Tuesday, May 5, 2026

Pakar IPB Ingatkan Penanganan Daging Kurban yang Benar

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id – Menjelang Iduladha, isu penanganan daging kurban kembali menjadi sorotan. Dosen Fakultas Peternakan IPB University, Dr. Muhamad Baihaqi, mengungkapkan masih banyak tantangan dalam pengelolaan daging kurban yang kerap diabaikan, mulai dari proses penyembelihan hingga distribusi kepada masyarakat.

“Penyembelihan dan pengolahan sering dilakukan di tempat terbuka tanpa standar sanitasi yang baik. Ini meningkatkan risiko kontaminasi mikroba,” ujarnya dalam keterangannya.

Dr. Baihaqi menekankan pentingnya penerapan prinsip higienitas dalam seluruh proses penanganan daging kurban. Ia menganjurkan agar panitia kurban memisahkan area kotor seperti penyembelihan dan pengulitan dari area bersih seperti pemotongan dan pengemasan.

Dosen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan ini juga menyoroti pentingnya pengemasan yang tepat. Daging, menurutnya, sebaiknya tidak dicampur dengan jeroan karena jeroan berisiko tinggi mempercepat kontaminasi.

“Daging harus segera dipotong dan dikemas terpisah, lalu didistribusikan secepat mungkin,” jelasnya dilansir pada laman IPB University.

Bagi masyarakat penerima, ia menyarankan agar daging segera dipisahkan dari tulang dan jeroan, dibersihkan, dan disimpan dalam freezer jika tidak langsung dimasak.

Lebih lanjut, Baihaqi menyebut bahwa kualitas daging kurban juga dipengaruhi oleh perlakuan terhadap hewan sebelum penyembelihan. Ia mengingatkan pentingnya memastikan ternak dalam kondisi sehat, diberi makan dan minum yang cukup, serta diistirahatkan sebelum disembelih agar tidak stres.

Aspek logistik distribusi juga menjadi perhatian. Daging kurban umumnya tidak melalui proses pendinginan, sehingga penanganan cepat menjadi krusial untuk menjaga kualitasnya.

Namun, di tengah keterbatasan distribusi, sejumlah lembaga kurban mulai berinovasi dengan mengolah daging menjadi produk siap saji seperti rendang dan dendeng kaleng. Meski demikian, inovasi ini tidak murah. “Pengolahan ini membutuhkan biaya dan peralatan yang lebih mahal dibandingkan pembagian dalam bentuk mentah,” ujarnya.

Menutup pesannya, Dr. Baihaqi mengingatkan bahwa penanganan daging kurban bukan hanya soal teknis, tetapi juga bagian dari ibadah yang harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab.


Artikel Terbaru

Kapal Raksasa Bawa 17 Ribu Sapi Australia ke RI, Pakar IPB Ungkap Solusi Tekan Impor

Belakangan ini, pemberitaan media di Australia sedang ramai menyoroti pergerakan MV Al Kuwait. Kapal yang tercatat sebagai armada ekspor...

More Articles Like This