Friday, January 16, 2026

Kini Kurban Kian Mudah, Pesan Via Daring

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—“Kini berkurban kian mudah,” ujar Annisa Antaressa. Dahulu warga Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat, itu mesti meluangkan waktu mencari ternak ke pasar hewan. Kini ia cukup memesan dengan ponsel pintar untuk kebutuhan  hewan kurban itu.

“Bisa melalui pemesanan langsung via aplikasi pesan teks atau memesan via website,” kata Annisa

Pasca memilih ternak dan membayar secara daring, maka ia mendapat laporan dari pengelola kurban perihal pemotongan dan distribusi daging kurban kepada pembeli. “Ada juga bagian paha bisa dikirim langsung ke rumah pembeli,” kata Annisa.

Adanya teknologi pemasaran kurban via daring tidak hanya memudahkan pembeli tapi juga peternak. Menurut peternak di Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Zia Ul Haq  dengan pemasaran secara daring (online) sangat membantu penjualan. 

Kelebihan lain pemasaran daring bisa memangkas tata niaga. Artinya ternak langsung dari produsen ke tangan konsumen. Oleh sebab itu, harga jual ternak jadi lebih ekonomis. Lazimnya harga domba berbobot 19—23 kg sekitar Rp2,1 juta.

Jika pemesanan secara daring, harga domba hanya Rp1,65 juta karena tata niaga terpangkas.  “Untuk ternak target kurban tahun 2024 sudah ada 1.100 ekor dari target 2.500,” kata pemilik Taznika Farm itu.

Jumlah itu terus meningkat dibandingkan dengan tahun lalu (2023) yang hanya memenuhi permintaan pasar kurban 800 ekor. Dengan adanya teknologi pemasaran baru itu konsumen pun berasal dari mancanegara.

“Ada permintaan kurban sebanyak 700 ekor dari konsumen di Singapura untuk tahun 2024,” kata Zia. Salah satu konsumen terjauh berasal dari Kota Wina, Austria. Ia juga tengah berkomunikasi dengan Asosiasi Pengurus Masjid Eropa untuk memenuhi permintaan kurban di sana.

Lantas apa upaya agar bisnis kurban daring langgeng? Baca selengkapnya pada Majalah Edisi 655 Juni 2024 mengupas tuntas Viral, Kafe Jamu Modern. Dapatkan Majalah Trubus Edisi 655 Juni 2024 di Trubus Online Shop atau hubungi WhatsApp admin pemasaran Majalah Trubus.

Artikel Terbaru

Mengenal Superflu: Benarkah Ini Penyakit Baru?

Belakangan ini istilah "superflu" mendadak ramai dibicarakan. Menurut dosen dari Fakultas Kedokteran, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. dr. Desdiani,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img