupi 40% kebutuhan. Selebihnya harus dipenuhi oleh masyarakat melalui 62 unit kolam rakyat seluas 118 hektar di 23 kecamatan. Kolam-kolam ikan di desa itu bisa disewa paling murah Rp500.000 sepetak per tahun. Namun, hasil panennya tidak bisa dipastikan apakah akan beruntung.

Bagusnya, budidaya perikanan di persawahan lebih mudah diatur ketimbang di laut, danau, dan bendungan.
Budidaya ikan teri juga dapat dilakukan serentak dengan tanam padi. Yang lebih menarik, adalah bagaimana mengolah ikan teri sehingga cukup bagus untuk diekspor. Banyak hasil panen hanya cukup dijual di pasar setempat, atau tidak layak dikonsumsi karena rusak, membusuk. Ikan teri memang mudah rusak dan perlu berbagai cara untuk mengawetkan tanpa mengganggu cita-rasanya.

Sumber kalsium terbaik yang dapat dinikmati semua umur itu perlu proses pencucian yang teliti. Isi perut ikan teri harus dibuang dan diadakan proses perebusan dengan air garam. Sebelumnya harus direndam di dalam air es. Baru direbus atau dicelupkan selama 5—7 menit dalam air garam yang bersuhu antara 100—103oC. Teri yang kualitasnya bagus berwarna putih dan akan mengambang – untuk ditiriskan.

Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara, menghasilkan 7.500 ton setiap tahun berkualitas prima dengan harga berkisar Rp60.000—Rp80.000 per kilogram. Ikan teri bermutu baik biasanya berwarna putih, kebiruan, cemerlang, berserat halus, kenyal, dan berbau segar. Untuk teri basah harus segera diolah atau wajib disimpan dalam pendingin bersuhu hingga 50oC di bawah nol.

Untuk ikan teri kering, setelah ditiriskan lakukan penjemuran di bawah sinar matahari. Jika cuaca buruk, pengeringan tidak maksimal. Kalau kena air hujan, warna teri menjadi kuning dan tidak laku dijual di pasar internasional. Yang terakhir adalah tahap pengemasan dan pelabelan. Ikan teri memerlukan kemasan yang kuat, tidak tembus minyak, dan kedap udara. Informasi mengenai kandungan dan alamat distributornya harus jelas.
Dewasa ini Indonesia mengekspor teri ke Jepang, terutama teri jengki dari Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, serta teri nasi dari Rembang, Jawa Tengah. Pengolahan teri nasi melalui proses yang lebih rumit dan memerlukan peralatan yang lebih canggih. Oleh sebab itu pantaslah kalau harga teri nasi tidak boleh kurang dari Rp100.000 per kg.

Secara umum teri sangat bermanfaat sebagai pemasok kalsium, baik untuk anak-anak pada masa pertumbuhan, maupun untuk orang lanjut usia yang mulai menderita osteoporosis– pengeroposan tulang. Bersyukur benar bangsa Indonesia yang dikaruniai bermacam kualitas dan beraneka-ragam memasak ikan teri sebagai sumber kehidupan dan kesehatan. Indonesia adalah surga bagi ikan teri, dan bagi penggemarnya, tersedia teri dari surga.(Eka Budianta*)

 

*) Kolumnis Trubus sejak 2001, pengurus Tirto Utomo Foundation, mitra utama Senior Living @D’Khayangan, Cikarang.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img