Trubus.id—Anggur yang ranum di halaman rumah menjadi impian para hobiis. Beragam cara untuk lebatkan anggurpun ditempuh para pehobi. Beberapa anggota komunitas pencinta anggur yang menanam di halaman rumah membuktikannya.
Mereka menanam anggur dengan setek dan grafting dengan batang bawah yang adaptif. Sinar matahari bersinar sepanjang tahun membuat tanaman anggur terus tumbuh tanpa masa dormansi seperti di negara subtropis. Namun, hujan yang tanpa diprediksi menghasilkan buah berkualitas jelek, seperti pecah dan terserangan cendawan.
Di beberapa lokasi yang memiliki bulan hujan sedikit, yaitu minimal 3—4 bulan kering berturut-turut maka tanaman berpotensi 2 kali berbuah dalam setahun. Masa pematangan buah anggur rata-rata yakni 120 hari setelah pemangkasan (HSP).
Persiapan pembuahan 6 pekan sebelum memasuki bulan kering pertama. Teknik yang sering digunakan pehobi untuk pembuahan anggur di Indonesia adalah stres air, pupuk, pemberian air, dan pemangkasan (SPAP).
Dengan teknik itu nutrisi menumpuk pada batang dan mata tunas untuk menjadi buah di pertumbuhan setelahnya. Namun SPAP tidak dapat menggantikan keseluruhan proses dormansi alami yang terjadi di habitat aslinya.
Percabangan potensial yang akan menghasilkan buah adalah percabangan berumur 3–6 bulan dengan ukuran minimal sebesar pencil, berkayu, dan pertumbuhan baik. Untuk mendapatkan cabang potensial itu pehobi perlu memangkas pada awal bulan kering.
Sebelum itu perlu penggemburan media dan penambahan pupuk, yakni dua bulan sebelum pemangkasan. Berikut adalah pemupukan sebelumpangkas.
Pemupukan Sebelum Pangkas
Minggu pertama: Pemberian pupuk kandang dengan dosis 20 kg per pohon dan pupuk tinggi fusfat dan kalium
Minggu kedua:
- Berikan KNO3 putih dengan dosisi 100 g (pemberian diulangi setiap 10 hari sekali sampai masa stres air).
- Pupuk organik campuran 100 g susu bubuk, 100 ml madu murni, 1 kuning telur, dan 1 liter air kelapa.
- Campurkan 20 ml campuran pupuk organik ke 1 liter air.Minggu ketiga: Lakukan stres air Berikan pupuk kaya unsur P dan K (dua minggu sekali selama stres air).
Minggu ketiga: Lakukan stres air Berikan pupuk kaya unsur P dan K (dua minggu sekali selama stres air).
Minggu keempat, kelima, dan keenam: Lakukan stres air
Minggu ketujuh:
- Berikan pupuk kandang sebanyak 10—20 kg
- Kapur dolomit 2 kg
- Pupuk KNO3 putih sebanyak 100 g
Minggu kedelapan : Pemangkasan dengan menyisakan 2—3 mata tunas yang menjadi tempat munculnya bunga dan buah.
