Thursday, January 29, 2026

Agar Vania Bertandan Ganda

Rekomendasi
- Advertisement -

Pupuk organik merangsang vanili bertandan ganda. Produksi pun berlipat.

Polong membentuk tandan ganda karena asupan pupuk organik. (Dok. Trubus)

Trubus — Krisis Prayitno tak mengalami krisis di lahan vanili. Petani di Desa Kedunggong, Kecamatan Sadang, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, justru sukses besar memanen polong harum. Saat panen pada April 2020, Yitno—sapaan Krisis Prayitno—memperoleh 20 kg polong dari 60 tanaman berumur 2—3 tahun yang tumbuh di pekarangan. Pengepul membelinya Rp200.000 per kg sehingga omzet ayah 4 anak itu Rp4 juta.

Produksi masih rendah lantaran tanamannya baru berumur 3 tahun. Namun, terbentuknya tandan polong ganda membuktikan kesuburan tanaman vanili. Lazimnya polong terbentuk langsung di tangkai polong primer yang muncul di sulur tanaman. Setiap dompol berisi 20—40 polong. Ia menyeleksi menjadi 10—20 polong dengan membuang polong yang kontet, melengkung, atau rusak. Yitno mempertahankan polong yang lurus, sehat, dan besar.

Muncul ganda

Pekebun vanili di Kedunggong, Kecamatan Sadang,
Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Krisis Prayitno. (Dok. Trubus)

Tanaman vanili milik Yitno membentuk tangkai sekunder di tangkai polong primer. Polong terbentuk di ujung tangkai sekunder. Dompol berisi 40—70 polong yang setelah diseleksi menyisakan 30—40 polong. Tandan ganda itu terbentuk setelah Yitno memberikan pupuk organik. Sebelumnya tanaman hanya menghasilkan tandan biasa atau tunggal. Pupuk organik itu berupa kotoran kambing terfermentasi selama 7 hari.

Jatah setiap tanaman hanya 3 kg. Frekuensi pemberian 2 kali dalam setahun yakni setelah penyerbukan bunga vanili pada Oktober atau November. Pengulangan berikutnya pada Februari atau Maret. Yitno memberikan pupuk dengan membumbunkan di sekeliling perakaran tanaman. Selain itu ia juga mengocorkan urine kambing terfermentasi sebagai pupuk cair. Caranya dengan mengocorkan pupuk cair itu di sekujur tanaman.

Baca juga : Per Hektare 40.000 Vanili

Yitno mengocorkan pupuk cair itu tidak rutin. “Sesempatnya dan seadanya urine, kira-kira 2—4 bulan sekali,” katanya. Ia menambahkan 0,01 liter larutan mikrob dan 50 gram gula merah pada 10 liter urine. Setelah mengaduk rata, ia mendiamkan selama 7 hari hingga menjadi larutan induk. Yitno hanya meneteskan 20—30 ml larutan induk dalam seliter air bersih. Kalau disemprotkan, larutan induknya cukup 10—15 ml ditambah seliter air.

Proses seleksi tandan ganda menyisakan lebih dari 20 polong buah per dompol. (Dok. Trubus)

Hasil pemupukan organik secara teratur itu menggembirakan, yakni polong berkualitas super. Bobot sekilogram berisi 20—30 polong. “Lazimnya 40—50 polong,” kata pegiat vanili di Kabupaten Kebumen, Fais Chaniffudin. Setiap tanaman memunculkan 1—2 dompol tandan ganda dari 6—7 dompol yang terbentuk. Peneliti di Balai Tanaman Rempah dan Obat (Balittro), Dra. Endang Hadipoentyanti, M.S. menyatakan, tandan ganda salah satu ciri varian vanili varietas alor (vania) 2.

Vania 1 dan vania 2 varietas vanili unggul tahan busuk batang vanili (BBV) besutan Balittro. Keduanya rilis pada 2010 (baca “Generasi Tangguh Emas Hijau” Trubus Mei 2010). Sifat tandan ganda bawaan dari varietas, bukan hasil perlakuan. Tanaman harus bebas penyakit dan mendapat cukup hara untuk menghasilkan tandan ganda,” kata alumnus Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada itu.

Artinya vanili di kebun Yitno mempunyai sifat menghasilkan tandan ganda. Namun, sebelumnya tandan ganda itu tidak pernah terbentuk. Penyebabnya asupan hara saat pengisian buah tidak optimal. Pekebun vanili di Kecamatan Sadang rata-rata tidak pernah memupuk tanaman Vanilla planifolia itu. “Paling sekadar membumbun daerah sekitar perakaran dengan rumput atau gulma dari penyiangan di dekatnya,” katanya.

Urine ruminansia

Hal itu terutama lantaran anjuran dari pendahulu mereka, yang menyatakan tanaman vanili rentan busuk kalau dipupuk. Yitno mengisahkan pengalaman salah satu rekannya yang menaburkan Urea di sekitar perakaran vanili. Walau hanya segenggam pupuk Urea itu menyebabkan tanaman layu sepekan kemudian. Rekan lain yang mencoba mengocorkan urine kambing nonfermentasi tanpa pengenceran hasilnya sama, tanaman layu sepekan kemudian.

Sulur menghasilkan 6-7 tandan buah. (Dok. Trubus)

Pengalaman rekan-rekannya itu sempat membuat Yitno bimbang. Untungnya berbagai informasi dari dunia maya maupun media sosial meyakinkannya. “Vanili memerlukan pupuk organik terfermentasi,” katanya. Kotoran kambing tersedia melimpah lantaran hampir setiap rumah di sana memelihara kambing atau domba. Bersama beberapa rekan pekebun, Yitno memfermentasi kotoran kambing dengan larutan mikrob. Kotoran kambing 2 karung (100 kg) mereka kocor dengan larutan mikrob lalu didiamkan.

Pelaku pertanian organik di Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Bambang Kalingga, menyatakan urine ruminansia efektif mempercepat pertumbuhan vegetatif. Kandungan unsur nitrogen dalam urine tinggi sehingga merangsang pembentukan daun baru atau membentuk percabangan. Selain kambing, petani juga menggunakan urine sapi atau kelinci. “Urine kelinci malah banyak yang mengemas menjadi produk siap pakai,” katanya.

Yitno bisa memanen polong saat umurnya lebih dari 8 bulan pada April 2020, lantaran menanam di pekarangan samping dan belakang rumah. “Sebelumnya paling tua umur 5 bulan sudah ditawar tengkulak. Kalau tidak dijual khawatir dicuri,” katanya. Itu karena pekebun menanam di lahan yang agak jauh dari rumah sehingga mempersulit pemantauan. Yitno dan pekebun vanili Desa Kedunggong membuktikan bahwa budidaya vanili dengan sistem organik di pekarangan mampu memberikan hasil. (Argohartono Arie Raharjo)

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img