Wednesday, January 28, 2026

Tempe di Balik Cokelat

Rekomendasi
- Advertisement -

Olahan cokelat berpadu tempe lezat menjadi oleh-oleh khas Malang.

Yoga Surya Pratama pemuda pelopor pembuatan cokelat tempe di Kota Malang, Jawa Timiur.

Trubus — Apa jadinya jika cokelat bertemu tempe? Perpaduan rasa cokelat yang manis dan renyahnya tempe goreng amat pas di lidah. Lazimnya cokelat berpadu dengan almon atau kacang mete. Namun, Yoga Surya Pratama berinovasi memadukan tempe dan cokelat. Produsen di Malang, Jawa Timur, itu menggoreng tempe dengan metode tertentu. Setelah itu tempe melalui proses vakum, sehingga tercipta cita rasa tempe yang pas sebagai isian cokelat.

Alasan pemilihan tempe agar produk kreasi Yoga berbeda dari produk cokelat lainnya. Rencana Yoga itu membuahkan hasil sehingga lahirlah produk cokelat tempe bermerek De Konco. Konsumen terbukti menggemari perpaduan yang unik itu. “Omzet penjualan cokelat tempe sekitar Rp100 juta setiap bulan,” kata pria berumur 26 tahun itu. Omzet sebesar itu hasil perniagaan lebih dari 1.000 kemasan saban bulan. Sayang Yoga enggan menyebutkan laba perniagaan cokelat tempe.

Berkembang

Menurut Yoga De Konco mengandung 70% cokelat dan 30% tempe. Ada vendor yang memasok cokelat batangan, sedangkan tempe berasal dari industri rumahan di Kota Malang. Selama ini pasokan bahan baku lancar. Proses produksi pada Senin—Sabtu dan melibatkan 10 orang. Para pekerja mengolah 20 kg cokelat batangan dan menghasilkan ratusan kemasan setiap hari.

Sebetulnya kapasitas produksi itu belum memenuhi permintaan. “Jika kami memproduksi 60 kg cokelat batangan per hari pun pasti terserap pasar,” kata alumnus Jurusan Teknik Komputer, Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 6 Malang itu. Yoga belum bisa memproduksi lebih banyak karena terkendala modal produksi. Terdapat sekitar 10 varian rasa cokelat tempe seperti apel, stroberi, dan tiramisu.

Dua penghargaan bukti kesuksesan Yoga Surya Pratama mengembangkan cokelat tempe De Konco. (Dok. Trubus)

Harga cokelat tempe De Konco bervariasi Rp9.000—Rp100.000 per kemasan. Yoga menjual cokelat tempe De Konco di 4 toko milik sendiri di Kota Malang dan Kota Batu, keduanya di Jawa Timur. Pemuda 26 tahun itu berhasrat menjadikan cokelat tempe De Konco sebagai oleh-oleh khas Kota Malang. Oleh karena itu, desain kemasan produk Yoga menampilkan kata Malang dan ikon khas kota itu seperti Monumen Tugu Malang.

Selain toko sendiri, ia juga memasarkan cokelat tempe De Konco ke lebih dari 10 toko oleh-oleh di Kota Malang dan Kota Batu. Kini cokelat tempe De Konco menjadi salah satu oleh-oleh idaman wisatawan yang berkunjung ke Kota Malang dan Kota Batu. Meski begitu Yoga masih memiliki mimpi besar. “Saya ingin memiliki toko oleh-oleh khas Malang. Jadi pengunjung merasakan suasana khas Malang ketika memasuki toko. Itu yang akan dikembangkan,” kata Yoga.

Hambatan

Yoga Surya Pratama memproduksi
cokelat tempe De Konco sejak
2011.

Kesuksesan Yoga mengembangkan cokelat tempe De Konco tidak semudah membalikkan telapak tangan. Semula ia memasarkan cokelat tempe ke beberapa pedagang. Target pasar belum jelas saat itu. Lalu banyak cokelat tempe yang dikembalikan reseller. Akhirnya ia pun menyasar toko oleh-oleh. Menurut Yoga cokelat tempe cocok untuk wisatawan sebagai oleh-oleh. Alasannya cokelat bukanlah penganan harian. Penetrasi pasar ke toko oleh-oleh pun berjalan alot.

Terdapat lebih dari 10 toko oleh-oleh di Kota Malang dan Kota Batu yang menolak cokelat tempe De Konco pada 2012. Saat itu memang belum ada olahan sejenis. Boleh dibilang cokelat tempe barang baru saat itu. Pelan tapi pasti toko oleh-oleh melirik cokelat tempe. Apalagi setelah Yoga berpartisipasi pada acara Malang Chocolate Festival pada 2015 dan diliput banyak media, permintaan makin banyak.

Makin banyak toko oleh-oleh yang menjual cokelat tempe De Konco. Banyaknya mitra tidak selalu menguntungkan. Ada mitra yang penjualan dan pembayarannya bagus. Pun ada mitra yang pembayarannya selalu telat. Bahkan De Konco pun memiliki banyak pesaing sejak 2016. “Saat ini ada sekitar 35 cokelat tempe di setiap daerah,” kata anak pertama dari 2 bersaudara itu.

Namun, Yoga tidak menganggap produk itu sebagai saingan. Justru kehadiran kompetitor ikut mempromosikan cokelat tempe. Ia meyakini cokelat tempe miliknya berbeda dan khas dari produk sejenis. Yoga rutin membuat varian rasa dan kemasan baru sehingga memuaskan selera kosumen. Selain cokelat tempe, kini Yoga memiliki bisnis lain yaitu kedai minuman Kopi 0341 sejak April 2019. (Riefza Vebriansyah)

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img