Theresia Deka Putri
Pekebun kopi lazimnya kaum pria. Theresia Deka Putri, sedikit dari perempuan di kebun kopi. Ia juga mengolah kopi luwak dan kopi lanang. Omzetnya miliaran rupiah per tahun.
Trubus — Pengunjung berdatangan ke Luwak Lanang Coffee untuk menyesap secangkir kopi panas dengan asap yang menari-nari. Jika beruntung, pemilik kafe Theresia Deka Putri akan menyajikan sendiri kopi pesanan pengunjung. Kedai kopi di jantung Kota Gresik, Provinsi Jawa Timur, itu selalu ramai pengunjung, terutama menjelang akhir pekan. Putri, demikian ia biasa disapa, menyediakan menu unggulan kopi luwak dan kopi lanang.

Cita rasa khas kopi luwak menjadi daya tarik utama. “Kopi luwak sangat nikmat dan bercita rasa kuat,” kata perempuan 30 tahun itu. Hasil uji organoleptik menggunakan standar Asosiasi Kopi Spesialti Amerika (SCAA) menunjukkan nilai cita rasa kopi luwak 84,07. Standar penilaian dalam uji itu antara lain kemasaman (acidity), keseragaman, dan kemanisan (sweetness). Kopi luwak termasuk kopi spesialti lantaran bernilai lebih dari 80.
Dua jenis kopi
Kini harga kopi luwak di tanah air ratusan ribu rupiah per cangkir. Harap mafhum mendapatkan kopi berharga tinggi itu relatif sulit karena mengandalkan fermentasi dalam sistem pencernaan luwak. Hasil produksi plus pemasaran yang bagus membuat kopi kreasi Putri digemari Para penikmat kopi di penjuru tanah air seperti Bandung, Provinsi Jawa Barat, Jakarta, dan Surabaya (Jawa Timur).

plastik ke warung kopi.
Bahkan pelanggan Putri pun berasal dari mancanegara seperti Taiwan, Korea Selatan, Tiongkok, Malaysia, Jepang, dan Polandia. Harap mafhum, selain menjual dalam bentuk minuman siap konsumsi, Putri juga memasarkan biji kopi luwak lanang atau fermentasi dari luwak jantan. Menurut Putri luwak lanang atau luwak jantan memiliki enzim lebih kuat dalam memfermentasi biji kopi.
Hasilnya kopi luwak jantan beraroma dan bercita rasa lebih kuat dibandingkan dengan kopi dari luwak betina. Jenis kopi kedua, yakni kopi lanang landep mengacu pada bentuk biji kopi. Pada umumnya biji buah anggota famili Rubiaceae itu berkeping dua atau dikotil. Namun, ada juga pohon menghasilkan kopi berkeping tunggal atau monokotil. Biji kopi itu disebut kopi lanang landep—secara lanang harfiah berarti jantan dan landep bermakna tajam.

Kopi lanang landep juga hasil fermentasi luwak jantan. Menurut Putri kopi lanang landep memiliki banyak khasiat kesehatan terutama menjaga stamina tubuh. Dua jenis kopi luwak itu menjadi produk andalan Putri dengan bendera CV Karya Semesta. Menurut Putri 70% konsumen kopinya dari mancanegara, sedangkan 30% di dalam negeri. Lazimnya pelanggan berasal dari kalangan menengah ke atas.
Ia menjual kopi luwak lanang dan luwak landep Rp1,5 juta per kg. Dari situlah Putri mendulang omzet Rp1 miliar setiap tahun. Kami mencapai omzet setinggi itu pada 2012, padahal berbisnis kopi sejak 2007,” kata perempuan kelahiran 18 Maret 1987 itu. Putri memperoleh kopi dari kebun sendiri seluas 4 hektare dan berpopulasi 3.600 tanaman atau 900 batang per hektare.
Jalin kemitraan
Kebun Putri di Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. “Saya mengelola kebun intensif, menerapkan kedisiplinan tinggi dan kehati-hatian saat penanaman, perawatan, dan pemanenan,” kata perempuan kelahiran Kediri, Jawa Timur, itu. Ia memanen 1,5 ton kopi per tahun per hektare. Pekerja hanya memanen kopi matang yang berwarna merah sehingga kualitas kopi luwak bagus. Kemudian ia mengeringkan kopi hingga berkadar air 11% agar cita rasanya tetap kuat.

buah kopi terbaik
Sayang, ia enggan menyebutkan penyortiran kopi dan standar operasional produksi (SOP). Jika merujuk serifikasi Common Code for Cofee Community (4C) atau sertifikasi internasional agar kopi dalam negeri diterima di luar negeri, pelarangan penggunaan pestisida berbahan aktif parakuat. Selain itu tidak memperkerjakan anak di bawah 17 tahun, tidak boleh ada diskrimnasi agama, termasuk diskriminasi pria dan perempuan.

kemitraan dengan petani lain.
Nilai cacat kopi kualitas A yaitu 1—25, 26—50 (B), dan 51—125 (C). Ada 20 hal yang menentukan nilai cacat seperti kopi berlubang 1 dan berlubang 2 serta berkerikil. Jika kopi berkerikil nilai cacat tinggi yaitu 5, karena semestinya benda itu tidak ada karena kopi bahan untuk diminum.
Putri juga bermitra dengan para pekebun di Kabupaten Bondowoso dan Malang, keduanya di Provinsi Jawa Timur. Pekebun mesti memberikan kopi matang terbaik yang berwarna merah sebagai pakan luwak. Setelah tercerna hewan nokturnal itu mengeluarkan biji kopi bersamaan dengan feses. Lalu pekebun membersihkan dan mengeringkan biji hasil fermentasi itu.
Berkembang

Putri menyimpan biji kopi minimal 2 tahun sebelum memanggangnya. Dengan menjaga proses pengolahan, kopi luwak produksi Putri bercita rasa nikmat dan beraroma kuat. Konsumen pun menggemarinya. Apalagi kini warung kopi terutama di kota besar juga kian marak sehingga mendorong permintaan kopi bermutu. Hal itulah yang menginspirasi Theresia Deka Putri berjualan kopi.
Sebelumnya Putri bekerja sebagai anggota staf pemasaran di sebuah perusahaan. ”Potensi pasar kopi sangat besar dan ketersediaan bahan baku berkualitas terbaik melimpah di Indonesia,” kata perempuan asal Kabupaten Gresik, Jawa Timur, itu. Semua jerih payah Putri terbayar dengan banyak penghargaan seperti terbaik 1 tingkat nasional Usaha Kecil Menengah (UKM), Pangan Award Nasional dari Kementerian Perdagangan.

Penghargaan lainnya wirausaha muda eksportir makanan dan minuman oleh Kementerian Koperasi dan UKM RI, juara ke-1 pemuda pelopor kewirausahaan Jawa Timur, juara 1 pemuda pelopor kewirausahaan nasional oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga RI, anugerah Duta Indonesia, dan anugerah ASEAN Women Entrepreneur. Menurut Putri generasi muda sebaiknya memanfaatkan sumber daya alam di Indonesia dengan gigih, kerja keras, dan konsisten. (Bondan Setyawan)
