Friday, January 16, 2026

Upaya Dirjen Hortikultura Hasilkan Produk Berkualitas dan Berdaya Saing Tinggi

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id— Pengembangan produk hortikultura berkualitas dan berdaya saing menjadi fokus Kementerian Pertanian Indonesia dengan penerapan Good Agricultural Practices (GAP).

Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto, memperkenalkan konsep Kampung Flori yang bertujuan menjadikan kawasan florikultura terkonsentrasi dan berskala ekonomi.

“Kita fokus pada kampung flori yang sudah ada dan mengembangkan potensi kampung flori yang baru dengan dukungan inovasi teknologi greenhouse dan shadinghouse untuk menghasilkan produk yang berkualitas,” ujar Prihasto.

Sarana budidaya greenhouse dan shadinghouse florikultura dalam satu kampung flori setara dengan bangunan seluas 200 m², sementara tanaman florikultura tanpa teknologi tersebut memerlukan luas 5000 m².

Greenhouse dan shadinghouse berfungsi sebagai bangunan peneduh, menciptakan kondisi lingkungan yang optimal untuk pertumbuhan tanaman. Tanaman seperti krisan, anggrek, dan mawar sangat membutuhkan greenhouse, sementara shadinghouse cocok untuk tanaman hias daun.

Sejak 2021, Direktorat Jenderal Hortikultura telah membangun 181 Kampung Flori di wilayah sentra produksi dan pengembangan tanaman hias. Fasilitasi Bantuan Sarana Produksi Florikultura telah mengalokasikan 80 unit Green House dan 28 unit shadinghouse.

Dalam upaya memperluas penyebaran informasi teknologi budidaya, produksi, dan pasar, serta menyosialisasikan Kampung Flori kepada masyarakat luas, diselenggarakan Focus Group Discussion (FGD) tentang penyusunan katalog greenhouse dan shadinghouse.

FGD ini secara resmi dibuka oleh Direktur Buah dan Florikultura, Liferdi Lukman, di Jakarta pada akhir Oktober tahun ini. Liferdi menyampaikan bahwa peran greenhouse dan shadinghouse sangat penting untuk pemenuhan kuantitas, kualitas, dan kontinuitas produksi.

“Katalog ini menggambarkan keberhasilan pembangunan greenhouse dan shadinghouse yang merupakan fasilitasi bantuan APBN Ditjen Hortikultura TA 2021-2023 pada lokasi pengembangan kampung flori serta peluang terbentuknya jejaring kerja sama antara petani florikultura dengan pelaku usaha florikultura,” terang Liferdi, dilansir dari Direktorat Jenderal Hortikultura.

Narasumber dari Dinas TPH Perkebunan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Cianjur, Yatti, yang mendapatkan bantuan greenhouse sejak tahun 2018, mengungkapkan apresiasinya.

“Sudah 5 tahun kami mendapatkan bantuan dengan luas 5.050 m² untuk 19 kelompok tani dan produksi krisan meningkat dari 66.560 ribu tangkai pada 2021 menjadi 119.550 ribu tangkai pada 2022,” ujar Yatti.

Kabupaten Cianjur, sebagai sentra krisan, menjadi salah satu contoh keberhasilan dengan nilai ekonomi tinggi dan potensial untuk dikembangkan. Saat ini, terdapat 705 petani krisan dengan luas areal 1.195.423 m² dan jumlah greenhouse mencapai 2.437 unit, yang merupakan hasil swadaya masyarakat.

Pengembangan Kampung Flori dengan teknologi greenhouse dan shadinghouse diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan produksi, kualitas, dan daya saing florikultura Indonesia di pasar global.

Dengan terus mendorong inovasi dan kolaborasi antara petani dan pelaku usaha florikultura, Kementerian Pertanian berkomitmen untuk memajukan sektor hortikultura tanah air.

Artikel Terbaru

Mengenal Superflu: Benarkah Ini Penyakit Baru?

Belakangan ini istilah "superflu" mendadak ramai dibicarakan. Menurut dosen dari Fakultas Kedokteran, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. dr. Desdiani,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img