Trubus.id—Tanaman leilem tak asing bagi masyarakat Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara. Tanaman endemik Sulawesi Utara itu menjadi sayur yang ditambahkan olahan daging. Secara empiris masyarakat Minahasa memanfaatkan daun leilem (Clerodendrum minahassae) sebagai obat tradisional.
Sayang belum banyak pengujian secara ilmiah mengenai pemanfaatan leilem. Sehingga Dosen di Program Studi Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Trinita, Rolef Rumondor, S.Si., M.Si., menguji efek ekstrak etanol daun leilem terhadap kadar kreatinin, ureum, dan asam urat pada tikus putih.
Penelitian itu termaktub dalam BIOEDU Desember 2019. Periset menggunakan hewan percobaan berupa 20 tikus putih berbobot 150—200 g. Selanjutnya ia memberikan perlakuan kepada tikus yang terbagi menjadi 5 kelompok.
Kelompok I sebagai kelompok kontrol (P0) serta hanya mendapat pakan dan air minum. Kelompok II memperoleh perlakuan (inducer lithiasis) dengan etilen glikol 0,75% (P1) selama 14 hari. Sementara kelompok III menerima etilen glikol 0,75% dan Batugin (P2) selama 14 hari.
Kelompok IV diberi etilen glikol 0,75% selama 14 hari dan ekstrak etanol daun leilem berdosis 150 mg/kg bobot tubuh (P2) selama 14 hari. Adapun kelompok V mendapat etilen glikol selama 14 hari ditambah ekstrak etanol daun leilem berdosis 300 mg/kg bobot tubuh (P3) selama 14 hari.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun leilem berdosis 150 mg/kg bobot tubuh (BB) dan 300 mg/kgBB menurunkan kadar ureum, kreatinin, dan asam urat pada tikus dengan perlakuan etilen glikol.
Ekstrak etanol daun leilem berdosis 150 mg/kgBB lebih baik dalam menurunkan kadar ureum, kreatinin, dan asam urat tikus dibandingkan dengan dosis 300 mg/kgBB. Keampuhan daun leilem itu berkat kehadiran senyawa aktif seperti flavonoid, fenol, terpenoid, dan steroid.
Flavonoid adalah senyawa metabolit sekunder yang terdapat pada tanaman hijau, kecuali alga. Pemberian flavonoid dapat meningkatkan glomerular filtration rate (GFR). Peningkatan GFR pada ginjal mengakibatkan ekskresi ureum dan kreatinin juga meningkat. Dampaknya kadar ureum dan kreatinin dalam darah menurun.
