Tuesday, November 29, 2022

Tiada Bunga Daun pun Elok

Rekomendasi
Cystorchis javanica
Cystorchis javanica

Pesona anggrek bukan hanya pada bunga yang warna-warni, tetapi juga pada daun. Anggrek kiaksara Macodes sp contoh yang menawarkan keelokan daun. Anggrek itu memang jarang sekali berbunga. Di lantai hutan dekat sela-sela banir pohon puspa Schima wallichii yang sesak oleh serasah itu tersembul enam helai daun Macodes petola. Urat daun kiaksara itu terlihat putih menyala bak perak. Kondisinya kontras dengan penampilan lantai hutan yang kecokelatan. Pantas Frankie Handoyo dari Perhimpunan Anggrek Indonesi berujar ada perak—merujuk pada warna kiaksara—ketika eksplorasi anggrek.

Kiaksara merupakan anggrek tanah yang lazim tumbuh di lantai hutan. Daun tanaman kerabat vanili itu memiliki pertulangan yang cukup indah yaitu perak, emas, dan merah. Keindahan lain macodes, menurut Prof Ir Moeso Suryowinoto dalam “Mengenal Anggrek Alam Indonesia” terletak pada urat daun. Setiap jenis kiaksara memiliki warna dan pola daun khas yang berbeda. Keindahan itu pula yang mendorong para peneliti dari luar negeri menyebutnya sebagai jewel orchid.

Menurut Edhi Sandra MSi, ahli fisiologi tumbuhan dari Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor, pencinta kiaksara di tanahair sedikit lantaran daya tariknya hanya pada daun. Oleh sebab itu kolektor anggrek tanah itu hanya pehobi anggrek spesies. “Perawatannya tergolong sulit, sehingga cocok dipelihara yang sudah berpengalaman,” kata Edhi.  Frankie menyebutkan bahwa memelihara kiaksara butuh ketelatenan dan kesabaran terutama dalam menjaga kelembapan yang membuat urat daun peraknya muncul.

Nephelaphyllum pulchrum
Nephelaphyllum pulchrum

“Macodes petola dapat tumbuh di dalam hutan dengan ketinggian tempat berkisar 900—1.300 meter di atas permukaan laut. Intensitas sinar matahari yang dibutuhkan berkisar 30%. Suhu pada siang hari berkisar 18—240C, sedangkan pada malam hari berkisar 19—250C,” ujar Frankie. Karakteristik hutan Taman Nasional Gunung Halimun-Salak sesuai sebagai habitat kiaksara. “Gunung Halimun termasuk salah satu hutan hujan tropis, dengan curah hujan rata-rata 400—600 mm per bulan pada Oktober sampai April,” ujar Odi Sobandi, angggota staf TNGHS.

Macodes petola tersebar dari Semenanjung Malaysia, Sumatera, Jawa, dan Filipina. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa, Macodes petola termasuk dalam 29 jenis anggrek alam yang dilindungi. Oleh karena itu pengambilan kiaksara di alam harus melalui izin pemerintah melalui Kementerian Kehutanan.

Anggrek lain berdaun elok adalah Cystorchis javanica. Daun anggrek itu cokelat kehitaman dengan tepi cokelat kemerahan. Jenis lainnya Goodyera pusilla yang memiliki warna daun hijau tua dengan urat daun putih. Jika menjumpai Nephelaphyllum pulchrum di lantai hutan penuh serasah, banyak orang tidak menyadarinya. Soalnya, warna daun anggrek itu mirip serasah, berwarna kecokelatan. Sekilas daun anggrek itu seperti mati. Namun, menjumpai “anggrek mati” di habitat aslinya sungguh menarik. Keindahan terpancar di balik rimbunnya semak dan tumpukan serasah.

Goodyera pusilla
Goodyera pusilla

Para peserta eksplorasi terpesona melihat anggrek-anggrek berdaun molek itu. “Anggrek itu membuat kita takjub akan keindahan dari sang jewel orchid itu, “ Atik Haryati, pehobi anggrek di Jakarta yang turut bereksplorasi. “Anggrek-anggrek daun tidak mudah dijumpai karena harus mengetahui beberapa karakter habitatnya dahulu yaitu berada di dekat aliran air, terlindungi oleh pepohonan sehingga intensitas sinar matahari yang masuk sedikit, dan di balik rimbunnya semak,” ujar Frankie.

Menurut Ir Yos Sutiyoso, praktikus anggrek di Jakarta, warna mencolok pada jenis-jenis anggrek daun dipengaruhi oleh faktor genetik serta pengaruh dari keberadaan fosfat dan fosfor dari udara di sekitar hutan. “Tak hanya faktor genetik, unsur fosfat bisa meningkatkan kecerahan warna daun, yaitu asam amino yang diperoleh dari hasil degradasi bahan organik,” ujar Yos Sutiyoso.

Anggrek daun itu berperan sebagai indikator kelembapan dan keberadaan air di sekitarnya. Itu ditunjukkan dengan kebutuhan akan kelembapan yang tinggi. Itulah sebabnya jenis-jenis anggrek itu bergantung pada keberadaan sumber air di tempat tumbuhnya. “Struktur morfologinya mengandung air sehingga jenis seperti Macodes sp dianggap sebagai tanaman sukulen yang kandungan airnya tinggi,” kata Edhi Sandra. Anggrek-anggrek berdaun molek itu membutuhkan kelembapan berkisar antara 60—80%.

Kestabilan iklim mikro sangat berpengaruh terhadap kestabilan ekosistem yang dibutuhkan jenis anggrek daun supaya berumur panjang. Itulah sebabnya ketika kelembapan menurun dan keberadaan air di sekitarnya berkurang, menyebabkan Macodes sp dan beberapa anggrek daun menjadi layu, bahkan mati,” kata Edhi. Jika itu terjadi sirnalah keelokan daun-daun anggrek.  (Muhamad Cahadiyat Kurniawan)

Para peserta eksplorasi anggrek di Taman Nasional Gunung Halimun-Salak
Para peserta eksplorasi anggrek di Taman Nasional Gunung Halimun-Salak
Previous articleAndal Serap Polutan
Next articleBukan Kurma Biasa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Robusta Rasa Kelapa

Trubus.id — “Kopi arabikanya enak.” Itulah yang kerap terucap dari para penikmat kopi ketika mencicipi kopi asal Desa Tamansari,...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img