Trubus.id — Buah-buahan yang terserap pasar biasanya hanya yang sesuai standar. Namun, buah yang tidak memenuhi kualitas, otomatis tertolak. Hal itu yang mendasari Made Indra Dananjaya—pendiri Bali Food Industry—memanfaatkan buah-buahan yang tidak terserap pasar untuk diolah. Made mengolahnya menjadi produk buah beku yang mampu bertahan sampai satu tahun.
Menurut Made, cara itu efektif buah bisa terserap pasar. Terbukti, Made mampu memasarkan produknya tidak hanya di Bali, tetapi merambah ke kota-kota besar seperti Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Bogor, dan Palembang.
Made dan tim mengolah aneka buah, di antaranya markisa, avokad, dan stroberi. Pasokan markisa dan avokad dari petani mitra yang ada di Pulau Bali. Sementara itu, stroberi dari pekebun di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Berikut langkah-langkah yang dilakukan Made mengolah buah menjadi produk beku.
Sortir
Made dan tim yang berjumlah 10 orang, menyortir buah sebelum dikemas untuk memastikan tidak ada buah yang busuk. Lalu, mengecek buah secara fisiologis untuk memastikan vitamin dan mineral yang terkandung dalam kondisi optimal.
Mencuci
Pekerja mencuci buah-buah hasil sortiran, kemudian memotong dan mengemasnya dalam kemasan plastik. Kemasan berisi buah divakum agar tidak ada bakteri dan kontaminan lain.
Pembekuan
Made membekukan buah-buah dengan mesin pembeku (freezer). Ia juga bekerja sama dengan pihak lain untuk membekukan buah-buahnya menggunakan blast freezer. Durasi pembekuan buah hanya 3–4 jam.
Menurut Made buah beku produksinya mampu bertahan sampai satu tahun. Sementara itu, buah biasa hanya bertahan 2–3 hari pada suhu ruangan.
Pemasaran
Made mampu memproduksi 7–8 ton buah beku per bulan. Menurutnya, permintaan terbesar berasal dari kalangan rumah tangga. Adapun produk yang laku keras di pasaran adalah stroberi.
“Sekitar 70% penjualan berasal dari level rumah tangga, sedangkan sisanya terjual ke hotel, restoran, dan kafe,” kata Made. Selain buah, Made juga menyediakan aneka produk sayuran beku (mixed vegetables) yang terdiri atas wortel, jagung, dan buncis. Ada pula mixed broccoli yang terdiri atas brokoli, kembang kol, dan wortel.
