Tuesday, November 29, 2022

Welcome to My Paradise 2007 : Celine Bangkit dari Kekalahan

Rekomendasi

Di pertengahan April 2007-saat Jakarta Dog Contest 2007-Celine kurang tanggap mendengar aba-aba juri saat lomba lari. Langkah klangenan Yohannes Kendy dari Bekasi, Jawa Barat, itu sempat tersendat di garis start. Wajar, ‘Reaksinya masih tertinggal beberapa detik dari sang juara,’ kenang Yohannes. Namun, setelah berlatih selama 8 bulan, golden retriever berumur 3,5 tahun itu lebih siap.

Saat berada di garis start telinganya siaga mendengarkan perintah. ‘Satu…dua…tiga,’ teriak Derrick, pembawa acara, sebagai tanda lomba dimulai. Celine langsung tancap gas, berlari. Tepukan tangan dan histeria pengunjung memicu semangat Celine untuk cepat mencapai garis akhir. Hasilnya, lintasan sepanjang 3 m itu dilahap dalam waktu 5 detik.

Alpo, sang penantang, bukan tanpa usaha. Kaki golden retriever berumur 8 bulan itu seakan tak sabar melintasi arena lomba berkarpet merah. Sayang, langkah kakinya kalah cepat 2 detik dari Celine. Nasib serupa dialami Alda. Klangenan Victoria dari Jakarta Timur itu canggung melintasi karpet merah. Itu tampak dari langkahnya yang tersendat-sendat saat berlari. Karena itu Alda harus puas berada di posisi ketiga setelah Alpo.

Makan cepat

Selain balap lari, digelar lomba makan cepat. Di sanalah impian Alpo mendapatkan piala tertinggi terwujud. Ia mampu mengalahkan 25 kontestan yang berbaris rapi di arena lomba sepanjang 3 m. Saat pembawa acara meneriakkan aba-aba, Alpo bak kesetanan. Dalam waktu 15 detik piring plastik berisi 300 g dogfood sudah bersih. ‘Wah, cepat sekali. Mungkin itu gara-gara banyak membuang energi saat lomba lari,’ kata Anita Theresia, sang pemilik dari Pulomas, Jakarta Timur. Padahal, pukul 07.00 WIB, Alpo sudah menyantap sarapan campuran 300 g dogfood, nasi, dan kaldu daging.

Nafsu makan Amigo tak kalah besar. Golden retriever berumur 8 bulan itu berhasil menghabiskan dogfood dengan porsi sama. Namun, ia dinyatakan kalah karena terpaut 2 detik dari Alpo. ‘Kejadian ini sama seperti kontes di Kemayoran, Jakarta Utara, 4 bulan lalu. Alpo menjadi juara pertama disusul oleh Amigo,’ kenang Anita. Amigo berbobot 32 kg itu harus tunduk pada Alpo yang hanya berbobot 30 kg.

Kemeriahan lomba makan cepat juga terjadi pada trah kecil. Sebanyak 20 peserta, terbagi dalam 10 baris, seakan tak sabar menyantap 100 g dogfood yang tersaji. Miguel contohnya. Hidung beagel andalan Keiko itu mengendus-endus piring plastik berisi pakan. Saat pembawa acara memberi tanda dimulai, Miguel langsung menyambar piring itu. Dalam waktu kurang dari semenit piring telah kosong. Atas kecepatan itu Miguel diganjar kampiun balap makan.

Cantik-cantikan

Pada acara itu juga digelar kontes adu cantik-cantikan yang diikuti 16 kontestan dari trah shih tzu, labrador, golden retriever, dan chihuahua. Mereka tampil habis-habisan memamerkan gaya busana. Yang paling menonjol adalah Piyo. Pomeranian itu tampil serasi dengan Erlina, sang pemilik dari Gajah Mada, Jakarta Pusat. Mereka mengenakan kostum garis biru dan putih. ‘Temanya marine alias kostum angkatan laut Amerika Serikat,’ ungkap Erlina.

Piyo berlenggak-lenggok bak peragawati di atas catwalk merah. Untuk menarik perhatian para juri, Piyo juga melakukan atraksi berdiri dengan 2 kaki, duduk dan menari. Tak hanya para juri yang terpikat, pengunjung pun terpesona oleh gaya Piyo. ‘Piyo memang suka bergaya. Ia mudah dilatih untuk gerakan-gerakan unik seperti itu,’ tutur Erlina. Modal itulah yang membawa Piyo dinobatkan sebagai jawara fashion show.

Gaya busana Bevin pun menarik perhatian. Tampil serasi dengan Budi, sang pemilik, ia bergaya bak penjemput pengantin. Itu tergambar dari setelan jas dan bunga di saku kanan. Sayang, penampilan itu belum cukup mengalahkan Piyo. Nasib serupa menimpa Matthew. Meski tampil jor-joran dengan seragam kotak-kotak campuran putih dan hijau, Matthew belum mampu menggoyahkan pesona Piyo. Sebab itu Matthew hanya menduduki posisi ketiga.

Serangkaian lomba yang digelar pada 2 Desember 2007 di Kelapagading Hypermall itu diikuti 88 anjing dari berbagai trah: shih tzu, beagle, rottweiler, dan golden retriever. ‘Acara ini bertujuan untuk mempererat hubungan antarpencinta anjing ras,’ kata Alvin Dharma, panitia penyelenggara dari Dream Creator. Selain itu, serangkaian acara digelar untuk menciptakan suasana ceria di penghujung tahun. (Lastioro Anmi Tambunan)

 

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Robusta Rasa Kelapa

Trubus.id — “Kopi arabikanya enak.” Itulah yang kerap terucap dari para penikmat kopi ketika mencicipi kopi asal Desa Tamansari,...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img