Saturday, January 17, 2026

Via Indonesia Tuna Investment and Business Forum, KKP Pacu Investasi Hulu Hilir Ikan Tuna

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Peluang usaha komoditas ikan tuna terbuka lebar seiring meningkatnya tren perdagangan tuna cakalang tongkol (TCT) di pasar global. Melansir pada laman Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia perdagangan komoditas TCT pada 2022 sebesar USD16,81 miliar.

Jumlah itu meningkat dari 2017 yakni USD14,37 miliar. Menurut Sekretaris Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Machmud, artinya permintaan itu terus meningkat.

Data ITC Trademap mencatat nilai ekspor tuna cakalang tongkol (TCT) Indonesia sebesar USD0,66 miliar pada 2017. Nilai itu naik pada 2022 USD0,96 miliar.  Tren pertumbuhan year on year (YoY) Indonesia  sebesar 29,3%.

Machmud optimis nilai ekspor tuna terus meningkat.  Hal itu seiring keberhasilan KKP menyelesaikan perundingan penurunan tarif tuna olahan menjadi 0% ke pasar Jepang melalui Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA).

Machmud menuturkan hasil perundingan tersebut diharapkan dapat diimplementasikan pada akhir 2024. Menurut Machmud peluang besar dan potensinya ada.

“Kita perlu bergerak bersama untuk mengoptimalkan komoditas tuna,” kata Machmud.

Sekretaris Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (BPPMHKP), Hari Maryadi menuturkan dukungan lain KKP pada industri tuna yakni jaminan mutu.

Menurut Hari hal itu penting untuk menjaga penerimaan produk tuna pada negara tujuan ekspor serta memastikan mutu tuna di pasar dalam negeri.

“Dari sisi kita sebagai quality assurance sangat concern dengan mutu agar produk di dalam negeri berkualitas dan tidak ada penolakan produk tuna ke negara tujuan ekspor,” kata Hari pada siaran pers.

Direktur Pengelolaan Sumber Daya Ikan, Ditjen Perikanan Tangkap, Ridwan Mulyana memastikan komitmen pemerintah pada keberlanjutan tuna.

Hal itu ditunjukkan dengan partisipasi Indonesia pada Regional Fisheries Management Organizations (RMFOs)—organisasi internasional yang dibentuk oleh negara-negara untuk kepentingan kegiatan penangkapan ikan disuatu wilayah.

“Khusus tuna, kita tercatat sebagai anggota Commission for the Conservation of Southern Bluefin Tuna (CCSBT), Inter-American Tropical Tuna Commission (IATTC), serta Indian Ocean Tuna Commission (IOTC),” ujar Ridwan pada siaran pers.

Lebih lanjut ia menuturkan dalam forum itu akan ada kesepakatan bisnis antara Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia dengan Asosiasi Tuna Longline Indonesia (ATLI).

Ia menuturkan komitmen pemberdayaan antara swasta dengan kelompok tuna guna mengimplementasikan pengelolaan tuna berdasarkan prinsip ketertelusuran, keberlanjutan, dan keadilan serta sejumlah kontrak dagang.

“Forum ini menjadi upaya KKP dalam mengamalkan ilmu tuna, yakni selalu bergerak dan memberikan dampak bagi masyarakat,” ujar Direktur Usaha dan Investasi Ditjen PDSPKP, Catur Sarwanto.

Ia menuturkan Indonesian Tuna Investment and Business Forum digelar di Surabaya, Jawa Timur 25 Juni 2024.

KKP mengundang 300 peserta yang terdiri dari unit pengolahan ikan (UPI), perwakilan dagang negara mitra, kepala daerah, industri supporting seperti logistik, cold chain system, jaringan ritel, hotel dan restoran hingga lembaga sertifikasi terkait tuna.

Artikel Terbaru

Mengenal Superflu: Benarkah Ini Penyakit Baru?

Belakangan ini istilah "superflu" mendadak ramai dibicarakan. Menurut dosen dari Fakultas Kedokteran, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. dr. Desdiani,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img