Wednesday, January 28, 2026

Undur-Undur Bikin Kulit Cemerlang

Rekomendasi
- Advertisement -
Undur-undur laut banyak ditemukan di beberapa pantai selatan Pulau Jawa. (Dok. Dwi Yuni Setiyawan)

Undur-undur laut terbukti mencerahkan tubuh beragam ikan hias.

Trubus — Julukannya electric yellow cichlid. Masyarakat menyebutnya ikan lemon mengacu pada kulit tubuh yang kuning bak lemon. Kecerahan warna tubuh ikan Labidochromis caeruleus itu meningkat pesat. Warnanya jauh lebih cerah setelah ikan itu mengonsumsi tepung undur-undur. Satwa laut itu selama ini hanya dikonsumsi terbatas oleh masyarakat Kabupaten Cilacap dan Kebumen, Jawa Tengah.

Mereka menyebut satwa yang melimpah di pantai selatan Pulau Jawa itu yutuk dan mengolahnya menjadi rempeyek atau camilan gurih. Peneliti di Balai Riset Budidaya Ikan Hias, Kota Depok, Jawa Barat, memanfaatkannya sebagai pakan ikan sejak 2019. Dosis optimal pigmen dalam pakan ikan dari undur-undur laut 150 ppm. Pada dosis itu pigmen dalam kulit ikan lemon juga maksimal.

Pigmen warna

Perbandingan kecerahan kulit ikan yang diberi pakan tepung undur-undur laut dengan yang tanpa pemberian sangat kentara (lihat ilustrasi). Periset juga memberikan tepung undur-undur untuk jenis ikan hias lain seperti rainbow, botia, koi, cupang, dan rasbora. Hasilnya atraktabilitas dan palatabilitas terhadap pakan dari undur-undur laut cukup baik. Atraktabilitas adalah seberapa cepat ikan merespons makanan yang diberikan, sedangkan palatabilitas merupakan jumlah pakan yang dikonsumsi ikan.

Hasil penelitian Sukarman terhadap pemberian tepung yutuk pada ikan lemon. A merupakan kelompok ikan yang tidak diberikan tepung yutuk, sedangkan D merupakan kelompok ikan yang diberikan tepung yutuk. (Dok. Sukarman, S.Pt, M.Si)

Ikan hias juga gemar menyantap undur-undur laut Emerita sp. karena beraroma khas mirip kepiting. Keruan saja ikan menyantap olahan undur-undur laut yang telah diolah menjadi pakan. Apa yang menyebabkan warna ikan makin cerah? Undur-undur laut mengandung pigmen karotenoid yang tinggi. Karotenoid berfaedah mencerahkan corak ikan hias. Satwa Crustacea itu mengandung pigmen astaxantin atau pigmen warna menyerupai merah darah.

Astaxantin merupakan pigmen natural yang hanya bersumber dari mikroalga Haematococcus pluvialis. Hewan-hewan yang mengonsumsi mikroalga itu, termasuk undur-undur laut, juga mengandung pigmen astaxantin dalam tubuhnya. Jumlah astaxantin pada undur-undur laut hingga 1.000—1.700 ppm. Umumnya bahan baku pakan sumber protein lainnya seperti tepung ikan, bungkil kedelai, pollard, dan wheat germ, tidak mengandung pigmen astaxantin.

Undur-undur laut yang telah diolah oleh Sukarman dengan merebus dan dikeringkan secara freeze dry, siap untuk dijadikan tepung. (Dok. Sukarman, S.Pt, M.Si)

Ikan hias membutuhkan pigmen karotenoid dan astaxantin untuk pembentukan warna. Itu karena ikan tidak mampu memproduksi kedua pigmen itu dalam metabolisme tubuhnya. Padahal, berkelir cerah menjadi karakter penting pada ikan hias supaya nilai jual tinggi. Ikan memeroleh pigmen dari pakan. Selain pigmen, hasil analisis di Laboratorium Nutrisi dan Kesehatan Ikan, BRBIH, menunjukkan, undur-undur laut mengandung kadar protein setidaknya 37%.

Terkandung juga asam-asam amino esensial semisal lisin, metionin, treonin, triptopan, dan arginin. Manfaat utama protein yang tinggi, khususnya kandungan asam amino, yaitu menunjang pertumbuhan ikan yang baik. Asam amino lisin pada undur-undur laut cukup tinggi yaitu 1%. Lisin berperan dalam pembentukan daging. Kandungan arginin yang melebihi 1% pada undur-undur laut berefek atraktan untuk ikan hias karnivora.

Populasi melimpah

Undur-undur juga megandung lemak mencapai 23% dan ragam asam lemak seperti omega-3 hingga 2,57%. Padahal, kebutuhan omega-3 untuk ikan hanya 0,5%—1%. Satwa itu juga mengandung omega 6 hingga 0,52%, asam linoleat (0,19%), dan asam linolenat (0,06%).  Asam lemak merupakan bahan utama dalam pembentukan telur dan dapat meningkatkan kematangan gonad sehingga ikan cepat memijah.

Undur-undur laut kerap dijadikan makan ringan
berupa gorengan oleh masyarakat pinggir pantai. (Dok. Dwi Yuni Setiyawan)

Asam-asam lemak itu lazimnya diperoleh dari minyak ikan, yang kini bersinggungan dengan kebutuhan manusia untuk membuat suplemen kesehatan. Undur-undur laut menjadi substitusi minyak ikan yang tepat dalam industri pakan ikan hias. Pengolahan undur-undur laut menjadi pakan ikan hias dengan merebus, mengeringkan dengan freeze dryer, dan menjadi bubuk. Tujuannya agar pigmen-pigmen yang terkandung tidak rusak.

Pengeringkan undur-undur laut menggunakan oven tidak dianjurkan. Setelah menjadi tepung, undur-undur laut siap diebrikan kepada ikan hias. Produsen juga tak perlu takut dengan keberlangsungan ketersediaan undur-undur laut di alam. Undur-undur laut tersedia sepanjang tahun di Gunung Kidul, Kebumen, dan Cilacap. Kelompok masyarakat yang menangkap komoditas itu bukanlah nelayan, tetapi anak-anaknya. Biasanya undur-undur laut ditangkap pada saat laut tidak pasang.

Salah satu pelaku penangkap undur-undur yaitu kelompok pengolah dan pemasar (Poklahsar) Indomina di Cilacap. Mereka melaporkan rata-rata panen undur-undur laut 150 kg per hari untuk diolah menjadi makanan ringan. Jumlah panen disesuaikan dengan kebutuhan pasar, meskipun kapasitas panen masih sangat memungkinkan untuk ditingkatkan. (Sukarman, S.Pt, M. Si, peneliti di Balai Riset Budidaya Ikan Hias, Depok, Jawa Barat)

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img