Tuesday, August 9, 2022

Yang Beracun, Yang Berfaedah

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Daun jarak lazim dimanfaatkan untuk mengatasi perut kembung. Ada pula yang menggunakannya untuk pereda panas dengan menempelkan di dahi. Sari pati daunnya dikonsumsi sebagai obat batuk dan antiseptik setelah melahirkan. Tak hanya di Indonesia, di berbagai negara di Asia, Afrika, dan Amerika Latin pun daun jarak berfaedah sebagai obat.

Di Mali, racikan daun anggota famili Euphorbiaceae itu dipakai untuk pengobatan malaria. Biji ditumbuk dan disaring airnya. Selain daun, yang juga berfaedah sebagai obat adalah biji yang dibalut tempurung keras berwarna hitam.

Biji itu berguna sebagai pencuci perut (purgative). Itu kebiasaan yang terpelihara di Afrika. Air rebusan biji, daun, atau kulit batang ampuh mengurangi sakit rematik dan radang. Sampai saat ini penggunaan biji sebagai obat masih kontroversial, lantaran ditemukannya efek iritasi dan racun dalam bijinya. Diduga efeknya tergantung tingkat kekebalan dan ukuran pemakaian.

Bagi penderita pneumonia alias radang paru-paru dan sipilis, harapan kesembuhan dapat digantungkan pada rebusan akar jarak. Ramuan itu juga tokcer melawan penyakit cacingan. Namun, perempuan berbadan dua dilarang meminum rebusan biji, lantaran bisa memicu keguguran. Kulit batangnya berfaedah untuk mengobati encok, kelumpuhan, dan menghaluskan kulit. Di Meksiko pemakaiannya lebih beragam. Getah balacai hisa ?sebutannya di Ternate -digunakan untuk mengobati infeksi cendawan dalam mulut, sariawan, bengkak tersengat lebah, dan gangguan pencernaan anak.

Terbukti medis

Apa rahasianya sehingga jarak begitu hebat menggempur beragam penyakit? Riset membuktikan, ekstrak etanolik dalam daun dan ranting menunjukkan aktivitas in vivo dan in vitro melawan p-388 lymphocitic leukimia, sel asal leukimia.

Di Filipina rahasia biji menyembuhkan penyakit perut terkuak. Bukti medis menunjukkan, senyawa kimia di dalamnya ampuh melawan cacing hati Lymneae auricularia, patogen penyebab penyakit perut.

Minyaknya berhasil memberantas keong emas dan keong vektor dari schistosome manusia. Schistosomiasis adalah penyakit manusia yang disebabkan oleh cacing darah dari genus Schistosoma. Schistosome bersifat endemik di 70 negara tropis dan subtropis, menginfeksi lebih dari 200-juta manusia.

Secara umum biji kadam -sebutan di Nepal -, minyak, dan bungkilnya beracun bagi manusia dan hewan. Sifat ini seperti berkah bagi pekebun jarak lantaran hama perusak relatif sedikit. Dalam suatu percobaan ilmiah di Veracruz, Meksiko, biji mentah atau yang dimasak bisa membunuh tikus dalam 2 -3 hari. Sementara minyak dan bungkilnya sedikit lebih lama.

Pada 1854, sebanyak 30 anak di Birmingham, Inggris, mengalami keracunan biji. Mereka mengalami dehidrasi klinis. Biji kasumba Bixa orellana digunakan sebagai obat penawar. Sementara di Afrika Selatan, para tabib langsung meracik ekstrak Peltrophorum africanum, sejenis plum afrika, bagi pasien keracunan biji jarak. Walau begitu di berbagai literatur pernah muncul cerita, masyarakat Rio Hondo, Meksiko, menggunakan minyaknya untuk memasak.
Riset kesehatan menyatakan, phorbol ester, senyawa aktif dalam jarak pagar, mampu mengaktifk an protein kinase C (PKC), enzim kunci dalam penyaluran sinyal dan pengembangan sebagian besar sel dan jaringan. PKC mempengaruhi kerja protein pengatur pertumbuhan, saluran ion, dan gen. Jika berlebih PKC dapat memicu tumorgenesis, awal tumbuhnya tumor. Karena itu pemakaian pada manusia tidak boleh sembarangan, harus diawasi ketat.

