Trubus.id—Buah mengkudu menguarkan aroma tajam ketika matang. Itulah sebabnya buah anggota famili Rubiaceae itu mendapat julukan buah keju. Aroma khas itu belum muncul ketika buah masih mentah.
Mengkudu lazim menjadi santapan masyarakat Aborigin, Australia. Tanaman kerabat kopi itu multikhasiat. Buahnya mengandung senyawa skopoletin yang manjur melebarkan pembuluh darah ke jantung yang tersumbat.
Agar aman dikonsumsi sebaiknya sejak penanaman, perawatan tanaman, sampai penanganan hama penyakit tidak menggunakan bahan kimia sintetis.
Perbanyakan tanaman mengkudu secara tradisional dengan menanam bijinya. Namun, untuk mempertahankan sifat genetik dari induk yang terseleksi, petani menggunakan bibit hasil perbanyakan vegetatif seperti setek, sambung, dan cangkok. Bibit hasil perbanyakan vegetatif memiliki potensi keberhasilan tumbuh lebih dari 80%.
Hal penting selanjutnya adalah mempersiapkan lahan. Lahan harus bersih dari semak belukar agar mudah dalam membuat lubang tanam dan saat perawatan tanaman. Itu sekaligus mencegah serangan penyakit tular tanah pada tanaman mengkudu muda.
Anda dapat membuat lubang tanam berukuran 40 cm pada 15 hari sebelum penanaman. Jarak tanam 3—4 meter supaya daundaun antar tanaman tidak saling menutupi. Jarak tanam bisa diperlebar pada lahan yang miring dan tanah yang lebih subur.
Isi lubang tanam dengan pupuk kandang 5 kg atau sekitar sepertiga ruangan. Tanam bibit terdiri atas 12 daun pada awal musim hujan. Tambahkan campuran arang sekam dan tanah di sekitar bibit agar tegak. Sekam menjaga kelembapan tanah. Ketersediaan sumber nutrisi dari pupuk kandang sejak awal penanaman bertahan sampai tanaman berumur 2 tahun.
Dalam kurun 2 tahun itu, petani hanya merawat. Sejatinya budidaya mengkudu dapat secara tumpangsari dengan tanaman lain. Perawatan tanaman (Morinda citrifolia) itu tergolong mudah. Apalagi jika pekebun menerapkan sistem budidaya organik.
Perawatan lebih banyak untuk membersihkan lahan sekitar tanaman dari gulma dan menjaga ketersediaan air bagi tanaman. Penyiraman tanaman hanya saat kemarau untuk menjaga produksi buah pada musim berikutnya.
Selain itu perlu penambahan 20 kg pupuk kandang per tanaman, yakni masing-masing 10 kg pada awal dan akhir musim hujan. Mengkudu dapat mencapai ketinggian 7 meter sehingga menyulitkan panen. Anda mesti rutin memangkas tanaman untuk mempertahankan ketinggian 3—4 meter. Mengkudu tanaman genjah dapat menghasilkan buah pada umur 1 tahun.
Mengkudu tidak mengenal musim berbuah karena buah selalu ada setiap saat, bahkan dapat panen setiap 2 pekan sekali.
