Monday, January 26, 2026

Bioplastik Ramah Lingkungan dari Bali

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id — Sampah plastik menjadi salah satu ancaman berbahaya bagi manusia dan makhluk hidup lain. Jika dibakar, plastik akan menghasilkan emisi karbon yang mencemari lingkungan dan mengancam kesehatan, padahal agar plastik terurai membutuhkan waktu puluhan bahkan ratusan tahun. Untuk mengurangi ancaman bahaya plastik, Kevin Kumala pemuda asal Bali menciptakan bioplastik ramah lingkungan.

Inovasi itu, harapannya bisa mencegah kejadian akhir 2018 silam agar tidak terjadi kembali. Di mana seekor paus di perairan Wakatobi, Sulawesi Tenggara, ditemukan tewas dengan 5,9 kg plastik di perutnya.

Kevin membuat bioplastik berbahan dasar pati singkong yang dicampur dengan minyak sayur dan bahan-bahan nabati lain.

Ia memilih bahan-bahan itu karena berdasarkan riset ketersediaan bahan melimpah dan mudah terurai secara alami oleh mikroorganisme atau cuaca (kelembapan dan radiasi sinar matahari). Bioplastik juga mudah larut jika diaduk dalam air hangat.

“Hanya membutuhkan waktu 90 hari agar bioplastik terurai di tanah. Bioplastik yang sudah terurai dapat menjadi pupuk kompos bagi tanaman,” kata Kevin.

Menurut Elmi Kamsiati, peneliti pada Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian di Kota Bogor, Jawa Barat, bahan baku pati banyak digunakan sebagai bahan baku pembuatan bioplastik.

Hal itu karena proses produksi bioplastik dari pati dinilai lebih sederhana dibanding bahan baku lain. Pati dapat diolah menjadi bioplastik dalam berbagai bentuk dengan bahan tambahan.

Caranya, dengan mencampurkan pati alami, pati tergelatinisasi, pati termoplastis, polimer atau monomer (asam laktat, hidroksi alkanoat), pemlastis atau plasticizer, serta perwarna melalui proses ekstrusi menggunakan ekstruder pada suhu 100–160°C.

Hasil ekstrusi kemudian dikeringkan dan diolah menjadi pelet atau biji plastik. Selanjutnya, pelet diolah menjadi beragam bentuk.

Alat yang digunakan bergantung pada bentuk produk yang ingin dihasilkan. Misalnya, alat film blowing digunakan untuk membuat kantong bioplastik. Lalu, blow moulding alat yang dipakai untuk membuat produk botol plastik. Adapun alat yang umum digunakan film laminasi kemasan makanan ringan adalah extrucsion.

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img