Sunday, November 27, 2022

Umbi Penjaga Kakao

Rekomendasi

Buah kakao tanpa pelapis rentan serangan penggerek buahIles-iles mampu menurunkan serangan penggerek buah kakao hingga 32%.

Jejak Conopomorpha cramerella berupa noktah hitam di buah kakao. Itulah bekas tusukan ovipositor, organ untuk meletakkan telur di permukaan buah kakao. Dampak kehadiran serangga mungil itu buah mengeras, hitam, biji sulit dipisahkan karena saling melekat. Itulah yang terjadi di kebun  Agus Utoyo pada 2012. Pekebun di Talangpadang, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung, itu mengelola 275 pohon.  Lazimnya ia menuai 70 kg biji kakao kering dari pohon-pohon itu per sekali panen. Namun, akibat serangan serangga itu, panen anjlok cuma 13 kg.

Untuk menanggulangi serangan, Agus menyemprotkan insektisida dengan biaya Rp1-juta setahun. “Pilihannya sama-sama sulit: menyemprotkan insektisida yang biayanya cukup mahal atau menghadapi risiko gagal panen,” kata Agus. Penggerek buah kakao (PBK) akibat serangan Conopomorpha cramerella menyebabkan kerusakan buah hingga 80%. Data Direktorat Perkebunan Kementerian Pertanian menyebutkan, pada 2008—2011 serangan PBK menyebabkan kehilangan 184.500 ton biji kering setara Rp3,69-triliun.

Pelapisan

Membungkus buah dengan kantung plastik atau kertas memang dapat melindungi buah sehingga terhindar dari tusukan serangga. Namun, cara itu kurang efektif karena biaya tenaga kerja tinggi. Bayangkan, satu pohon kakao menghasilkan 50—60 buah sehingga butuh 10—14 hari untuk membungkus buah di lahan sehektar. “Kelemahan lain tanaman rentan terserang busuk buah pada musim hujan,” kata Fitria. Yuliasmara SP, periset di Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (Puslitkoka), Kabupaten Jember, Jawa Timur,

Untuk menekan biaya perawatan tanaman yang sangat besar, Fitria membungkus buah kakao dengan polisakarida elastis. “Prinsipnya seperti pelapisan buah pada saat pascapanen dengan menggunakan lilin untuk menjaga buah tetap awet. Kali ini tidak menggunakan lilin, tetapi umbi iles-iles,” kata Fitria. Ia memilih iles-iles karena ketersediannya berlimpah di sekitar perkebunan kakao. Masyarakat belum banyak memanfaatkan iles-iles untuk kebutuhan pangan.

Dibandingkan dengan tanaman lain yang memiliki zat elastis seperti jagung, singkong, dan lidah buaya, iles-iles lebih sedikit yang memanfaatkan, sehingga tidak ada persaingan dengan produk pangan lain.  Selain itu, iles-iles mengandung glukomanan atau polisakarida yang bersifat elastis dan kuat dengan tingkat elastisitas tinggi. “Glukomanan iles-iles bisa memuai sampai 2.000 kali,” kata Fitria. Ia membersihkan dan memotong umbi, lalu mengekstraksi iles-iles dengan pelarut alkohol untuk menghasilkan glukomanan.

Proses ekstraksi iles-iles sekaligus menghilangkan senyawa kimia penyebab gatal. Menurut Fitria, dari 100 kg umbi iles-iles segar menghasilkan 20 kg kering. “Dari jumlah itu, hanya 10 kg serbuk glukomanan yang bisa dihasilkan,” ujar Fitria. Namun, tidak semua iles-iles bisa digunakan. Fitria menyarankan untuk menggunakan iles-iles yang sudah berumur minimal 2 tahun. “Rendemen glukomanan iles-iles berusia kurang dari 2 tahun masih rendah, sekitar 8—15%. Adapun di atas 2 tahun mencapai 20%,” kata Fitria.

Permukaan licin

Fitria lantas memanaskan bahan glukomanan hasil ekstrak iles-iles pada suhu 120OC dan menambahkan air, ekstrak tembakau, dan pemlastik atau plastizer.  Sayang, Fitria masih merahasiakan takaran ekstrak tembakau dan air pada campuran itu. Pemlastik  bahan nabati menimbulkan karakter plastik pada bahan. Larutan diberi pewarna ungu agar mudah mengidentifikasi buah yang sudah tersemprot.

Penggunaan pelapis iles-iles dengan mengencerkan 1 liter larutan dalam 10 liter air. Untuk sehektar lahan, perlu 25 liter pelapis iles-iles atau 250 ml per pohon. Penyemprotan pada buah kakao dilakukan sebanyak 2 kali. Penyemprotan pertama saat panjang buah kakao 8—12 cm atau umur 2 bulan pascamekar bunga. Adapun penyemprotan kedua 14 hari setelahnya. Waktu penyemrotan paling tepat pada pagi hari antara pukul 08.00—11.00, saat embun yang menempel di permukaan buah hilang sehingga permukaan buah kering.

Pada musim hujan, usahakan menyemprot paling lamabt 2 jam sebelum turun hujan. Pasalnya, larutan itu membentuk plastik 2 jam setelah penyemprotan, sehingga keefektifannya berkurang jika terkena hujan. Menurut Ir Hermanu Triwidodo MSc PhD, dosen Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor, pelapisan kakao dengan iles-iles efektif menurunkan tingkat serangan PBK. Pasalnya, permukaan buah kakao yang terlapisi menjadi licin sehingga menyulitkan serangga untuk hinggap dan bertelur.

Kini, pekebun kakao punya harapan baru untuk melindungi buah dari serangan serangga pencuri laba. Efektivitas pelapis iles-iles hampir setara dengan penggunaan insektisida. Hasil pengujian Puslitkoka menunjukkan, 32% buah tidak terserang jika menggunakan pelapis iles-iles. Bandingkan dengan insektisida, persentase buah tidak terserang mencapai 48%. Namun, penggunaan iles-iles tentu lebih ramah lingkungan. Harga beli pelapis iles-iles Rp25.000 per liter atau Rp100.000  per  kemasan 5 liter.  Rencananya, produk akan kami sosialisasikan ke petani mulai tahun depan,” ujar Fitria. (Kartika Restu Susilo/Peliput: Bondan Setyawan)

FOTO:

  1. Herwanto (kiri) dan Fitria Yuliasmara SP (kanan) meneliti pelapis nabati kakao sejak 2009
  2. Buah kakao tanpa pelapis rentan serangan penggerek buah
  3. Penamaan iles-iles di bawah tegakan hutan. Umbinya mengandung glukomanan yang bersifat elastis(insert)

 

BOX

  1. Iles-iles Lindungi Kakao
  2. Encerkan 1 liter larutan dalam 10 liter air. Aduk rata lalu masukkan dalam botol penyemprot.
  3. Semprotkan larutan pada buah kakao berumur 2 bulan atau panjang buah 8—12 cm.
  4. Penyemprotan pada pukul 08.00—11.00 saat cuaca cerah. Larutan akan membentuk lapisan elastis 2 jam kemudian
  5. Aplikasikan kembali pelapis kakao 2  pekan berselang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Empat Gabus Hias yang Cocok untuk Pemula

Trubus.id — Pehobi pemula perlu memahami jenis gabus hias atau channa. Hal ini karena masing-masing gabus hias memiliki tingkat...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img