Pisang Incaran Pasar

Rekomendasi

TRUBUS — Jenis pisang ratusan. Hanya beberapa yang layak dikebunkan karena ekonomis.

Pasar Komoditi Nasional (Paskomnas) di Kota Tangerang, Provinsi Banten, menyerap minimal 15 ton pisang per hari. Menurut Direktur Paskomnas, Ir. Soekam Parwadi, konsumen pisang meja—sebutan untuk pisang yang dikonsumsi segar dan tanpa olahan—bisa dibedakan menjadi dua, yakni generasi milenial dan senior. Menurut Soekam konsumen generasi milenial lebih senang mengonsumsi pisang jenis cavendish dan mas kirana.

Adapun generasi senior lebih senang pisang jenis lawas, antara lain kepok kuning, barangan, raja bulu dan raja temen. Alumnus Universitas Tidar itu mengatakan, pasokan pisang yang disenangi milenial dan senior seimbang masing-masing 50% dari total pasokan. Namun, Soekam menyarankan pekebun menghindari budidaya satu jenis pisang.

Tampilan mulus

Sebaiknya pekebun menanam beragam jenis pisang agar lebih ekonomis. Ketika harga jenis tertentu turun, misal karena produksi berlebih, pekebun memiliki alternatif jenis lain yang harganya melonjak. Sebagai gambaran saat ini harga pisang cavendish Rp12.000—Rp15.000 per kilogram, sementara pisang mas kirana dan jenis lawas lain lebih mahal Rp14.000—Rp17.000 per kilogram.

Cavendish
Umur Panen : 12 bulan
Tinggi tanaman : 2,5—3 meter
Produksi : 15—30 kg per tandan teridiri atas 8—13 sisir (12—22 buah per sisir)
Populasi : 1.600 tanaman per hektare
Harga jual : Rp12.000—Rp15.000 per kilogram

Beberapa pekebun seperti Basuki dan Ahmad Zainal juga mengebunkan beberapa jenis pisang di satu lahan. Basuki di Desa Kragilan, Kecamtan Gantiwarno, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, misalnya mengebunkan jenis pisang raja bulu, ambon, dan kepok kuning di lahan 5.500 m2. Populasi jenis raja bulu mencapai 600 tanaman, sedangkan jumlah pisang ambon dan kepok kuning masing-masing 40 tanaman.

Mas Kirana
Umur Panen : 11—12 bulan
Tinggi tanaman : 2,5—3 meter
Produksi : 8—18 kg buah per tandan teridiri atas 7 sisir (12—20 buah per sisir)
Populasi : 1.600 tanaman per hektare
Harga jual : Rp14.000—Rp17.000 per kilogram

Persoalannya menentukan jenis apa yang harus dikebunkan? Manajer Pengembangan Bisnis PT Laris Manis Utama, Vendi Tri Suseno, mengatakan, pekebun harus berorientasi pada pasar ketika membudidayakan pisang. “Pasar membutuhkan pisang apa? Itu yang harus dipasok oleh pekebun,” ujar Sarjana Teknologi Pertanian alumnus Universitas Gadjah Mada itu.

Raja Bulu
Umur Panen : 11—12 bulan
Tinggi tanaman : 2—2,5 meter
Produksi : 4—22 kg buah per tandan teridiri atas 6—7 sisir (10—16 buah per sisir).
Populasi : 1.600 tanaman per hektare
Harga jual : Rp14.000—Rp18.000 per kilogram

Menurut Vendi saat ini pasar mencari pisang meja seperti cavendish, barangan, dan raja. Sebagai gambaran PT Laris Manis Utama menyerap 2 ton pisang cavendish setiap hari. Vendi mengatakan, pisang barangan dan raja memang lebih rendah dibandingkan dengan pisang cavendish. Selain ketiga jenis pisang itu masih berprospek mengisi pasar. “Pisang jenis lain pun sebetulnya prospek mengisi pasar swalayan asalkan pasokan kontinu dan tampilan bisa mulus,” kata Vendi.

Barangan
Umur Panen : 11—12 bulan
Tinggi tanaman : 2,5—3 meter
Produksi : 12—20 kg buah per tandan teridiri atas 8—12 sisir (16—23 buah per sisir).
Populasi : 1.600 tanaman per hektare
Harga jual : Rp14.000—Rp15.000 per kilogram

Vendi menuturkan, cavendish mendominasi hingga 70% pisang meja untuk pasar swalayan. Permintaan jenis lain seperti pisang barangan dan raja masih di bawah cavendish. Sementara itu Soekam merekomendasikan pisang mas kirana dan raja bulu untuk dibudidayakan. Pertimbangannya permintaan kedua jenis pisang itu relatif besar.

Menurut Vendi kendala pasokan pisang selain produksi adalah distribusi. Meski produksi cukup jika distribusi buruk menyebabkan produk mudah rusak sehingga menurunkan harga. “Perlu upaya untuk meningkatkan mutu pisang,” kata Vendi. Soekam mengatakan hal serupa. Jenis pisang ambon mudah rusak antara lain karakter pisang itu sendiri, distribusi, dan pascapanen yang belum memadai.

Seokam mengatakan, perlu teknik pascapanen dan distribusi baik untuk meningkatkan mutu pisang ambon, mas, raja, dan barangan. Tujuannya agar hasil panen mulus, awet, dan tidak mudah rusak. “Cavendish pun dipanen hijau, menjadi kuning lewat perlakuan. Artinya jenis pisang lain memungkinkan pula ditingkatkan mutunya dengan perlakuan khusus,” kata Soekam. (Muhamad Fajar Ramadhan/Peliput: Riefza Vebriansyah)

Artikel Terbaru

Distribusi Pangan Pengaruhi Keterjangkauan Harga Beras dan Cabai

TRUBUS.ID – Surplus pangan nasional belum menjamin masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau. Dosen Ekonomi Pertanian dan Agribisnis...

More Articles Like This