Friday, August 12, 2022

Nila Kuat Karena Gedebok

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
Sintasan larva ikan nila yang mengonsumsi gedebok meningkat hingga 90%. (Dok. Trubus)

Batang pisang meningkatkan sintasan larva nila hingga 90% sekaligus memacu pertumbuhan.

Trubus — Larva atau anakan ikan nila incaran cendawan Saprolegnia sp. Pantas tingkat sintasan alias survival rate pada pembenihan ikan nila hanya 50%. Jadi, jika peternak seperti Wahyu Setiawan di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, memelihara 1.000 larva, yang mampu bertahan hidup hanya 500 ekor. Riset menunjukkan tingginya mortalitas larva ikan nila karena faktor infeksi dan noninfeksi. Infeksi karena parasit, bakteri, cendawan, dan virus.

Sementara itu penyakit noninfeksi karena nutrisi, genetik, dan lingkungan. Lazimnya memberikan probiotik untuk meningkatkan kemampuan larva bertahan hidup. Periset di Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan Institut Pertanian Bogor, Rudy Asa Nurafif, Agus Danu Prakoso, dan Zahrotul Amanah berinisiatif menggunakan batang pisang ambon untuk meningkatkan sintasan larva nila.

Fungsi ganda

Selain sintasan, periset juga mengukur pertumbuhan panjang larva. (Dok.  Rudy Asa Nurafif)

Selama  ini setelah panen buah, petani membuang gedebok atau batang pisang. Batang menyumbang 63% dari keseluruhan bobot tanaman. Bagian lain seperti daun hanya 14% dan dan buah 23%. Rudy Asa Nurafif dan rekan memafaatkan batang pisang untuk meningkatkan daya hidup larva nila Oreochromis niloticus. Periset memanfaatkan batang berwarna hijau yang berumur sekitar setahun.

Rudy dan rekan memotong gedebok, lalu mengeringkan dengan oven bersuhu 40ºC, dan menghaluskan dengan pelumat. Sekilogram batang segar menghasilkan 43,4 gram serbuk. Periset melarutkan serbuk dalam akuades bersuhu 50ºC. Setelah 15 menit, mereka menyaring larutan untuk memperoleh cairan ekstrak batang tanaman famili Musaceae itu. Pengujian melibatkan larva ikan nila berumur 7 hari berukuran 7 mm dalam akuarium bervolume 18 liter air.

Dari kiri: Zahrotul Amanah, Rudy Asa Nurafif, dan Agus Danu Prakoso meriset gedebok untuk meningkatkan sintasan nila. (Dok. Rudy Asa Nurafif)

Kepadatan larva 5 ekor per liter. Terdapat empat kelompok perlakuan yakni kelompok dengan perlakuan dosis ekstrak 0%, 2%, 3%, dan 4%. Hasilnya sintasan tertinggi sebesar 90% terdapat pada kelompok dosis 4%.  Rudy juga mengamati jumlah larva nila yang mati selama tiga pekan. Di tubuh kelompok larva berdosis 0% yang mati  terdapat cendawan. Selain sintasan, Rudy, Agus, dan Zahrotul juga mengukur pertumbuhan panjang larva selama 21 hari. Angka pertumbuhan tertinggi pada kelompok 4% yakni 14,10 mm (lihat tabel).

Penelitian Rudy, Agus, dan Zahrotul menunjukkan, ekstrak batang pisang ambon berepran ganda. Bahan alami itu meningkatkan daya hidup sekaligus pertumbuhan larva nila. Ada apa di gedebok pisang? Abung Maruli Simanjuntak menyingkap kandungan aktif gedebok. Periset di Program Studi Ilmu Akuakultur Sekolah Pascasarjana IPB itu menemukan senyawa aktif flavonoid, hidroquinon, saponin, steroid, triterpenoid, dan tanin.

Perubahan warna

Flavonoid berperan sebagai antioksidan dan antibakteri serta dapat menghambat pertumbuhan fungi yang bersifat patogen. Adapun saponin berfungsi sebagai antifungi dengan menurunkan tegangan permukaan membran sterol pada dinding sel jamur. Penambahan cairan ekstrak batang pisang tidak mengubah kualitas air meski warnanya berubah agak cokelat mirip seduhan teh. Perubahan warna air tidak mempengaruhi ikan anggota famili Cichlidae itu.

Gedebok atau batang pisang berfaedah ganda bagi ikan nila, meningkatkan pertumbuhan sekaligus sintasan.

Ada empat aspek untuk mengukur kualitas air, yakni suhu, pH, oksigen terlarut (DO), dan kadar amonia. Air dengan ekstrak batang pisang memiliki suhu, pH, DO, dan amonia sama dengan air tanpa perlakuan. Majariana menambahkan, “Prinsipnya pengaplikasian bahan apapun selama tidak terlalu banyak mengubah air akan aman.” Musababnya air merupakan habitat ikan sehingga jika ada perubahan sedikit saja akan berpengaruh terhadap kelangsungan hidup ikan.

Menurut periset di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor, Dr. Majariana Krisanti, S.Pi, M.Si., perlu penelitian lanjutan. “Penelitian lanjutan setidaknya satu musim tanam untuk melihat bagaimana pengaruh ekstrak batang pisang ambon terhadap pertumbuhan larva,” kata perempuan yang kerap disapa Maya itu. Pengolahan lahan sebelum tebar benih juga menjadi hal penting dalam meningkatkan daya hidup nila.

Wahyu Setiawan mengatakan, peternak yang mengolah lahan dan air untuk pembenihan mendapatkan sintasan 6080%. “Pengolahan lahan dan air meliputi pengeringan kolam, pemupukan, dan pengapuran menggunakan pupuk kandang dan probiotik. Setelah itu, perlu perendaman lahan selama lima hari sehingga pH netral 68. “Tujuannya untuk meningkatkan pertumbuhan zooplankton dan fitoplankton serta menjaga tingkat kepekatan air agar tidak terlalu jernih,” kata Wahyu.

Tata letak kolam tak kalah penting untuk segmen pembenihan. Sebaiknya sinar matahari dapat masuk sempurna terutama pada pagi hari. Menurut, menurut Wahyu, baru 3040% pembudidaya di Kabupaten Tasikmalaya yang menerapkan manajemen pengolahan lahan. Faktor lain, pemilihan benih unggul juga harus diperhatikan. Peternak hendaknya paham asal-usul benih nila untuk menjamin berasal dari keturunan induk pokok. (Sinta Herian Pawestri)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img