Tersihir Rupa Gymno

Rekomendasi
- Advertisement -

Kaktus gymnocalycium beragam rona. Miskin klorofil, kaya pigmen warna.

Yarni Zebua jatuh cinta pada pandangan pertama. Begitu melihat gymnocalycium pehobi kaktus di Gunungsitoli, Sumatera Utara, itu langsung jatuh hati. “Motif pada tubuh gymnoclaycium sangat variatif,” katanya. Yang menjadi klangenan Yarni adalah jenis Gymnocalycium mihanovichii istimewa dalam pot keramik putih. Kaktus berdiameter 15 cm itu menarik lantaran memiliki anakan yang menggerombol di bagian atas.

Yarni Zebua jatuh hati pada keindahan warna dan karakter gymnocalycium.

“Mayoritas anakan yang muncul berwarna merah menyala dan nyaris menutup tubuh induk,” ujar Yarni. Ia membeli tanaman itu Rp3,5 juta pada 2012. Berkat perawatan yang serius, mihanovichii yang semula berdiameter 5 cm itu tumbuh prima. Kini nilai tanaman menjadi tiga kali lipat. Sejumlah pehobi tertarik “meminang” kaktus milik Yarni itu.

Perawatan

Pehobi lain menyarankan Yarni melepas anakannya. Namun, Yarni bergeming. Ia senang kaktus klangenannya itu tumbuh menggerombol sehingga memberikan kesan unik. Yarni yang berprofesi sebagai pengusaha itu mengoleksi puluhan pot gymno—sebutan singkat gymcocalycium di kalangan para pehobi. Ia mengumpulkan berbagai ukuran dan warna mihanovichii berpenampilan menawan di lantai atas kediamannya.

Rumah tanam sederhana itu menjadi persinggahan favorit Yarni usai seharian beraktivitas. Yarni menuturkan, perawatan mihanovichii sederhana, tetapi harus dilakukan sungguh-sungguh agar performa tanaman senantiasa bagus. Menurut Yarni pemilihan media tanam sangat penting. Ia memanfaatkan kombinasi media tanam berupa 80% pumis, 10% sekam bakar, dan 10% pupuk kandang.

Kombinasi itu memenuhi persyaratan media tanam kaktus yakni porous. Sejatinya, setiap pehobi kaktus memiliki racikan media tanam yang berbeda. “Namun, inti dari kombinasi berbagai media tanam adalah memungkinkan air mengalir cepat sehingga tidak mengendap di media tanam terlalu lama,” kata Yarni. Pemilihan media tanam yang tepat membuat mihanovichii hidup sehat.

Lihat saja mihanovichii bertubuh mungil yang berselimut warna pelangi. Tanaman tampak segar dan enak dipandang. Rona di tubuh kaktus berdiameter 9 cm itu adalah hijau, kuning, jingga, dan merah jambu. Perpaduan warna itu memberikan kesan elegan pada tanaman minim klorofil asal Argentina dan Paraguay itu.

Mihanovichii berwarna dominan hijau dengan motif kuning mengalami mutasi di bagian rib sehingga membentuk tonjolan.

Pehobi kaktus di Surabaya, Jawa Timur, Andre Atmaja menuturkan, mihanovichii merupakan jenis kaktus yang bandel sehingga cocok menjadi klangenan baru bagi pehobi kaktus. Di kalangan penggemar kaktus, mihanovichii merupakan spesies dengan gen warna kuat. Pola warnanya eksotis dan berkarakter bandel. Belum lagi kemunculan hibrida dan mutasi baik warna maupun bentuk yang membuat penampilan mihanovichii kian sempurna.

Buah bibir

Bisa dibilang mihanovichii sering kali menjadi buah bibir dibandingkan dengan jenis kaktus lain. Menurut Andre tren mihanovichii berlangsung selama 4 tahun belakangan. Perbincangan seputar tanaman berkutat pada karakternya yang bandel, variasi warna yang banyak, rib atau lekukan di tubuh kaktus yang beragam, dan duri yang unik. Para pehobi setia merawat tanaman bahkan dari ukuran mungil hingga membentuk kluster.

Andre Atmadja mengoleksi mihanovichii dengan pola garis-garis hijau dan jingga. Hiasan duri yang berukuran panjang membuat sang kaktus tampak atraktif.

Andre termasuk pehobi yang gemar mengoleksi mihanovichii istimewa. Sesosok mihanovichii bertubuh mungil berkelir dominan hijau dengan motif kuning menjadi idola Andre. Tanaman yang memiliki 10 rib itu mengalami mutasi di bagian punggungnya karena membentuk tonjolan-tonjolan. Ukuran duri tanaman tergolong pendek. Di setiap titik kemunculan duri terdapat 4 rusuk. Andre menuturkan, penampilan tanaman yang ciamik itu membuat nilai tanaman melambung. Jika dirupiahkan nilai sang klangenan mencapai Rp50 juta.

Koleksi lain yang bernilai tinggi adalah mihanovichii dengan pola garis-garis hijau dan jingga. Penampilan tanaman atraktif dengan rib berjumlah 8 lekuk. Duri tanaman memanjang dan berwarna jingga kecokelatan. Pada setiap titik kemunculan duri terdapat 5 rusuk. Penampilan mihanovichii milik Andre bisa dibilang nyaris sempurna. Pantas saja nilai tanaman mencapai Rp75 juta. (Andari Titisari)

Artikel Terbaru

Harga Referensi CPO Agustus Turun, Kakao Justru Melonjak

Kementerian Perdagangan (Kemendag) menetapkan Harga Referensi (HR) minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil atau CPO) untuk periode 1–31...

More Articles Like This