Thursday, December 8, 2022

Yang Cebol Incaran Kolektor

Rekomendasi

Penampilannya sangat beda dengan sanseviera yang banyak terpapar di pekarangan. Gold fl ame terlihat unik. Lidah mertua pada umumnya berdaun panjang seperti pedang, berwarna hijau dengan border kuning. Sementara si emas berdaun pendek—30 cm—, susunan daun roset dan bermotif seperti batu onix. Jika daunnya banyak, sosok tanaman lebih kompak dan cantik.

Saat ini tren baru sanseviera mengarah pada yang bersosok cebol dan kompak. Pantas Fransiscus Wiratmahusada, kolektor tanaman hias di Semarang sudi mendatangkan gold fl ame dari Fhilipina 1 tahun lalu. Tanaman itu sebetulnya berasal dari salah satu nurseri terkenal di Amerika Serikat. “Kemungkinan hasil seleksi dari Huntington Botanical Garden di Amerika Serikat. Karena penampilannya istimewa, banyak nurseri di dunia mengambilnya untuk diperbanyak,” kata Fransiscus.

Menurut Frans, di luar gold fl ame, masih banyak sanseviera cebol yang diburu kolektor. Semuanya cocok untuk dipajang sebagai tanaman indoor. Di antaranya hahnii spiral, copper stone, gravilis, dan sanseviera yang belum punya nama. Namun, masingmasing jenis ini harus diperlakukan berbeda penataannya agar lebih memukau.

Hahnii spiral

Hahnii spiral disukai karena bentuknya unik. Sesuai dengan namanya bentuk lidah mertua itu daunnya tidak meninggi tapi berputar membentuk spiral. Pola warnanya kebalikan dari sanseviera klasik. Hahnii spiral bercorak kuning dengan border hijau. Semakin dewasa, daun semakin rimbun dan memutar.

Namun pertumbuhan hahnii spiral lebih lambat dibanding jenis lain. Itu kemungkinan disebabkan mutasi berganda. Ia lebih cantik jika ditanam dalam pot, tapi kurang cocok sebagai ornamen taman. “Hahnii spiral lebih enak dipandang per individu,” ujar Frans. Hahnii spiral masih langka, tak heran tanaman hias daun itu dihargai Rp1- juta/tanaman.

Copper stone

Setiap orang yang melihatnya tidak akan menyangka sanseviera. Sepintas mirip daun kering. Namum, jika diamati lebih seksama, daun berwarna tembaga itu seperti bermotif batik. Itu sangat cocok jika ditanam dalam pot etnik sebagai hiasan di gallery atau rumah seni. Jenis tanaman dengan warna copper sangat jarang.

Frans mendapatkan tanaman copper dengan menukar sepot anggrek dari seorang temannya di Singapura. Menurutnya jenis itu telah beredar di beberapa negara walaupun kuantitasnya belum banyak. Saat ini pemilik Gama Cactus itu tengah memperbanyaknya.

Gravilis

Sosoknya tak kalah unik. Sangat kontras dengan warna sanseviera umumnya. Lazimnya corak lidah mertua hanya didominasi dengan warna hijau dan kuning. Gravilis menampilkan warna putih dengan motif batik cantik hijau muda. Bentuk daun panjang tidak jauh berbeda dengan sanseviera klasik. Namun, pertumbuhannya roset sehingga kelihatan kompak.

Trubus melihat tanaman itu mengisi gerai Godong Ijo Nurseri. Chandra Gunawan Hendarto Sang pemilik memperolehnya Oktober 2004 dari Tainan, Taiwan. Belum banyak orang yang mengetahui keberadaannya. Karena tampilan yang memikat dan terhitung masih baru, tidak heran jika harganya pun cukup tinggi, Rp750 ribu/tanaman.

Masih banyak jenis-jenis sanseviera yang menggoda para kolektor di tanahair tapi belum punya nama. Diantaranya yang berdaun hijau dengan motif batik di tengah daun. Ada pula sanseviera yang pertumbuhan daunnya menyamping sehingga terlihat gemuk. Bahkan yang variegata, koleksi terunik Chandra Gunawan itu diburu dari negeri sakura setahun lalu. (Hawari Hamiduddin)

 

 

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Lengkap! Budidaya Cacing Sutra Sistem Apartemen Hemat Tempat dan Air

Trubus.id — Peningkatan tren ikan hias diikuti dengan permintaan pakan tinggi. Cacing sutra menjadi salah satu pakan ikan hias...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img