Thursday, May 7, 2026

Tiga Matoa Bercita Rasa Manis Legit, Genjah, dan Produktif Hingga 300 Kg Per Pohon

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Matoa terdistribusi luas di Asia Pasifik meliputi Indonesia, Malaysia, Australia, dan Papua Nugini. Bahkan, tanaman anggota famili Sapindaceae itu tersebar sampai Kepulauan Solomon, Fiji, dan Tonga.

Tanaman kerabat rambutan itu berdaun majemuk, dalam satu daun terdapat 9—16 pasang anak daun. Daun matoa berbentuk lonjong dengan tepi daun bergelombang, panjang daun berkisar 34—39,75 cm, lebar daun 8—13,25 cm.

Pemerintah Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, bekerja sama dengan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim mendaftarakan tiga varietas baru matoa asal Kota Pekanbaru. Ketiga varietas itu adalah matoa madani, matoa berkah, dan matoa tobekgadang.

Prof. Dr. Rosmaina, M.Si., Dosen Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau menjelaska karakteristik ketiga varietas matoa itu sebagai berikut:

Matoa Madani

Matoa madani. (Dok. Rosmaina)

Matoa Madani Pemberian nama madani pada varietas ini sesuai dengan Kota Pekanbaru yang dikenal dengan Kota Madani. Panen matoa 2—3 kali setahun dengan pemeliharaan yang intensif. Panen pada bulan Februari, Agustus, dan Desember.

Matoa madani memiliki umur panen yang genjah yaitu 2—3 tahun telah berbuah jika diperbanyak melalui biji. Bentuk buah bulat lonjong dengan kuit merah marun. Panjang buah : 3,48—4,20 cm; Diameter buah : 2,82—3,72 cm.

Tingkat kemanisan : 26—29obrix, perpaduan rambutan dan lengkeng. Daging buah kuning terang dengan biji merah gelap. Bagian dapat dimakan 30—40% Produktivitas : 180—250 kg per pohon per tahun.

Matoa Berkah

Matoa berkah. (Dok. Rosmaina)

Ukuran matoa berkah lebih besar daripada matoa madani. Rasa daging buah manis legit dengan aroma durian yang kuat. Kandungan vit C 11,61—18,60%. Musim panen matoa berkah 2—3 kali per tahun.

Warna kulit buah kuning paling disukai oleh hama, sehingga produktivitas lebih rendah dibandingkan matoa madani dan tobekgodang. Bentuk buah : bulat lonjong seperti telur. Bobot buah : 27,43—30,29 gram dengan kulit kuning.

Panjang buah  4,27—4,93 cm dan diameter buah  3,28—3,88 cm.  Tingkat kemanisan  15—20o brix.  Daging buah berwarna kuning dengan  ketebalan daging buah  4,16—5,73 mm. Biji  merah gelap. Bagian dapat dimakan : 40—50%. Produktivitas : 180—200 kg per pohon per tahun.

MatoaTobekgodang

Nama tobekgadang disematkan karena matoa itu berasal dari Kelurahan Tobekgodang, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru. Matoa tobekgadang memiliki perubahan warna yang kontras dari buah muda hingga matang.

Buah berwarna hijau ketika muda, kemudian berubah merah dan menghitam ketika matang. Pada awalnya buah berwarna merah daging buah masih keras, dan rasanya masih sepat atau kelat. Buah baru matang dan memiliki rasa yang sangat manis ketika kulit buah berwarna hitam.

Buah matoa tobekgodang memiliki rasa yang sangat unik yaitu perpaduan kurma dan anggur. Bentuk buah bulat lonjong seperti telur. Bobot buah 21,31—17,31 gram dengan kulit hitam. Panjang buah 4,34—5,10 cm dan diameter buah 3,35—3,36 cm.

Tingkat kemanisan : 19—26o brix. Warna daging buah yakni putih kekuningan/krem dengan ketebalan daging buah : 4,16—5,73 mm.  Bagian dapat dimakan  30—40% dengan produktivitas 250—300 kg per pohon per tahun (***)


Artikel Terbaru

Kecipir Berpotensi Jadi Bahan Pakan Gurami, Kecernaan Protein Tembus 70%

Trubus.id—Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Deisi Heptarina, bersama tim mengembangkan formulasi pakan ikan gurami (Osphronemus goramy) berbasis...

More Articles Like This