Trubus.id— Ketogenik—berasal dari kata keto yang berarti lemak—merupakan pola makan tinggi lemak dan rendah karbohidrat.
Menurut pegiat dan professional coach diet ketogenik bersertifikat, Annas Ahmad, pelaku diet ketogenik menghindari konsumsi semua jenis karbohidrat (termasuk dari sayur tinggi karbohidrat) dan gula (termasuk dari buah manis).
Pelaku diet ketogenik lebih banyak mengonsumsi lemak, baik nabati maupun hewani. Dalam beberapa referensi ketogenik menganjurkan konsumsi 70—75% lemak, 15—30% protein, dan 5% karbohidrat.
VCO menjadi salah satu sumber lemak sehat dalam diet ketogenik. Pelaku diet sebaiknya mengonsumsinya, terutama saat memulai diet ketogenik. Anjuran konsumsi minyak kelapa murni pada pagi hari bersama teh atau kopi tanpa gula sebagai pengganti sarapan.
Dosisnya cukup sesendok makan. Konsumsi minyak perawan—sebutan lain VCO— berikutnya setelah makan siang. Menurut Annas VCO mengandung medium chain triglyceride (MCT) atau trigliserida rantai menengah.
Cara metabolisme MCT berbeda dengan lemak lain. Proses penyerapan rantai menengah dalam VCO langsung melalui vena portal, yaitu pembuluh darah yang berfungsi membawa darah dari saluran gastrointestinal, kantong empedu, pankreas, dan limpa, ke hati.
VCO mudah dan cepat dikonversi menjadi energi dari bahan bakar keton di lever. Makin cepat keton muncul, makin cepat metabolisme ketosis berjalan. Ketersediaan keton juga mencegah tubuh dari proses glukoneogenesis, yaitu terbentuknya glukosa baru dari bahan selain karbohidrat, misalnya protein.
Manfaat lain dari minyak kelapa murni takni berperan menghindari timbulnya gejala hipoglikemik pada masa transisi ketosis, yakni pada 2—3 hari pertama diet ketogenik. Setelah menjalani diet ketogenik selama 1—2 pekan, MCT dapat meningkatkan toleransi protein sehingga menjaga kondisi kadar gula darah dan hormon insulin rendah.
