Trubus.id – Keberadaan restoran yang menyediakan jamu sebagai minuman kesehatan semakin bermunculan. Bahkan, ada kafe yang khusus menyajikan beragam menu jamu seperti Djampi Jawi.
Djampi Jawi memiliki dua cabang di Kota Surakarta dan Yogyakarta. Kafe ini menyajikan jamu seperti beras kencur, gula asam, dan kunir asam.
Menu jamu berpadu dengan susu dan rempah seperti jahe dan kayu manis, menciptakan rasa khas. Nama-nama menu unik seperti pancasona dan gagah prakosa menambah daya tarik.
Bagi pengunjung pecinta minuman susu, tersedia silir baskara dan cokelat hayuning bawana. Ruangan Djampi Jawi bernuansa klasik dengan dominasi ornamen kayu.
Hiasan khas Jawa seperti lukisan penjual jamu gendong dan aksara Jawa mempercantik ruangan. Penataan interior membuat pengunjung merasa betah.
Pramusaji menyajikan pesanan dengan ramah, dan pengunjung dapat menyaksikan langsung proses pembuatan jamu. Semua jamu dibuat dari bahan berkualitas.
Lokasi strategis Djampi Jawi berhasil mengubah citra jamu dari yang pahit dan kuno menjadi modern dan menyenangkan. Target pasar Djampi Jawi mencakup segala usia.
Pengunjung dari anak-anak hingga dewasa menikmati lebih dari 95 menu yang tersedia. Djampi Jawi mencatat omzet hingga Rp20 juta per bulan.
Semangat melestarikan budaya jamu juga menginspirasi Nova Dewi Setiabudi. Setelah menyelesaikan studi di Australia, ia mendirikan Suwe Ora Jamu pada 2013.
Kafe ini memiliki enam cabang di Jakarta seperti di M Bloc Space, Mampang, dan Sarinah. Omzet harian berbeda, dari Rp300.000 hingga Rp1 juta per kafe.
Nova memilih lokasi yang mudah diakses oleh pekerja kantoran, komunitas, hingga keluarga. Beberapa cabang bahkan menyediakan ruang pertemuan.
Kedai Suwe Ora Jamu di M Bloc Space memiliki dua lantai dengan fungsi berbeda. Dekorasi antik dan informasi sejarah jamu menghiasi setiap sudut ruangan.
Pengunjung bisa menikmati jamu sambil menghirup udara segar di bangku kayu luar ruangan. Suasana nyaman membuat pengunjung betah berlama-lama.
Sekitar 60% pengunjung Suwe Ora Jamu adalah anak muda. Ini berkat penyajian jamu dengan tampilan dan rasa yang lebih modern.
Suwe Ora Jamu menyediakan sparkling soda jamu dengan rasa seperti rosela pandan dan kunyit jahe. Ada juga jamu mixology, botanikal, dan tisane.
Nova menggunakan bahan alami tanpa pengawet dan meracik jamu di hari yang sama. Ia memastikan kesegaran dan mutu tetap terjaga.
Kafe lain yang konsisten menyajikan jamu adalah Seger Waras di Desa Jladri, Kebumen. Kafe ini dikelola oleh Yudi Setiawan sejak 2015.
Seger Waras menyajikan jamu seperti wedang ambyang dan seruni. Yudi juga menciptakan jamu fermentasi untuk menarik minat anak muda.
Kedai buka dari pukul 08.00 hingga 22.00 dan ramai di pagi serta malam hari. Konsumennya mulai dari anak-anak hingga lansia.
Semua menu dibanderol Rp9.000 per gelas. Omzet harian mencapai sekitar Rp500.000.
Yudi bekerja sama dengan lima pengepul terpercaya untuk mendapatkan bahan terbaik. Ia memastikan asal-usul, waktu, dan volume panen terkontrol.
Foto: Dok. Trubus
