Friday, January 16, 2026

Trik Membesarkan Ikan Gabus

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Membesarkan ikan gabus mudah. Syaratnya peternak mesti melengkapi kolam dengan jaring. Harap mafhum gabus cukup agresif dan gemar melompat. Peternak bisa memanfaatkan kolam tanah, terpal, maupun beton sebagai tempat budidaya.

Peternak gabus lain di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, David Khunaisi, mengatakan populasi ikan salah satu kunci sukses membesarkan gabus. “Kepadatan tinggi membuat pertumbuhan ikan tidak seragam, merangsang kanibalisme, dan memperpanjang masa panen,” kata pria yang menekuni budidaya gabus sejak 2011 itu.

Oleh karena itu David menerapkan padat tebar yang relatif longgar. Pada kolam berukuran 9 m x 10 m, David menebar 20 ekor per m2 . Sementara kolam berukuran 6 m x 4 m berpadat tebar 10—12 ekor per m2 .  Adapun kolam seluas 8 m x 8 m berpadat tebar 15 ekor per m2 . David memilih bibit berukuran 5—7 cm. Lama masa pembesaran 7 bulan.

Saat itu ia memanen 2—3 ekor per kg. Selain padat tebar, pemasangan jaring pun menentukan keberhasilan membudidayakan gabus Channa striata. Peternak di Kotamadya Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Farhan, punya cara unik membudidayakan gabus.

Farhan membesarkan gabus dan gurami di kolam sama. Ia menempatkan ikan gabus dalam jaring berbentuk persegi, sedangkan gurami dipelihara di luar jaring. Ia menancapkan jaring setinggi 1 m mengelilingi kolam.

Ia menebar bibit berukuran 5—7 cm dengan populasi sebanyak 20 ekor per m2 . “Saya menghindari populasi yang terlalu sesak agar ikan tumbuh optimal,” ujar Farhan. Ia memberi pakan berupa pelet dan sisa-sisa organ tubuh ikan.

Pembesaran selama 7 bulan itu menghasilkan ikan berbobot rata-rata 200 g. Apalagi keberadaan gabus di alam mulai langka. Padahal pasar sangat membutuhkan haruan—sebutan gabus di Pulau Borneo. Buktinya hasil panen Farhan selalu ludes. Mayoritas pembeli yang datang adalah pengelola restoran dan ibu rumah tangga.

Artikel Terbaru

Mengenal Superflu: Benarkah Ini Penyakit Baru?

Belakangan ini istilah "superflu" mendadak ramai dibicarakan. Menurut dosen dari Fakultas Kedokteran, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. dr. Desdiani,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img