Bagi sebagian orang, menikmati segelas susu sapi bukanlah hal yang mudah. Kandungan laktosa di dalamnya sering menimbulkan gangguan pencernaan seperti kembung atau diare bagi mereka yang memiliki intoleransi laktosa. Kondisi inilah yang mendorong munculnya berbagai pilihan susu nabati, salah satunya susu almond, minuman yang kini semakin populer karena menyehatkan sekaligus ramah bagi tubuh.
Susu almond Dihasilkan dari biji almond (Prunus dulcis) yang direndam, lalu diblender dan disaring hingga menghasilkan cairan lembut berwarna putih kekuningan. Berbeda dengan susu sapi, minuman ini bebas kolesterol dan rendah lemak jenuh sehingga lebih aman untuk jantung. Menurut WebMD (2024), susu almond secara alami tidak mengandung laktosa dan Kolesterol, menjadikannya alternatif ideal bagi penderita intoleransi laktosa dan mereka yang menjalani pola makan nabati.
Keunggulan utama susu almond terletak pada kandungan vitamin E yang tinggi. Dalam satu gelas (240 ml), susu almond mengandung sekitar 15 mg vitamin E, lebih dari 100 persen kebutuhan harian tubuh (Medical News Today, 2024). Vitamin ini berfungsi sebagai antioksidan alami yang melindungi sel dari stres oksidatif dan menjaga elastisitas kulit. Penelitian Singar dkk. (2024) dalam Nutrients (MDPI) menunjukkan konsumsi almond secara rutin dapat memperbaiki profil lipid darah dan mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.
Selain menyehatkan, susu almond juga menjadi bagian dari gaya hidup modern. Produksinya menghasilkan emisi gas rumah kaca dan penggunaan udara yang jauh lebih rendah dibandingkan peternakan sapi (Our World in Data, 2023). Teksturnya ringan dengan rasa manis alami tanpa tambahan gula. Studi Jeske dkk. (2017) di Food Research International Menyebutkan tren konsumsi susu nabati di Asia meningkat karena faktor kesehatan dan kesadaran lingkungan.
Kandungan kalorinya rendah sekitar 30–40 kkal per 240 ml untuk varian tanpa pemanis (Healthline, 2024) membuatnya cocok untuk diet rendah kalori. Meski proteinnya hanya sekitar 1 gram per gelas, ahli gizi menyarankan memilih susu almond yang difortifikasi dengan kalsium dan vitamin D (WebMD, 2024).
Susu almond bukan sekadar pengganti susu sapi, melainkan simbol perubahan menuju gaya hidup yang lebih sehat dan berkelanjutan.
(Naya Maura Denisa)
