Khasiat Sawi untuk Ginjal

Rekomendasi

Trubus.id— Dokter di Rumah Sakit dr. Sardjito, Daerah Istimewa Yogyakarta, Prof. Dr. dr. Nyoman Kertia, Sp.P.D, menuturkan batu ginjal terbentuk akibat penggumpalan kristal berukuran kecil seperti pasir dari zat-zat sisa hasil sekresi tubuh.

Batu ginjal sering terbentuk dari kalsium berlebihan. Hal itu, karena terlalu sering mengonsumsi makanan berkalsium tinggi seperti kacang-kacangan dan minuman berpemanis buatan.

Warga di Kecamatan Hamparanperak, Kabupaten Deliserdang, Provinsi Sumatra Utara, Ilham Saputra meradang akibat batu ginjal. Ia kerap nyeri pinggang sejak 2008. Puncak rasa sakit yang tak terlupakan terjadi pada 2011.

Saat Ilham berkemih terlihat urine berwarna kemerahan. Ia segera memeriksan diri ke salah satu rumah sakit di Kota Medan, Sumatra Utara. Hasil rontgen menunjukkan terdapat batu ginjal sebesar bulir padi.

“Air tanah untuk minum sehari-hari pun ternyata memiliki kandungan zat besi tinggi. Bisa jadi itu juga salah satu pemicu batu ginjal,” kata Ilham.

Untuk meredakan batu ginjal yang diderita Ilham, dokter menyarankan operasi menggunakan laser. Saat menunggu jadwal operasi, Ilham mendapat saran dari kolega untuk meminum air rebusan sawi.

Ilham memotong seikat sawi sekitar 300 gram. Merebus sawi dengan 800 ml air. Hasil rebusan cukup untuk 4 gelas. Ilham rutin mengonsumsi 2 gelas saat pagi sebelum sarapan dan 2 gelas setelah makan malam.

Ilham menuturkan, sepekan berselang setelah rutin mengonsumsi air rebusan sawi terdapat serpihan kecil yang keluar saat berkemih. Gejala batu ginjal berkurang dan Ilham membatalkan operasi.

“Total selama 3 bulan serpihan batu keluar bersama urine saat berkemih,” kata pria berumur 33 tahun itu.

Ia mengaku terakhir merasakan gejala sakit pinggang pada 2016. Kemudian rutin lagi mengonsumsi rebusan sawi dan sembuh.

Menurut dokter sekaligus peneliti herba di Wellness Center Hortus Medicus Tawangmangu, RSUP dr.Sardjito, dr. Danang Ardiyanto, sawi tidak lazim untuk mengentaskan batu ginjal.

 “Belum ada riset sawi untuk meredakan batu ginjal,” kata Danang.

Ciri  herba untuk meredakan batu ginjal antara lain mengandung senyawa steroid, terpenoid, tanin, dan saponin. Senyawa itu berperan mengikis ukuran batu ginjal, menurunkan kecepatan kristalisasi, meningkatkan kelarutan, dan diuretik sehingga membuang batu keluar bersama urine.

Anda dapat memilih herba yang teruji secara riset untuk mengentaskan batu ginjal.

Untuk mencegah terbentuknya batu ginjal, dr. Nyoman Kertia menyarankan untuk mengonsumsi 2—3 liter air putih per hari. Air membantu membersihkan organ ginjal sehingga tidak ada penumpukan zat-zat hasil sekresi tubuh.


Artikel Terbaru

UNAIR Kembangkan “Malaiscope”, Sistem Cerdas Deteksi Malaria Berbasis Klasifikasi Sel Darah

Keterbatasan akses layanan kesehatan di wilayah terpencil masih menjadi tantangan serius dalam penanganan penyakit menular di Indonesia, termasuk malaria....

More Articles Like This