Friday, August 12, 2022

1st NAC Superred Contest 2006

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Perjalanan siluk merah milik Herry itu meraih takhta tertinggi tidak mudah. Di kelas B, ia harus menghadapi 19 superred berkualitas tinggi asal Jakarta, Semarang, Yogyakarta, dan Cirebon. Superred andalan David dan Ronaldi Kurnia asal Jakarta menjadi pesaing terberat. Kedua rival itu mengekor ketat di belakang sang jawara. Superred andalan David misalnya memiliki sisik merah menyala. Penampilannya kian menawan lantaran kepala dan tubuh proporsional dengan ekor lebar. ?Ia bisa menang dengan warna sisik merah menyala, ? kata Mrs Chiao Hsu. Sayang ia tersungkur lantaran sirip ekor kuncup, matanya sedikit turun, dan bentuk sisik tidak sempurna. Dengan selisih 2 angka dibandingkan juara, ia harus puas di posisi kedua.

Kelas A ketat

Ketatnya persaingan untuk menjadi pemenang juga terjadi di kelas A. Di kelas superred ukuran 25 ?37, 5 cm itu jagoan Herry Oei tampil mengesankan dengan melibas lawan-lawannya. Di hadapan ketiga juri, ia berenang anggun sambil memamerkan warna merahnya. ?Merahnya merata dari kepala, tubuh, hingga ekor. Sangat cantik, ? kata Mrs Chiao Hsu.

Menurut juri internasional asal Taiwan itu, ikan berukuran 30 cm itu memiliki kepala bagus dan mata yang tidak jatuh. Ia pun meraup angka tertinggi, 256,65. Sebelum menobatkan diri sebagai terbaik di kelasnya, ia harus menyingkirkan 19 pesaing ukuran sama. Superred asal Yogyakarta, Cirebon, Semarang, Solo, dan Jakarta berusaha menahan laju sang kampiun. Superred jagoan Randy asal Jakarta, misalnya tampil sebagai rival terberat. Berbekal kepala dan ukuran tubuh seimbang ia mampu memikat hati juri. Mental dan kondisi ikan juga prima. Sayang, warna merah di sisik belum bisa mengalahkan sang jawara. Dengan selisih angka 1,15, ia mengakui keistimewaan kampiun.

Menurut Mrs Hsu ?begitu ia dipanggil ?hampir semua arwana yang bertanding berkualitas tinggi. Warna merah terang dengan sisik sempurna. Itu pertanda ikan dirawat dengan telaten. ?Superred bisa bagus kalau kondisi air bagus juga, ? kata juri kelahiran Taiwan 48 tahun silam itu.

Jemput bola

Sebenarnya jumlah superred berkualitas tinggi di Indonesia banyak dan layak mengikuti kontes. Namun, hobiis takut bila arwana kesayangannya mati dalam perjalanan atau selama mengikuti kontes. ?Kebanyakan hobiis enggan lantaran takut arwananya mati, ? kata Niwan Ismuntoro, penanggung jawab acara. Maklum, superred kesayangan berharga mahal mulai belasan juta hingga puluhan juta rupiah per ekor. Itulah sebabnya total peserta hanya 40 ekor.

Demi kesuksesan acara itu, Niwan membentuk tim untuk mengambil ikan dari peserta. Tidak tanggung-tanggung, handling dilakukan dengan mengirim 3 ?5 orang ke Yogyakarta, Semarang, dan Cirebon, untuk menangani pengangkutan ikan ke Jakarta. ?Kesulitan kita adalah mendapatkan kepercayaan hobiis untuk mengikutsertakan arwananya berlomba, ? ujar Niwan. Soal biaya pendaftaran sebesar Rp1, 5-juta untuk berlomba di kelas A dan Rp2-juta untuk kelas B tidak jadi masalah.

Acara kontes diramaikan seminar mengenai perawatan hingga mitos superred. Hans T Winata, pakar arwana dari Bali dan Leo Lumanto, pengasuh acara Percaya Nggak Percaya di televisi diundang menjadi pembicara. ?Yang penting parameter air, pakan, dan cahaya harus sesuai dengan kebutuhan arwana, ? kata Hans saat menjelaskan teknik menaikkan warna superred.

Leo lebih banyak membahas seputar budaya dan mitos arwana di Cina. ?Warna merah pada superred membawa keberuntungan, ? katanya. Yang juga menyedot perhatian pengunjung, demo operasi mata turun yang diperagakan langsung Mrs Chiao Hsu.

Tepat pukul 20. 00 WIB, berlangsung acara penyerahan piala dan piagam. Senyum bahagia tampak jelas di wajah para pemenang. Maklum, pemenang pertama berhak memperoleh uang tunai sebesar Rp10-juta. Juara kedua dan ketiga masing-masing Rp8-juta dan Rp5-juta. ?Kita akan adakan kontes lagi. Mohon do?a dan dukungannya agar kontes berikutnya lebih baik,? kata M Rafiq, ketua panitia kontes. (Rahmansyah Dermawan)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img