Pengendali erosi

Jarak pagar tidak hanya berkecimpung di dunia kesehatan dan pengobatan. Bagi lingkungan perannya tidak dianggap remeh. Habel meluk -nama jarak pagar di Arab -merupakan jenis tanaman semak atau pohon yang tahan kekeringan. Ia ditanam meluas di Afrika Tengah, Afrika Selatan, Asia Tenggara, dan India. Seperti jenis jarak lain, J. curcas termasuk sukulen dan meranggas selama musim kemarau. Kemampuannya untuk bertahan hidup pada kondisi dan curah hujan yang rendah membuatnya berguna sebagai pengendali erosi.

Jarak tidak hanya mencegah ternak liar memasuki lahan, tetapi dapat mengurangi erosi angin. Jika ditanam secara paralel terhadap kemiringan lahan sanggup memperbaiki tanah yang sempit, sehingga membantu mengendalikan erosi air.

Saat akar tanaman tumbuh rapat di atas permukaan tanah, ia berfungsi laiknya dam mini atau tunggul, memperkuat remah tanah. Dam alam itu memperlambat hanyutnya tanah saat hujan lebat. Efeknya makin banyak air yang terserap tanah dan bisa diserap oleh tanaman budidaya.

Bungkil padat yang tersisa setelah proses ekstrasi minyak merupakan pupuk organik yang sangat baik. Komposisi mineralnya sebanding dengan pupuk kandang ayam. Tak heran jika pekebun kentang di Lisbon, Portugal, memakainya sebagai pupuk.

Di bidang peternakan yu lu tzu ?nama jarak di Cina -juga berfaedah sebagai pengganti daun murbei, pakan ulat sutra. Sedangkan bungkil, sisa olahan biji jarak, sebagai pakan ternak setelah melalui proses pemanasan dan kimia.

Fungsinya untuk menghilangkan kandungan racun: lectin dan phorbol ester. Proses pemanasan menonaktifk an lectin secara total, sedangkan phorbol ester hanya dapat dikurangi kadar racunnya hingga 50 ppm melalui proses kimia. Bungkil yang sudah didetoksifi kasi mengandung protein tinggi dibandingkan kedelai. Sayang, secara ekonomi ia kalah bersaing dibanding anggota kacang-kacangan.

Pestisida

Di bidang pertanian organik, minyak kasar jarak diformulasikan sebagai pestisida nabati. Konsentrat daunnya bersifat racun bagi kumbang pemakan jagung Callosubruchus chinensis dan kumbang pemakan biji Sitophilus zeamays. Efek sama juga berlaku bagi lalat rumah Musca domestica . Meskipun tidak sensitif, kepompong M. domestica yang terkena minyak jarak akan tumbuh lebih kecil. Akibatnya lalat dewasa tumbuh kerdil, sayap berkerut. Hasil akhirnya populasi total menurun sekitar 40 -60%.

Dewasa ini penggunaan minyak jarak untuk pengendalian hama pengganggu di perkebunan kapas mulai dilirik. Terutama untuk menanggulangi hama perusak kapas Helicowerpa armigera dan penangkap bunga kapas Amorphoidea lata . Pada tanaman shorgum ia melawan Sesamia calamistis dan Busseola fusca , hama pengerat batang. Sayang pemakaian secara luas belum ada laporan. Begitulah berbagai sisi jarak pagar yang multimanfaat. Pantas jika ia disebut tanaman multiguna dan multifungsi, bagi manusia dan alam. (Andi Nur Alam Syah, STMT, peneliti di Balai Besar Penelitian Pascapanen Pertanian Bogor)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img