Wednesday, January 28, 2026

Willy Wong :Berkebun di Atap Rumah

Rekomendasi
- Advertisement -
Aneka tabulampot di dak sangat cocok karena terpapar sinar matahari penuh. (Dok. Trubus)

Tidak memiliki lahan bukan alasan untuk tak berkebun. Willy Wong memanen beragam buah karena berkebun di dak rumah.

Willy Wong memiliki aneka tabulampot sejak 2005.

Trubus — Tempat “kerja” Willy Wong berubah pada Ahad. Ia beralih ke dak rumahnya berlantai tiga. Warga Sunteragung, Tanjungpriok, Jakarta Utara, itu mengurusi ragam tanaman buah dalam pot (tabulampot) miliknya di atap lantai tiga. Bahkan Willy kerap “bekerja” mulai pukul 09.00—22.00 setiap Ahad. Artinya ia menghabiskan waktu 13 jam untuk merawat koleksi tabulampotnya. Meski begitu Willy menikmati rutinitas itu.

Sang istri kerap mengingatkan Willy untuk makan malam atau menghentikan aktivitas berkebun lantaran sudah larut malam. “Karena sudah hobi sehingga lupa waktu,” kata pria yang bertabulampot sejak 2005 itu. Ada sekitar 25 tabulampot di dak rumah Willy seluas 400 m2. Beberapa jenis buah seperti mangga, srikaya jumbo, jambu citra, matoa, plum australia, dan pir korea tumbuh subur dan produktif. Panen buah berkesinambungan karena koleksi tabulampot relatif banyak.

Segar

Hampir setiap pekan ia memanen aneka buah segar dari dak rumah. Willy pun dapat menikmati beberapa buah yang jarang ditemui di toko seperti jambu jamaika. “Orang-orang seumuran saya yang kangen jambu bol otomatis terlampiaskan dengan mengonsumsi jambu jamaika,” kata pria berumur 58 tahun itu. Ia memang kerap membagikan hasil panen kepada kerabat dan kawan.

Keuntungan bertabulampot yang paling utama yaitu dapat merasakan buah berkualitas premium. Oleh sebab itulah, Willy hanya memanen buah yang masak pohon. Tujuannya agar dapat menikmati kelezatan dan kesegaran buah. Ia sangat puas menyantap srikaya jumbo berbobot 0,8—1 kg dari tabulampot. Bahkan beberapa kali Willy memanen srikaya jumbo berbobot 1,8 kg. Meski berbobot jumbo, kualitasnya tetap sama. Srikaya jumbo itu wangi dan bercita rasa manis.

Jambu citra salah satu koleksi tabulampot Willy Wong.

Buah hasil panen sendiri berbeda dengan buah sejenis di pasar swalayan. “Yang dijual buah mentah yang dipaksakan masak,” kata pemilik beberapa toko elektronik di Glodok, Tamansari, Jakarta Barat, itu. Dampaknya kualitas buah tidak optimal. Teman-teman Willy sangat senang ketika menerima kiriman buah hasil panen tabulampot. Hasil panen maksimal lantaran ia merawat semua tanaman buah dengan serius dan telaten. Tidak heran jika Willy memerlukan waktu hingga 13 jam untuk merawat semua tabulampot setiap Ahad.

Pria kelahiran Jakarta itu juga kerap mengunjungi dak sebelum dan setelah bekerja. Ia menempatkan semua tanaman buah itu di pot berdiameter satu meter. Pemilihan pot besar agar memudahkan penggantian media tanam. Sekam dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1 menjadi media tanam pilihan Willy. Ia mengandalkan pupuk kandang dan NPK sebagai sumber nutrisi tabulampot. Willy menyadari betul tanaman hanya mendapatkan hara dari pot. Jadi, ia menambahkan 10 kg pupuk kandang untuk 3—4 pot setiap dua pekan. Pemberian segenggam NPK per pot setiap bulan.

Tantangan

Pergantian media tanam sala hsatu kunci sukses bertabulampot. (Dok. Willy Wong)

Willy juga memberikan zat pengatur tumbuh (ZPT) pabrikan setiap 8—12 bulan untuk tanaman tertentu seperti mangga. Dosisnya 5 cc ZPT dilarutkan dengan 1 liter air. “Perawatan utama yakni pergantian media tanam setiap dua bulan,” kata ayah tiga anak itu. Ia menggemburkan media tanam lama, mencampur dengan media tanam baru. Adapun perbandingan 1:2. Itulah sebabnya tidak ada media tanam yang terbuang.

Upayakan akar utama tidak terganggu sehingga tanaman tidak stres. Penyiraman sekali sehari sekitar pukul 18.00 setelah pulang kerja. Kunci sukses lain bertabulampot ala Willy yakni pemangkasan. Ia memotong dahan yang terlalu tinggi dan merusak keindahan sosok tanaman.

Selain itu, pemilik tabulampot pun mesti mengenal karakteristik masing-masing tanaman buah. Misal tunas ujung pada srikaya jumbo harus diibuang agar bunga muncul. Perlakuan pada anggur beda lagi. Setelah panen, pemilik mesti menggunduli semua daun Vitis vinifera. Willy memperoleh semua informasi itu dari praktisi dan pedagang tabulampot serta pengalaman.

Kini para tetangga dan kolega kerap bertanya seputar tabulampot kepada Willy. Ia juga menularkan keinginan bertabulampot kepada tetangga. “Saya sudah membagikan ratusan pot buah tin gratis sejak 2014,” kata penikmat durian itu. Sejatinya hobi bertabulampot muncul ketika Willy bermaksud menghijaukan dak yang gersang. (Riefza Vebriansyah)

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img