Friday, December 9, 2022

Antara Meniran dan Kekebalan Tubuh

Rekomendasi

Begitulah sistem imun yang terdiri atas beragam komponen seperti sistem pencernaan, peredaran darah, dan saraf bekerja sama membentuk kekebalan tubuh. Ramuan meniran Phyllanthus niruri terbukti secara klinis meningkatkan sistem imun.

Menurut Dr Suprapto Ma’at dari Fakultas Kedoktern Universitas Airlangga sistem imun mirip sistem pengobatan cina, yaitu keseimbangan antara yin dan yang. Ada yang meningkat ada pula yang turun. Bila ada yang meningkat terus tidak bagus dan bila ada yang turun terus juga jelek. Sistem imun mestinya terus dijaga agar kesehatan yang diharapkan dapat terwujud.

Kasus seperti di Amerika Serikat sebaiknya dihindari. Di negara Paman Sam pernah berkembang jargon “Tak ada tuberkulosis di Amerika Serikat.” Selama ini memang ada anggapan tuberkulosis

merupakan penyakit di negera berkembang. Faktanya, ketika AIDS (Acquired Immuno Defi siency Syndrome) menjangkiti masyarakat adidaya itu sistem kekebalan tubuh pun anjlok. Pada saat itulah kuman tuberkulosis (TB) menyerang.

“Yang tadinya di Amerika Serikat ngga ada, mulai bermunculan tuberkulosis,” ujar alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. Penularan penyakit akibat kuman berukuran 0,001—0,004 mm itu memang cepat jika penderita tak segera diobati. Dr dr Tjandra Yoga Aditama SpP dari RS Persahabatan Jakarta mengatakan jika penderita TB tak segera diobatai bakal menulari 20 orang lain dalam setahun.

Itulah yang terjadi pada Muhammad Nasir. Ia indekos bersama 9 mahasiswa lain. Begitu ia terkena TB, 5 temannya akhirnya tertular dalam waktu singkat. “Saya biasa makan dan minum bareng-bareng,” katanya. Namun, menurut dr Tjandra, makan dan minum bersama penderita TB bukan penyebab penularan kuman, “Kecuali kalau makannya sambil batuk,” katanya.

Aneh

Mycobacterium tuberkulosis—kuman penyebab TB—memang bakteri yang aneh. “Bakteri itu menyerang manusia dan berkembang biak dalam komponen sistem imun, terutama di makrofag. Kuman lain, begitu dicaplok makrofag langsung mati. Tapi bakteri tuberkulosis ini ngga, dia malah berkembang biak di situ,” ujar Suprapto. Makrofag adalah sel darah putih berukuran besar yang mencerna mikroba dan antigen.

Antigen adalah setiap zat yang dapat merangsang respon kekebalan tubuh. Selama sistem imun kuat, infeksi bakteri, virus, cendawan dapat ditangkal dan sebaliknya. Bakteri itu disebut bakteri intraseluler karena hidup dalam sel. “Ini sebenarnya mirip HIV/AIDS. Namun, bakteri tuberkulosis justru menyerang komponen sistem imun; HIV, menyerang limfosit.

Sebetulnya, meski kuman TB menyerang,belum tentu terjadi penyakit TB. Sebab kuman itu diam dan tak berkembang biak. Oleh karena itu menjaga kekebalan tubuh langkah pencegahan TB dan penyakit lain yang amat bijaksana. S a l a h satu caranya dengan terapi kemo-imuno alias terapi kombinasi antara bahan kimia dengan bahan yang merangsang sistem imun. Terapi itu efektif untuk mengatasi bakteri yang hidupnya dalam sel.

C o n t o h n y a pasien-pasien tuberkulosis yang diberi tambahan meniran—obat-obatan kimia tetap diberikan—sembuh lebih cepat. “Terjadi percepatan negatif bakteri tahan asam (salah satu indikasi seseorang terserang TB, red) dan sembuhnya lebih cepat,” ujar Suprapto yang meneliti meniran. Selain itu hasil uji klinis di 6 rumah sakit dibeberapa kota seperti Jakarta, Surabaya, dan Padang, menunjukkan, interferon gamma pasien naik. Interferon adalah respon kekebalan tubuh, salah satu parameter dalam penyembuhan tuberkulosis.

Mengapa itu terjadi? Karena sistem imun dalam menghadapi TB selalu mendorong bakteri  menuju sistem imun seluler sehingga penyembuhannya bagus. Dengan meningkatnya interferon gamma, bakteri yang semula hidup di dalam makrofag dihancurkan. Sebab, meniran mengaktifk an makrofag melalui sistem mitogen. “Jadi ini fenomena baru,” kata Suprapto.

Pertanyaannya, apakah daya tahan tubuh berlebih bahaya? Bukankah ada penyakit otoimun  seperti lupus? Menurut Suprapto, lupus terjadi bukan karena sistem imun yang terlampau kuat, tetapi sistem imun itu salah baca. Mestinya ia tidak menyerang sel tubuh sendiri. Lagi pula imunitas yang ditingkatkan dengan meniran sekitar 0,5—0,75, tidak lebih dari itu. “Jadi ngga usah khawatir,” ujarnya. Jika demikian Anda tak perlu ragu mengkonsumsi ramuan berbahan meniran untuk menjaga sistem kekebalan tubuh. (Sardi Duryatmo/Peliput: Vina Fitriani)

 

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Keunggulan Kapal Canggih Penebar Pakan Ikan

Trubus.id — Kapal penebar pakan ikan bisa menjadi alternatif para pembudidaya yang memelihara ikan di tambak yang luas. Salah...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img