Tuesday, January 27, 2026

Atasi Aral Tabulampot

Rekomendasi
- Advertisement -

Banyak hambatan membuahkan tanaman buah dalam pot (tabulampot). Jika mampu mengatasinya, tabulampot berbuah terus-menerus.

Dak salah satu tempat terbaik meletakkan tabulampot lantaran terkena sinar matahari langsung. (Dok. Trubus)

Trubus — Nurrohman masygul karena gagal memanen buah avokad aligator di pot. Musababnya buah Persea americana itu rontok ketika berukuran jempol orang dewasa. “Perasaan saya hancur dan kecewa,” kata warga Cipondoh, Kota Tangerang, Banten, itu. Harap mafhum tiga pentil itu muncul setelah Nurrohman menerapkan stres air selama tiga bulan. Rompis—sapaan akrab Nurrohman—hanya menyiram sedikit jika tanaman layu. Ia menduga tiga pentil rontok lantaran kekurangan air.

Nurrohman bertabulampot avokad sejak Juli 2019. (Dok. Nurrohman)

Saat itu waktu Rompis tersita pada pekerjaan sehingga lupa menyiram. Meski begitu ia optimis bisa membuahkan avokad di pot. Rontoknya pentil itu menjadi pelajaran berharga bagi Rompis. Menurut pemilik Bunder Hortikultura di Wagir, Malang, Jawa Timur, Rudy Harianto, semua buah jika kekurangan air pasti rontok. Jangankan di tabulampot, penanaman di lahan pun buah masih rontok jika pasokan air tidak mencukupi. Penyiraman avokad berbuah cukup sekali sehari pada sore.

Penyakit

Selain kecukupan air, kebutuhan nutrisi pun mesti terpenuhi sehingga pemilik tabulampot bisa menikmati buah avokad. Dosen di Fakultas Pertanian, Universitas Methodist Indonesia Medan, Sumatera Utara, Yenny Laura K.D. Butarbutar, S.P., M.P., menyatakan, hindari penyiraman berlebihan karena menyebabkan kebusukan. Pastikan pot berlubang sehingga air tidak tergenang. Kemudian hentikan penyiraman bila air mengalir dari dasar pot.

Tanama belimbing kering karena kekurangan air. (Dok. Trubus)

Kolektor tabulampot di Sunteragung, Tanjungpriok, Jakarta Utara, Willy Wong, mempekerjakan dua tukang kebun untuk menyiram 25 tabulampot dan tanaman buah di lahan. Willy juga membuat sistem penyiraman mirip irigasi tetes untuk memudahkan pekerjaan. Dengan begitu pasokan air di tabulampot memadai. Rudy mengatakan salah satu kunci sukses bertabulampot yaitu menyesuaikan jenis tanaman dan lokasi penanaman. Ada avokad yang cocok di dataran tinggi. Ada juga yang lebih adaptif di dataran rendah.

Tantangan lain bertabulampot yaitu hama dan penyakit tanaman. Eka Budiati sedih melihat tabulampot mangga miliknya mati.Tabulampot mangga itu favorit Eka lantaran ada dua jenis mangga (kiojay dan yuwen) berbeda dalam satu tanaman. Semula Eka mengira Mangifera indica itu kekurangan air. “Setelah diperiksa kematian mangga karena blendok,” kata warga Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat, itu.

Menurut dosen di Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara, Ameilia Zuliyanti Siregar, S.Si., M.Sc., Ph.D., penyebab penyakit blendok yakni cendawan Botryodiplodia theobromae. Penyakit itu menyerang batang dan ranting yang diawali dengan adanya luka akibat benda tajam. Luka itu mengeluarkan cairan seperti blendok berwarna cokelat kehitaman pada musim kemarau. Kemudian cendawan berkembang sampai ke jaringan kayu pada musim hujan.

Blendok salah satu penyakit yang menyerang tabulampot mangga. (Dok. Trubus)

Gejala serangan kulit luar pecah-pecah dan mengeluarkan cairan cokelat kehitaman. Makin lama luka melebar dan kulit kayu mengelupas. Dampaknya bagian tanaman di atas serangan blendok kering dan mati. Eka tidak menyadari gejala blendok sehingga tidak ada upaya penanggulangan. Jika Eka mengetahui lebih awal penyakit itu, kematian naas tabulampot idaman bisa dihindari. Lazimnya ia memberikan fungisida cair sesuai anjuran pada kemasan untuk mengatasi penyakit itu.

Penangkar terpercaya

Eka Budiati sukses memanen ragam buah di pot setelah mengatasi aneka tantangan. (Dok. Trubus)

Mendapatkan benih yang benar termasuk tantangan lain bertabulampot. Tutiawati merasa dibohongi karena beberapa kali mendapatkan bibit anggur yang tidak sesuai jenis pada label dan berukuran kecil. Setelah itu akhirnya pehobi tabulampot di Kedoya Utara, Kebonjeruk, Jakarta Barat, itu menemukan penyedia bibit anggur yang jujur. Yenny menganjurkan untuk membeli bibit di tempat penangkar terpercaya. Pilih bibit yang baik, kuat, dan cukup umur.

Harapannya agar konsumen tidak menunggu lama untuk menikmati buah dari tabulampot. Lebih lanjut Eka menuturkan sejatinya bertabulampot itu sulit. “Kenyataannya rata-rata tabulampot orang di media sosial hanya berdaun banyak. Tabulampot sulit berbuah tanpa pemupukan rutin,” kata perempuan yang bertabulampot sejak 2017 itu. Oleh sebab itulah ia memberikan pupuk organik cair setiap dua pekan. Eka juga memberikan satu sendok makan NPK dan MKP setiap enam bulan. Tantangan teratasi, buah segar pun didapat.

Membuahkan tanaman salah satu tantangan bertabulampot khususnya pemula. Ada pehobi yang hanya bisa memanen buah sekali saja ketika kali pertama membeli tabulampot. Setelah itu tabulampot mogok berbuah. Eka pernah mengalami hal itu. Ia menganjurkan pemula untuk menanyakan tip perawatan tanaman kepada penjual atau praktisi tabulampot berpengalaman.

Menurut Willy Wong sebagian orang yang mengatakan merasa dibohongi karena tabulampot tidak berbuah lagi itu akibat kesalahan sendiri. Ia menyadari betul tanaman hanya mendapatkan nutrisi dari media tanam dalam pot. Jadi, Willy memelihara betul tabulampot dan rutin mengganti media tanam setiap dua bulan. (Riefza Vebriansyah)

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img