Trubus.id-Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus mengoptimalkan potensi perikanan Sulawesi Utara (Sulut) guna mendorong ekspor komoditas perikanan nasional. Selama empat tahun terakhir, volume ekspor dari provinsi tersebut menunjukkan tren peningkatan dan telah menembus pasar di 42 negara.
Kepala Badan Mutu KKP, Ishartini, menyampaikan bahwa kinerja ekspor Sulut semakin membaik dari sisi kuantitas maupun kualitas. Sulut kini termasuk dalam 10 besar provinsi dengan nilai ekspor terbesar bersama Jawa Timur, DKI Jakarta, Banten, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, Jawa Tengah, Bali, dan Jawa Barat.
Melansir pada laman KKP, berdasarkan data, volume ekspor Sulut sejak 2021 hingga 2024 tercatat sebanyak 20.838 ton, 23.386 ton, 25.530 ton, dan 28.056 ton. Nilai ekspor tertinggi dicapai pada 2024 dengan total USD 162.690.296 atau sekitar Rp 2,6 triliun (mengacu kurs Desember 2024).
Dari 42 negara tujuan, 10 negara utama adalah Amerika Serikat, Arab Saudi, Jepang, Australia, Thailand, Vietnam, Hong Kong, Korea, Belanda, dan Kanada. Keberhasilan ini menunjukkan daya saing produk perikanan Sulut yang semakin kuat di pasar internasional.
Komoditas unggulan yang diekspor antara lain tuna, cakalang, tongkol, kerapu, layang, ikan asap, goby, rumput laut, dan marlin. Total ada 34 jenis komoditas perikanan yang berhasil menembus pasar global.
Untuk meningkatkan kepercayaan konsumen luar negeri, Badan Mutu KKP melakukan sembilan jenis sertifikasi. Sertifikasi ini menjadi syarat utama untuk memenuhi standar mutu dan keamanan pangan di negara tujuan ekspor.
Jenis sertifikasi yang diterapkan meliputi perbenihan, pembesaran, produksi dan distribusi obat ikan, kelayakan pengolahan ikan (SKP), HACCP, pakan ikan, penanganan ikan di atas kapal, serta sistem distribusi komoditas perikanan (SPDI). Upaya ini memperkuat daya saing dan keberterimaan produk perikanan Sulut di pasar global.
Ishartini menegaskan bahwa peningkatan volume ekspor menunjukkan bahwa sertifikasi mutu berperan penting dalam meningkatkan kepercayaan konsumen. Pihaknya juga terus menjalin sinergi dengan OPD terkait untuk menjaga mutu di pasar ekspor dan domestik.
Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyatakan bahwa pembentukan Badan Mutu KKP merupakan langkah strategis. Lembaga ini berperan dalam menjamin mutu komoditas perikanan dari hulu ke hilir demi mendorong diversifikasi ekspor dan kesejahteraan masyarakat perikanan daerah.
