Trubus.id-Empat Mahasiwa Progam Studi Kimia, Universitas Jambi mengembangkan nano biobriket limbah kelapa sawit.
Tim yang lolos mendapatkan pendanaan riset sawit tingkat nasional oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) pada kegiatan Riset Sawit tingkat mahasiswa tahun 2023-2024 itu Vinanta Yulianti, Septia Wulandari Raden, Muhammad Khairul Umam Gibran, dan Zaifudiin ZuhroTholallah di bawah bimbingan Restina Bemis, S.Si., M.Si.
Vinanta menuturkan bahwa nano biobriket itu berasal dari limbah padat kelapa sawit berupa pelepah, serat, cangkang, dan tandan buah kosong sebagai sumber arang biobriket dan limbah cair kelapa sawit berupa Palm Oil Mill Effluent (POME) sebagai perekatnya.
“Hasilnya nano biobriket kelapa sawit itu sesuai dengan SNI 01/6235/2000 dengan nilai kadar airnya sebesar 7,32%, nilai kadar abu 2,20%, nilai kalor 7769 kcal/kg, dan laju pembakaran 0,087 gram per menit,” ujarnya.
Melansir pada laman Universitas Jambi, Restina Bemis turut bangga dengan prestasi itu. Ia menuturkan inovasi tim riset sawit itu membuktikan bahwa inovasi nano biobriket limbah kelapa sawit berpotensi sebagai renewable energy pengganti energi fosil.
Vinanta menuturkan bahwa inovasi itu terinspirasi dari luasnya lahan perkebunan kelapa sawit di Provinsi Jambi. Sehingga ia dan tim termotivasi menciptakan material potensial yang mampu mengatasi permasalahan limbah yang dihasilkan dari perkebunan dan proses pengolahan kelapa sawit yakni berupa nano biobriket limbah kelapa sawit.
