Tuesday, August 9, 2022

Agar Para Imigran Tetap Bertahan

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

 

Ricky terpaksa ‘memutilasi’ ranting nam dok mai mutasi koleksi Anant. Musababnya, Anant tak menyediakan bibitnya. Pemilik nurseri Hara itu juga menolak saat Anant menawarkan biji untuk dibawa ke Indonesia. ‘Kalau dari biji nantinya kembali lagi ke sifat normal. Jadi harus vegetatif,’ ujarnya. Padahal, cara itu berisiko kematian tinggi. Apalagi batang bawah yang digunakan belum tentu cocok.

Setiba di tanahair, ranting berukuran 100 cm dipotong menjadi 100 entres. Masing-masing entres memiliki satu mata tunas. Bagian ujung entres berdiameter 5 mm itu dipotong dengan model V. Batang atas itu disisipkan pada celah mangga lokal yang dijadikan batang bawah, lalu diikat dengan tali plastik. Tanaman hasil graft ing itu disungkup dengan plastik transparan, lalu disimpan di rumah tanam beratap plastik UV 65%. Artinya, sinar matahari yang diteruskan hanya 35%.

Pengumpul biji

Sebulan kemudian nam dok mai mutasi itu mulai memunculkan tunas-tunas baru. Setelah berumur setahun, Mangifera indica unggul negeri Gajah Putih itu tumbuh setinggi kira-kira 1 m dan mulai rimbun. Hanya saja tidak seluruhnya berumur panjang. Dari 100 tanaman hasil graft ing, hanya 70 tanaman yang bertahan hidup. Seluruhnya belum berbuah. ‘Jadi belum diketahui apakah buahnya tetap kuning atau tidak,’ tuturnya.

Begitulah cara Ricky bila menemukan tanaman buah unggul baru di mancanegara. Pengalaman serupa dialami Suko Budi Prayogo saat pertama kali menemukan lengkeng pingpong di Vietnam. Ia mengumpulkan puluhan biji dari lengkeng yang disajikan di salah satu hotel di Ho Chi Minh. Biji lengkeng itu kemudian ditanam di halaman rumah di Semarang, Jawa Tengah.

Di antara puluhan biji hanya beberapa yang tumbuh dan menghasilkan buah seukuran bola pingpong, seperti yang ditemui di Vietnam. Salah satunya kini tumbuh setinggi 5 m di halaman rumah Suko. Xuong com vang longhuyen-nama di Vietnam-itu sudah berumur 19 tahun. Dari tanaman itulah Suko memproduksi bibit. Ranting lengkeng dataran rendah itu disambung dengan batang bawah lengkeng lokal.

Namun, buat pencinta tanaman buah yang belum jago menyambung atau tak sabar menunggu buah asal biji paling aman mendatangi penangkar bibit jika berburu di mancanegara. ‘Biasanya mereka menyediakan bibit siap ekspor,’ ujar Prakoso Heryono, importir bibit di Demak, Jawa Tengah. Itu yang dilakukan para penangkar buah di Thailand.

Bibit yang akan diekspor diberi media cocochip. Media tanam sabut kelapa itu mampu menyimpan air dengan baik. Dengan begitu, bibit tetap bertahan hidup meski menempuh perjalanan hingga 10 hari. Ada juga yang menggunakan arang sekam yang dibungkus plastik. Dengan media itu bobot angkut lebih ringan. Hanya saja daun seringkali rontok.

Tambah media

Namun, jangan cemas bila bibit yang tiba di tanahair gundul. ‘Bibit masih hidup. Malah kalau daunnya rontok pertumbuhannya lebih bagus,’ tutur Ricky. Bibit berdaun lebat lebih sulit memunculkan tunas baru. Pasokan hara dan nutrisi digunakan untuk memulihkan kondisi daun yang sudah ada terlebih dahulu. Setelah itu, baru nutrisi digunakan untuk memunculkan tunas. Sedangkan bibit yang tanpa daun langsung menggunakan hara dan nutrisi untuk memacu pertumbuhan tunas baru. Bahkan terkadang bunga. Persis seperti usai pemangkasan berat untuk memacu berbunga.

Kemasan bibit yang baru tiba sebaiknya segera dibuka. Media yang lembap terkadang menjadi bumerang bagi kelangsungan hidup bibit. Air yang terikat pada media membuat kondisi ruang dalam kemasan turut lembap. Kelembapanterlalu tinggi menyebabkan akar busuk yang akhirnya berujung kematian.

Bibit juga mesti segera diberi media baru. Maklum, untuk bibit ekspor biasanya ditanam pada polibag berdiameter 7-10 cm dengan media rendah nutrisi. Media hanya untuk memenuhi kebutuhan air selama perjalanan.

Prakoso menggunakan media tanah, pupuk kandang yang telah terfermentasi, dan sekam bakar atau sekam mentah dengan komposisi sama. Polibag yang digunakan berdiameter 25 cm. Media awal tidak dibongkar karena khawatir merusak perakaran. Akar yang putus seringkali menyebabkan tanaman stres.

Bibit yang telah diberi media kemudian disimpan di rumah tanam dengan naungan jaring peneduh atau plastik UV 65%. Hindari menaruh bibit yang baru datang di lokasi terbuka. Perbedaan kondisi lingkungan yang cukup ekstrim menyebabkan tanaman stres. Agar tanaman kembali segar, semprotkan larutan B1 ke bagian perakaran dan daun. Interval penyemprotan sekali sepekan hingga 3 kali aplikasi dengan dosis sesuai anjuran dalam kemasan.

Tak 100% hidup

Satu setengah bulan berselang, daun-daun baru mulai bermunculan. Pada saat itulah tanaman mulai membutuhkan nutrisi tambahan. Ricky memberi pupuk tambahan berupa campuran NPK 15:15:15 dan Urea dengan perbandingan sama. Urea diberikan untuk memacu pertumbuhan vegetatif. Untuk polibag berdiameter 25 cm, total dosis campuran sebanyak 2-5 g/bibit. Sedangkan Prakoso hanya memberikan pupuk daun dengan interval 10 hari sekali. Setelah berumur 3 bulan, bibit dapat dipindahkan ke tempat terbuka dan siap dijual.

Namun, langkah itu tak menjamin bibit impor hidup 100%. Kasus mati banyak terjadi pada bibit yang diletakkan di tumpukkan paling bawah selama pengangkutan. Meski diberi perlakuan, daunnya malah rontok dan meranggas. Tunas yang diharapkan pun tak kunjung tumbuh. Pengalaman Prakoso tingkat kematian bibit bisa mencapai 40%.

Perlakuan para penangkar saat pengemasan juga menjadi kunci sukses buah introduksi hidup di tanahair. Dari 300 bibit kelapa pandanwangi yang dipesan Ricky, hanya 120 bibit bertahan hidup. Kematian bibit akibat kesalahan penangkar di Th ailand saat membongkar media. Bibit kelapa biasanya diekspor tanpa media. Rupanya salah seorang personil penangkar membongkar media dengan cara mencabut bibit sehingga tunas kelapa yang keluar dari ujung buah nyaris patah. Akibatnya, pasokan nutrisi dari buah terputus sehingga tanaman layu dan akhirnya mati. (Imam Wiguna)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img