Trubus.id—Papaya ring spot virus (PRSV) menjadi momok bagi pekebun pepaya. Virus itu muncul akibat terbawa stilet dan ditularkan oleh kutu daun yaitu Myzus persicae dan Aphis gossypii. PRSV juga menyerang tanaman anggota famili Cucurbitaceae lainnya.
Menurut peneliti hama dan penyakit di BRIN, Affandi, S.P., M.Sc, Ph.D., pekebun harus mengendalikan serangga Myzus persicae dan Aphis gossypii yang menjadi vektor PRSV.
Hindari menanam tanaman yang menjadi inang alternatif kutu daun (aphid) seperti tanaman kelompok kacang-kacangan dan mentimunan (famili Cucurbitaceae) di sekitar kebun pepaya.
Gejala awal berupa bercak kuning tidak merata pada daun dewasa. Kadang sampai sobek terkoyak karena virus menggerogoti dinding jaringan. Daun muda tumbuh mengecil seperti tali (shoe-string), sehingga mahkota tanaman terlihat kecil. Warna tangkai yang biasanya hijau muda pun berubah menjadi hijau gelap bergaris.
Pada buah muncul cincin atau tanda menyerupai huruf C. Pada buah muda, bercak cincin berwarna hijau lebih gelap daripada warna kulit buah. Permukaan daun rusak dan daun muda yang mengecil menyebabkan produktivitas tanaman menurun. Tingkat kemanisan buah berkurang.
Gejala umumnya muncul 2—3 pekan setelah tanaman terinfeksi. Penyebaran penyakit itu lebih cepat saat jumlah serangga kecil itu melimpah. Namun, virus bersifat nonpersisten alias tidak melipatgandakan diri dalam tubuh serangga. Virus tidak bisa bertahan hidup di tanah atau di sisa tumbuhan yang membusuk.
Serangga lain seperti belalang, kupu-kupu, atau ulat tidak bisa menyebarkannya lantaran mereka tidak mengisap cairan daun. Tidak juga menyebar lewat biji. Virus dapat dipindahkan melalui inokulasi mekanis.
Jika telanjur terserang penyakit, mau tidak mau pekebun harus melakukan eradikasi karena penyakit akibat serangan virus tidak dapat disembuhkan.
Jika terserang virus, maka solusinya tebang tanaman. Selanjutnya, musnahkan dengan cara dibakar. Sterilisasikan alat-alat untuk menebang menggunakan alkohol 70% atau dibakar.
Tujuannya agar alat itu tidak menularkan virus ke tanaman lain. Hindari juga menggunakan bagian tanaman yang sakit untuk benih. Misal biji dari buah yang terserang penyakit atau setek tunas dari tanaman terinfeksi.
