Trubus.id—Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) siap menghasilkan inovasi bermanfaat dan aplikatif di segala bidang termasuk pertanian. Di sektor pertanian fokus utamanya adalah pada pemanfaatan teknologi digital yang canggih.
Kepala Organisasi Riset Pertanian dan Pangan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Puji Lestari, S.P., M.Si., Ph.D., menuturkan, di BRIN ada 12 Organisasi (OR) dan 85 Pusat Riset (PR).
“Mereka semua bergerak sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing, sesuai dengan mandat masing-masing,” kata Puji.
Sebagai contoh yang saat ini BRIN lakukan, misalnya, pengembangan precision agriculture dengan IoT, teknologi smart greenhouse, ada juga pengembangan sisi otomatisasi dan monitoring nirkabel budidaya akuaponik, teknologi drone.
“Dalam agroindustri, kita mengembangkan metode prediksi harga dan waktu panen dalam produksi bawang merah menggunakan machine learning,” tutur puji.
Puji menyampaikan dengan danya inovasi-inovasi yang mengarah ke IoT dan otomatisasi tersebut menunjukkan bahwa BRIN siap dalam menghadapi era industri 4.0. Baik dari segi SDM, infrastruktur, dan dukungan lain seperti jejaring, dan sumber pendanaan.
“Inovasi-inovasi pertanian itu tidak hanya berasal dari BRIN. Contohnya dalam budidaya. Barangkali ada beberapa instansi swasta ataupun perguruan tinggi yang juga memiliki inovasi-inovasi pertanian. Ayo kita bersama berkolaborasi,” paparnya.
Selain itu, Puji mengatakan jika BRIN telah memiliki roadmap untuk 5 tahun ke depan. Contohnya pengembangan varietas pilihan unggul pangan utama (serealia, padi, jagung, dan kedelai).
“Kalau untuk hortikultura, misalnya bawang merah, bawang putih, dan cabai. Kalau perkebunan, seperti kopi, tebu, dan kelapa sawit,” jelas Puji.
Menurut Puji, di bidang pertanian dan pangan, program besarnya fokus pada pengembangan bibit unggul tanaman dan ternak, teknologi tepat guna dan proses, serta pangan fungsional.
