Wednesday, May 6, 2026

Kompak Karena Kelapa

Rekomendasi
- Advertisement -
Anggota komunitas Bonsai Kelapa Indonesia (BKI) perwakilan wilayah Provinsi Banten. Dari kiri: Dadik Decorino, Yayat Arafi, Singo Metaram, Dery Sunarto, Dede Koswari, dan Fauzi Musa. (Dok. Trubus)

Orang-orang yang jatuh hati pada bonsai kelapa. Mereka belajar merawat bonsai kelapa. 

Trubus — Buah kelapa yang tumbuh menjadi bonsai bagai magnet bagi ribuan orang, teramsuk Fauzi Musa. Setahun terakhir Fauzi Musa aktif di Komunitas Bonsai Kelapa Indonesia (BKI). Di dalam komunitas itu, mereka berkreasi membentuk bonsai kelapa. Para anggota mengusung jargon kreativitas tanpa batas. Mereka mengulik tanaman kelapa setiap hari.

Dede Koswari berkreasi dengan batok kelapa yang menyerupai ayam. (Dok. Trubus)

“Makin disayat makin penasaran hasilnya akan seperti apa,” kata Dery Sunarto. Warga Kota Tangerang, Provinsi Banten, itu mengoleksi Cocos nucifera bercabang dua. Kelainan itu kurang lazim, pasalnya kelapa tanaman tak berkambium yang bisa bercabang. Dery bangga mengoleksinya. Administrator grup BKI nasional, Dede Koswari, memiliki kurang lebih 30 bonsai kelapa.

Banyak penasaran

Dede Koswari mengisahkan, ada tanaman berumur 2 bulan hingga 4 tahun yang menghiasi halaman rumahnya. Salah satu kreasi unik Dede yakni membiarkan batok kelapa tetap menempel di tanaman. Kemudian ia melukis dan menambahkan sedikit bahan sehingga bentuk tempurung kelapa mirip ayam.

Anggota BKI dari Rangkasbitung, Provinsi Banten, Yayat Arafi, juga menyulap tanaman bonsai kelapanya menjadi mirip rumah hobbit—bangsa fiktif ciptaan novelis J.R.R. Tolkien. Koordinator wilayah (korwil) Provinsi Banten, Singo Metaram mengatakan, anggota BKI di Banten mencapai 1.420 orang. Adapun anggota grup BKI se-Indonesia kini 61.349 orang tersebar di berbagai wilayah.

Tanaman bonsai kelapa bercabang dua milik Dery Sunarto. (Dok. Trubus)

Seluruh anggota harus saling mengenal dan menjaga silaturahmi. Pada jual beli tanaman setiap anggota terhindar dari hal-hal yang kurang menyenangkan seperti penipuan. Jual beli harus melalui admin komunitas untuk mendapat persetujuan. Itulah sebabnya calon anggota grup harus menyetujui persyaratan seperti mengunggah foto dengan keterangan berbahasa Indonesia. Ujaran kebencian dan terkait suku agama ras juga terlarang.

Singo menjadi anggota BKI pada 2017. Ia jatuh hati melihat sosok tanaman kelapa di pot. Pria 52 tahun itu penasaran setelah mencoba di rumah dan pertumbuhan tanaman  tetap menjulang. Komunitas itu terbentuk secara virtual berawal dari grup media sosial facebook pada 13 Januari 2017. Pendirinya antara lain Mohammad Hankam. “BKI hidupnya di dunia maya, tidak ada kantor sekretariat, tapi solidaritas anggotanya kuat,” kata Singo Metaram.

Sesekali anggota bertemu langsung sembari “memamerkan” koleksinya. Pertemuan terakhir pada 29 Juni 2020 di Kecamatan Pamarayan, Serang, Banten.  Saat itu sebanyak 40 anggota dari wilayah Banten berkumpul. Mereka membahas teknik terbaru dan perawatan bonsai kelapa. Apa lagi pada masa pandemi korona, para anggota komunitas dapat melampiaskan hobinya untuk merawat bonsai.

Semua jenis kelapa

Beberapa koleksi Cocos nucifera kerdil milik Dede Koswari. (Dok. Trubus)

Menurut Singo semua jenis kelapa dapat dikerdilkan. Apalagi sekarang makin banyak kelainan genetik muncul yang membuat pehobi makin tertantang. Setelah menggeluti bonsai kelapa, para anggota BKI mengatakan, budidaya tergolong mudah. “Peralatan untuk bonsai kelapa ini tidak mahal. Bisa memanfaatkan bahan yang ada. Karena kebutuhannya paling pisau,” kata anggota BKI dari Kota Tangerang, Dadik Decorino.

Anggota pun berharap bonsai kelapa dapat menjadi salah satu identitas bangsa Indonesia. Selain kegiatan sosial membantu sesama anggota, BKI juga aktif menggalang dana bantuan untuk bencana besar. (Hanna Tri Puspa Borneo Hutagaol)


Artikel Terbaru

Cara Menanam Pepaya California agar Cepat Berbuah dan Seragam

Sebagai pekebun yang ingin pepaya california cepat berbuah dan menghasilkan buah seragam, tahap awal yang penting adalah perkecambahan benih....

More Articles Like This