Wednesday, August 10, 2022

Andal Serap Polutan

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
Air selokan menjadi aman buat lingkungan
Air selokan menjadi aman buat lingkungan

Akarwangi  menyerap beragam polutan sekaligus menyaring air.

Akarwangi Andropogon zizanioides identik tanaman penghasil minyak asiri. Pantas banyak pekebun di Samarang, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat, membudidayakan tanaman anggota famili Poaceae itu di lahan luas, sejak 95 tahun silam. Di Kecamatan Samarang, misalnya, luas lahan akarwangi mencapai 1.250 ha. Menurut Nur Ainun Jariyah, peneliti di Balai Penelitian Teknologi Kehutanan, Solo, Jawa Tengah, 89% hasil minyak asiri akarwangi Indonesia berasal dari Garut.

Namun, faedah akawangi sejatinya bukan hanya sebagai sumber minyak asiri. Tanaman kerabat padi itu juga berperan mencegah tanah longsor. Usai penyulingan, limbah akarwangi menjadi bahan baku papan serat. Satu lagi faedah akarwangi yang jarang kita ketahui adalah sebagai penyerap polutan. Praktikus pertanian organik di Kabupaten Subang, Jawa Barat, Aswan, MSi, memanfaatkan tanaman anggota famili rumput-rumputan itu di sekitar rumahnya.

Saring kotoran
Aswan menanam akarwangi di ujung dan pinggir selokan di tepi jalan. Ia juga menanam akarwangi di bak pembuangan air limbah rumah tangga berukuran 1 m x 2 m. Hasilnya air yang melewati selokan dan bak buangan menjadi jernih. “Ia penyaring air yang hebat,” kata Aswan. Kini Aswan bersama istrinya Rissa Evita Ishak, menggalakkan penanaman akarwangi di Bandung, Jawa Barat, untuk menjernihkan limbah rumah tangga dan industri tekstil.

Limbah tekstil banyak mengandung berbagai logam berat seperti merkuri (Ag) dan timbel (Pb). Mereka mengalirkan limbah ke bak buangan yang ditanam akarwangi. Setiap 1 m2 bak buangan membutuhkan 16—25  rumpun akarwangi. Berikutnya air yang sudah jernih dialirkan selokan-selokan yang bermuara ke Sungai Cikapundung, Bandung. “Ini cara kami ikut menyelamatkan sungai,” kata Aswan. Upaya Aswan sejalan dengan hasil riset pengajar Jurusan Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Dr Indrayatie.

Indrayatie memulihkan air limbah pabrik tapioka dengan akarwangi. Air hasil “saringan” akarwangi misalnya memiliki pH 7,2 atau netral, meningkat dari 3,9. Racun sianida asal tapioka pun turun dari 3,38 mg/l menjadi hanya 0,64 mg/l.  “Vetiver (nama lain akarawangi, red) paling baik dibanding 4 tanaman lain sebagai penyerap limbah,” kata Indrayatie. Empat tanaman lain itu adalah rumput aur Commelina nudiflora, rumput liar Cyperus iria, kangkung rawa Ipomoea aquatic, dan padi Oryza sativa.

Logam berat
Akarwangi juga penyerap yang hebat logam berat di lahan kering. Riset peneliti Balai Penelitian Tanah, Bogor, Jawa Barat, Ir Jati Purwani MS, mengungkap akarwangi dapat hidup di tanah yang tercemar arsenik (As) hingga 500 ppm. Setelah 6 bulan kadar arsenik tanah menurun drastis tinggal 214 ppm. Ia juga menyerap logam berat lain seperti besi (Fe), mangan (Mn), seng (Zn), dan tembaga (Cu).

Akarwangi menyimpan logam berat itu dalam organ tanaman tanpa gejala keracunan. Itulah sebabnya Purwani merekomendasi akarwangi untuk fitoremediator alias tanaman pembersih polutan. “Ia mampu hidup di lahan bekas tambang dan bekas minyak yang mengandung logam berat tinggi. kata Purwani. Di lahan berpolutan tinggi vetiver hidup lebih baik dibanding 3 spesies rumput lain yaitu bahia, st agustinus, dan bana.

Akarwangi juga cocok karena produksi biomassa tinggi dan cepat tanpa khawatir menjadi invasif. Musababnya, ia berbeda dengan rumput lain yang perbanyakan alaminya dengan biji yang tersebar angin. Vetiver hanya dapat diperbanyak dengan memecah anakan menjadi stek batang.

Menurut pengajar di Jurusan Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada, Nasih Widya Yuwono SP MS, masyarakat sudah lama mengenal pengawetan tanah dan air dengan akarwangi. Bedanya pada masa silam akarwangi terbatas untuk melindungi tanah di perbukitan dari bahaya erosi dan longsor. Masyarakat menanam akarwangi berjejer—sebagai tanaman teras—yang memotong lereng. Akarwangi juga ditanam untuk “memegang” air tanah agar tetap melimpah. “Akarnya mampu memegang tanah dan air dengan kuat,” kata Nasih.

Di Garut, Jawa Barat, kegunaan vetiver meluas hingga ke sektor di luar pertanian. Akarnya—selain untuk minyak asiri—dipakai untuk bahan kerajinan. Menurut guru besar Ilmu Tanah di Universitas Brawijaya, Malang, Prof  Dr Ir Syekhfani MS, daun akarwangi untuk fitoremediator.

Pantas berjuta manfaat itu membuat Raja Thailand, Bhumibol Adulyadej, menjuluki akarwangi sebagai rumput ajaib. Ia memelopori penanaman vetiver grass di Bangkok, Thailand. Di Negeri Gajah Putih itu akarwangi menjadi salah satu elemen taman kota. Ia ditata sedemikian rupa sehingga menambah keindahan sekaligus menyerap polutan dari kendaraan bermotor dan industri (Ridha YK, Kontributor Trubus di Kalimantan Selatan)

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img