Trubus.id— Menurut pemilik Sahara Durian Farm, Andri Mulya Purnama, perawatan durian intensif berperan terhadap kualitas atau hasil panen optimal. Menurut Andri, pemupukan tepat wajib demi menghasilkan kuantitas dan mutu durian unggul.
Tepat pemupukan amat penting dari saat penanaman hingga tanaman berbuah. Menurut Andri, sebelum menanam durian juga mesti memperhatikan vegetasi sekitar. “Jika rumput sekitar di lahan kekuningan itu indikasi pH rendah, kurang cocok untuk penanaman durian,” kata pekebun durian sejak 2014 itu.
Andri menambahkan, perlu penambahan kapur pertanian pada tanah dengan nilai pH rendah. Adapun pH tanah ideal untuk durian 6,5. “Pertumbuhan bibit akan kurang baik pada pH rendah, indikatornya daun bibit durian menguning setelah penanaman,” kata Andri.
Sepengalaman pria 35 tahun itu, penting menghindari penggunaan pupuk kandang saat penanaman hingga fase vegetatif awal. “Penggunaan pupuk kandang apalagi yang kurang matang bisa menyebabkan busuk akar pada bibit durian,” kata Andri.
Menurut Andri, pemupukan menggunakan pupuk kandang baru saat 8 bulan setelah tanam. “Itupan mesti diberikan di luar tajuk, jangan dekat dengan batang,” katanya. Teknik yang digunakan Andri dengan menaruh pupuk kandang pada karung yang telah dilubangi dan menaruhnya di luar tajuk tanaman.
Teknik itu terbukti aman mencegah kontaminasi cendawan dan nematoda karena pupuk kandang yang belum matang. “Akar tanaman akan mampu menjangkaunya, seperti pemberian pupuk slow release,” kata Andri.
Dosis pupuk kandang yang diberikan 25 kg per tanaman. Andri menambahakan pupuk kandang ayam lebih cocok diberikan saat fase vegetatif adapun pupuk kandang sapi dan kambing saat tanaman memasuki fase generatif.
Andri menambahkan, “Pupuk kandang ayam tinggi nitrogen adapun sapi dan kambing kaya fosfor dan kalium,” katanya. Adapun pupuk lain yang menunjang pertumbuhan saat vegetatif berupa NPK 1—2 sendok makan per tanaman per bulan.
Lantas bagaimana pemupukan ketika generatif atau saat tanaman berbuah? Saat fase generatif, Andri rutin menjaga pH tanah agar tetap pada kondisi ideal dengan rutin memberikan kapur jika pH menurun.
Saat fase generatif Andri memberikan campuran pupuk NPK 9, 25, 25 dan pupuk kaya kalsium dan boron 10 hari setelah pemberian kapur. Selang 10 hari ia memberikan KNO3 dan monopatasium fosfat. “Masing-masing dosis campuran 3 kg per tanaman untuk tanaman berumur 6—7 tahun,” kata Andri.
Pemupukan rutin itu dilakukan 3 kali setahun atau selang 4 bulan. Dengan pemupukan intensif itu durian jenis bawor berbuah hingga 20—30 buah per tanaman per musim. Mutu buah hasil kebunnya pun optimal, karena kerap diincar para maniak durian.
Jenis lain yang ditanam di Sahara Durian Farm selain bawor yakni ochee, musangking, dan durian lokal khas Banten. Pemupukan intensif juga dilakukan oleh pekebun durian di Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Ir. Sadar Subagyo. Menurut pria 64 tahun itu, pemupukan pada tiap kebun pasti berbeda.
Sebagai acuan pemupukan, sadar kerap melakukan uji tanah, daun, dan buah. Dari ketiga uji itu didaptlah informasi kalau kebun Sadar kekurangan magnesium dan kalium. Tentu akan berbeda kasus di tiap kebun. Sadar pun memperhatikan pemupukan sesuasi fase tanaman. Saat fase vegetatif pemupukan dominan kombinasi pupuk hayati dan pupuk kandang dari ayam.
Lazimnya pada bulan Mei sampai Agustus, dosis pemupukan 10 kg per tanaman. Memasuki fase generatif tepatnya mulai dari bulan Juli, Sadar memberikan monokalium fosfat sekitar 125 gram per tanaman. Pemberiannya dilarutkan di dalam air lalu dikocorkan.
Pada September tanaman mulai berbunga. Untuk mempertahankan bunga Sadar memberikan dolomit setiap bulan. Saat buah sekepalan tangan diberikan kalium dan magnesium supaya citarasa manis. Sayangnya, Sadar enggan membagi dosis yang diberikan. Sadar juga menyemprot daun dengan boron dan seng untuk mencegah daun rontok.
Boron 1 kg dicampur dengan air untuk disemprotkan ke daun. Jika tanaman sedang berbuah, Sadar tidak memberikan nitrogen, kalaupun perlu hanya 5% saja dari total pupuk yang diberikan setiap pohon.
Menurut pehobi durian sekaligus praktikus pemupukan di Jakarta, Catur Dian Mirzada, S.P., kebutuhan pupuk durian sengat besar terutama unsur Kalium (K), Kalsium (Ca), dan unsur mikro yaitu Boron (B). Menurut Catur kekurangan K dan Ca membuat buah durian tidak matang sempurna. Bersama unsur B, Ca membentuk jaringan baru di titik tumbuh. Baik di ujung akar, calon tunas daun, atau calon tunas bunga. Sementara itu, unsur K vital untuk menghasilkan buah durian dengan tingkat kemanisan, ukuran, dan warna optimal.
