Trubus.id — Perbanyakan tanaman anggur bisa dengan cara vegetatif dan generatif. Perbanyakan secara generatif melalui biji, sedangkan perbanyakan secara vegetatif salah satunya dengan cangkok.
Sebagian kelemahan perbanyakan tanaman anggur dengan biji adalah biji mengalami dormansi yang lama untuk bisa berkecambah. Selain itu, waktu berproduksinya lama. Oleh karena itu, kebanyakan pekebun memilih perbanyakan secara vegetatif seperti cangkok.
Berikut ini cara cangkok tanaman anggur dengan mudah dan cepat.
Alat dan bahan yang diperlukan di antaranya pisau, tanaman yang akan dicangkok, hormon, dan media tanam. Media tanam berupa cocopeat dan sekam bakar, dengan perbandingan 1:1.
Sayat batang hijau menggunakan pisau, panjang 0,5 cm. Posisi sayatan bebas, tidak harus pada mata tunas. Teteskan hormon pertumbuhan pada daerah yang telah dilukai. Selimuti dengan media tanam, kurang lebih 10 cm.
Media tetap lembap dan sirkulasi air lancar. Ketika media kering, segera siram. Ketika akar putih terlihat, bibit siap panen. Potong pada pagi atau sore hari untuk menghindari penguapan terlalu tinggi.
Jika jumlah daun terlalu banyak (lebih dari 3), potong setengah untuk menghindari dehidrasi. Pindahkan tanaman pada media tanam yang sesungguhnya, kemudian teduhkan selama 7 hari. Tanaman segar, letakkan di tempat panas. Salah seorang pekebun anggur yang sukses melakukan perbanyakan tanaman anggur dengan mencangkok yakni Muhammad Apriza Suska.
Bahkan, Suska bisa memanen bibit anggur hanya dalam waktu 14 hari. Padahal, lazimnya para penangkar bibit memerlukan 2 bulan untuk mencangkok anggur. Artinya, Suska mampu memanen bibit anggur hasil cangkok 1,5 bulan lebih cepat.
