Monday, August 15, 2022

Agar Omzet Jahe Naik

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Petani jahe merah mendongkrak penghasilan dengan sistem tumpang sari. Ia menanam jahe merah bersama cabai merah dan jagung manis serentak di satu lahan.

Petani jahe merah di Cianjur, Nendi

Nendi menumpangsarikan jahe, jagung manis, dan cabai di satu lahan. “Jahe merah setahun baru panen. Tidak ada pemasukan bulanan untuk dapur,” kata petani di Desa Kutawaringin, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, itu. Pertumbuhan vertikal jagung paling cepat berperan menyediakan naungan ketika tunas jahe muncul. Naungan jagung juga membatasi pertumbuhan cabai sehingga tidak terlalu rimbun sehingga tunas jahe masih mendapat sinar matahari.

Mantan atlet berkuda yang pernah berlaga di ajang Pekan Olahraga Nasional, South East Asia Games, dan Asian Games itu mengatakan, modal dan biaya perawatan bertambah tapi pendapatan pun berlipat. Petani sejak 2008 itu menggemburkan tanah dengan cangkul tanpa membuat guludan untuk lokasi penanaman. Nendi mengolah lahan 0,8 hektare dan memberikan pupuk dasar untuk jagung dan cabai berupa segenggam pupuk kandang ayam petelur per lubang tanam.

Tanam bersamaan

Nendi tidak memberikan pupuk dasar untuk jahe karena rentan terserang busuk rimpang. Menurut Nendi khusus jahe yang penting ada naungan ketika muncul tunas. Dua pekan sebelum tanam, Nendi memotong rimpang jahe kecil-kecil untuk bibit. Ia membiarkan rimpang calon bibit terkena udara. Cara itu memangkas masa dormansi. Saat tanam, kondisi rimpang mengerut dan siap bertunas.

Kebanyakan orang langsung menanam rimpang setelah pemotongan. Padahal pemotongan menyebabkan munculnya bagian terbuka pada rimpang. Menurut Nendi rimpang mulai bertunas setelah bagian terbuka itu mengering. Proses pengeringan itu lebih cepat kalau rimpang terkena udara. Kalau rimpang ditanam langsung pascapemotongan, pengeringan bekas potongan lebih lama sehingga pertunasan pun tertunda. Ia pernah menanam rimpang jahe bersamaan dengan tetangga. Ketika tinggi tanaman Nendi sebetis, tanaman jahe di lahan tetangga baru semata kaki.

Jahe merah dicari pasar

Penanaman jagung, cabai, dan jahe merah bersamaan di lahan seluas 0,8 hektare. Jarak antarbanjar tanaman jagung 40 cm, sementara jarak antarsaf 120 cm. Penanaman bibit cabai di sela jarak memanjang antarjagung sehingga jarak cabai-jagung 20 cm. Adapun penanaman jahe merah di sisi kiri dan kanan cabai dengan jarak cabai-jahe merah 20 cm. Nendi mengatur waktu penanaman agar jagung siap panen menjelang Tahun Baru.

Harga jagung manis meningkat menjelang libur Tahun Baru.

“Saat itu permintaan jagung manis tinggi karena banyak orang membakar jagung untuk merayakan pergantian tahun,” kata Nendi. Strateginya jitu. Pemborong menebas—membeli lalu memanen sendiri, red.—jagung siap panen umur dua bulan di lahan 8.000 m2 miliknya seharga Rp25 juta. Saat memanen penebas menyisakan batang jagung setinggi lutut orang dewasa. Gunanya membantu menegakkan cabai.

Peraih medali emas Kejurnas Pacuan Kuda Piala Presiden 2002 itu mulai memanen cabai hijau empat bulan setelah tanam. “Umur panen cabai hijau lebih dulu, selisih harga paling Rp3.000 per kg,” kata Nendi. Kondisi itu ketika harga normal. Namun, saat harga membubung rentang harga melebar hingga Rp10.000—Rp15.000 per kg.

Cabai hijau panen 1—2 pekan sekali sehingga biaya panen efisien dibandingkan dengan cabai merah besar yang panen per 3—5 hari. Di tempat Nendi, ada pengepul yang rutin menyetor cabai hijau ke produsen makanan besar. Nendi panen cabai 10—13 kali sampai tanaman berumur 7—8 bulan. Pada 2018, cabai “menggaji” Nendi Rp50 juta. Artinya ia mendapat penghasilan ekstra Rp75 juta di luar jahe merah.

Sumber nutrisi

Perawatan dan biaya panen cabai hijau
efisien.

Penanaman jagung dan cabai hanya sekali. Menurut Nendi kalau menanam jagung lagi tanaman cabai berisiko rusak, padahal cabai salah satu komoditas yang harganya lumayan. Selanjutnya pada Juli—Agustus, ketika berumur sembilan bulan, jahe merah siap panen. Saat itu kemarau sehingga tanaman jahe menguning lalu layu. Menurut Nendi itulah waktu pas untuk panen karena, “Tanaman berhenti bertunas (memasuki masa dormansi, red.) sehingga kualitas jahe optimal.” Nendi hanya memberikan pupuk kandang ayam petelur, yang bebas sekam, sebanyak satu genggam per tanaman.

Menurut Nendi sekam dalam pupuk kandang ayam pedaging membuat tanaman jahe rentan serangan penggerek akar maupun lalat rimpang. Petani 41 tahun itu memberikan pupuk hanya pada bulan ke-3 dan ke-5 bersamaan dengan membumbun rimpang. Pembumbunan rimpang terakhir pada bulan kedelapan tanpa pemupukan. Selanjutnya ia hanya menyiangi gulma yang tumbuh di sela-sela tanaman. Pembumbunan menjadikan terbentuknya guludan di sekitar tanaman jahe.

Nendi mendapatkan empat ton rimpang dari lahan 8.000 m². Peneliti Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro), Drs. Cheppy Syukur menyatakan pupuk yang dominan unsur nitrogen seperti pupuk kandang ayam efektif meningkatkan jumlah anakan jahe merah. Makin banyak anakan, makin banyak percabangan rimpang terbentuk sehingga bobot rimpang meningkat. (Argohartono Arie Raharjo)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img