Sunday, April 12, 2026

Cara Menanam Durian agar Cepat Berbuah: Teknik dari Penelitian Pertanian Modern

Rekomendasi
- Advertisement -

Menanam durian agar cepat berbuah tidak lagi hanya mengandalkan pengalaman turun-temurun. Kini penananam durian semakin berbasis pada hasil penelitian pertanian modern yang menekankan pengelolaan fase vegetatif dan generatif tanaman. Hartmann and Kester’s dalam Plant Propagation: Principles and Practices menunjukkan bahwa percepatan berbuah sangat ditentukan sejak tahap awal penanaman.

Terutama pemilihan bibit hasil perbanyakan vegetatif seperti okulasi atau sambung pucuk. Bibit okulasi memiliki sifat genetik sama dengan induknya sehingga fase juvenil lebih singkat dibandingkan bibit dari biji yang bisa memerlukan waktu 8—10 tahun untuk berbuah. Oleh karena itu, penggunaan bibit unggul hasil okulasi menjadi fondasi utama dalam sistem budidaya durian modern yang berorientasi produksi cepat.

Pemupukan berimbang menjadi faktor kunci berikutnya dalam mempercepat pembungaan dan pembuahan durian. Pada fase vegetatif awal, tanaman memerlukan nitrogen (N) untuk mendukung pertumbuhan daun dan batang. Namun kelebihan nitrogen justru dapat menunda pembungaan. Penelitian Marschner dalam Mineral Nutrition of Higher Plants menunjukkan bahwa peralihan menuju fase generatif harus diikuti peningkatan unsur fosfor (P) dan kalium (K).

Alasannya karena kedua unsur itu berperan dalam pembentukan bunga, buah, dan penguatan jaringan tanaman. Praktik pemupukan modern menganjurkan penyesuaian dosis berdasarkan umur tanaman dan analisis tanah. Tujuannya agar pertumbuhan vegetatif tidak berlebihan dan energi tanaman dapat dialihkan ke pembentukan bunga.

Pengairan juga berperan strategis dalam mengatur keseimbangan vegetatif dan generatif durian. Studi Taiz dan rekan dalam Plant Physiology and Development menunjukkan bahwa stres air ringan yang terkontrol dapat merangsang pembungaan pada tanaman tahunan, termasuk durian. Caranya menekan pertumbuhan vegetatif dan memicu sinyal fisiologis pembentukan bunga.

Dalam praktik lapangan, pengurangan penyiraman sementara pada tanaman durian dewasa sering diterapkan untuk merangsang pembungaan. Kemudian diikuti pengairan cukup saat bunga muncul agar buah tidak rontok. Teknik ini harus dilakukan hati-hati karena stres air berlebihan justru dapat merusak tanaman.

Pengendalian pertumbuhan vegetatif menjadi pendekatan penting dalam teknologi budidaya durian modern. Pemangkasan tajuk, pengaturan cabang, dan pembatasan tunas air bertujuan mengurangi dominasi vegetatif sehingga fotosintat dapat dialokasikan ke organ generatif.

A. Singh dalam Fruit Crops: Physiology, Production and Management menjelaskan bahwa pemangkasan selektif dapat meningkatkan intensitas cahaya dalam kanopi dan mempercepat pembungaan pada tanaman buah tropis. Dengan kombinasi pemangkasan, pemupukan tepat, pengairan terkontrol, dan penggunaan bibit okulasi, durian dapat dipacu berbuah lebih cepat secara ilmiah dan berkelanjutan tanpa mengorbankan kesehatan tanaman jangka panjang. (Naya Maura Denisa)


Artikel Terbaru

Mengubah Sampah Jadi Listrik di TPPAS Galuga Bogor: Peluang dan Tantangannya

Rencana menyulap tumpukan sampah menjadi energi listrik di Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Galuga, Kabupaten Bogor, Provinsi...

More Articles Like This