Ikan Tuna Indonesia Ramai Peminat di sea food expo north america  (SENA) 2024

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Gelaran sea food expo north america  (SENA) 2024 berlangsung selama tiga hari 10—12 Maret 2024 di Boston Convention and Exhibition Center. Berbagai produk perikanan Indonesia memikat para buyer dari berbagai negara.

Pengunjung dari Amerika Serikat, Kanada, Belgia, Spanyol, Inggris, Prancis, Tiongkok, Arab Saudi, Korea Selatan, Peru, Chili hingga Taiwan, Hongkong, India, dan Australia mendatangi booth produsen ikan dari Indonesia

Komoditas perikanan itu seperti tuna loin, frozen, dan saku. Keruan saja selama pameran berlangsung, nilai perdagangan mencatat potensi sebesar  USD58,47 juta. 

Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Budi Sulistiyo menuturkan  pengunjung SENA terpikat dengan tuna. “Ini terlihat dari nilai USD29,50 juta atau 50,45% total potensi transaksi khusus produk tuna di saat pameran,” tutur Budi.

Komoditas lain yakni udang, umi, sotong, gurita, barramundi, kakap, octopus, mahi-mahi, dan nila. Total potensi transaksi yang dihasilkan dari pameran tersebut melampaui target yang ditetapkan, yaitu USD50 juta. Total ada 14 peserta eksportir yang mengisi 16 booth.  SENA 2024 itu menjadi salah satu media penting untuk mempromosikan ikan tuna Indonesia.

“Kami mengapresiasi dukungan semua pihak mitra KKP yang turut menggaungkan pencanangan Tahun Tuna Indonesia pada SENA 2024,” ujar Budi.

Budi menuturkan 10 booth pavilion Indonesia diisi oleh perusahaan yang memiliki produk tuna Indonesia yang berkelanjutan. Lebih dari 1.000 orang berkunung ke pavilion itu. 

“Semoga ini jadi pemantik agar para pengunjung  lebih dekat dengan produk Indonesia. Karena saya percaya secara kualitas, produk Indonesia tak kalah dengan negara lain,” pungkas Budi yang dilansir pada laman KKP.

https://trubus.id/wp-content/uploads/2026/08/spanduk-roll-banner-website.jpg.jpeg
Artikel Terbaru

Ekspor Florikultura Indonesia Tembus Rp3,51 Triliun, Kirim 59,6 Juta Komoditas

Trubus.id — Tanaman hias dan komoditas florikultura Indonesia semakin mendapat tempat di pasar internasional. Badan Karantina Indonesia (Barantin) mencatat...

More Articles Like This