Saturday, January 24, 2026

Cuan dari Filet Lele

Rekomendasi
- Advertisement -

Peluang bisnis olahan ikan terus meningkat seiring tingginya kebutuhan masyarakat akan makanan praktis dan bergizi. Beragam ide usaha seperti abon ikan, bakso ikan, kerupuk ikan, biskuit ikan, filet ikan, hingga susu ikan menjadi peluang yang layak dicoba.

Produk olahan memiliki masa simpan lebih panjang, nilai jual lebih tinggi, dan variasi rasa lebih beragam. Hal itu terbukti dari usaha Andi Arief yang memproduksi filet lele sejak medio 2022.

Kapasitas produksi filet lele milik Andi mencapai 70—80 kg per bulan pada awal usaha. Jumlah itu melonjak menjadi sekitar 120 kg filet lele pada Februari 2025.

Peningkatan produksi menunjukkan penjualan filet lele terus bertumbuh. Dari usaha itu Andi memperoleh omzet minimal Rp2,1 juta per bulan.

Respons konsumen terhadap filet lele sangat positif. Menurut Andi, konsumen menyukai produk itu karena mudah dimasak dan bebas tulang.

Saat ini Andi memproduksi filet lele berdasarkan pesanan yang masuk. Ia menilai peluang pasar masih luas untuk dikembangkan.

Hasil penjualan 120 kg filet lele pada Februari 2025 sebenarnya melebihi ekspektasi. Meski demikian Andi tetap bersyukur dan ingin menambah kapasitas produksi.

Jika dimaksimalkan, ia memperkirakan bisa memproduksi hingga enam kuintal filet lele per bulan. Pasokan lele berasal dari kolam budidayanya di Kelurahan Duren Seribu, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok, Jawa Barat.

Menurut Andi, kendala utama pengembangan filet lele adalah minimnya SDM. Ia memerlukan tim khusus karena saat ini masih fokus pada produksi lele segar.

Gagasan pembuatan filet muncul karena sebagian lele berukuran lebih besar daripada standar pasar. Untuk menghindari kerugian, Andi mengolah lele berukuran jumbo itu menjadi filet.

Filet lele kemudian menjadi produk sampingan dari usaha lele segar yang ia jalankan. Setiap kemasan filet lele berbobot 320—330 gram.

Andi menawarkan dua varian, yakni filet lele berbumbu dan filet lele orisinal tanpa bumbu. Harga filet berbumbu Rp32.000 per kemasan, sedangkan varian orisinal Rp30.000.

Artikel Terbaru

Mengenal Superflu: Benarkah Ini Penyakit Baru?

Belakangan ini istilah "superflu" mendadak ramai dibicarakan. Menurut dosen dari Fakultas Kedokteran, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. dr. Desdiani,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img