Friday, December 9, 2022

Aligator Avokad Istimewa

Rekomendasi

Avokad aligator bersosok jumbo hingga 1 kg dan manis.

Lantaran bongsor, avokad jumbo milik Eko Tri Sulistyo dijuluki aligator.
Lantaran bongsor, avokad jumbo milik Eko Tri Sulistyo dijuluki aligator.

Eko Tri Sulistyo takjub ketika memetik avokad dari pohon di samping rumahnya. Penampilan buah Persea americana itu memang elok. “Kesan pertama langsung menggoda,” ujar penangkar buah di Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah itu. Lihat saja, sosok buah bongsor dibanding avokad biasa. Bentuknya bulat agak mengerucut di bagian atas. Bobot buah 1,13 kg, bobot avokad rata-rata 250—500 gram per buah.

Bobot avokad aligator melebihi avokad  biasa yakni di atas 700 gram.
Bobot avokad aligator melebihi avokad biasa yakni di atas 700 gram.

Lantaran bongsor buah berukulit hijau mengilap itu dijuluki aligator. Kekaguman pria asal Magelang, Jawa Tengah, itu semakin bertambah ketika buah dibelah. Ia terpesona melihat daging buah aligator yang berwarna kuning seperti mentega. Saat Eko mencecap sensasi manis dan gurih langsung terasa. “Tak perlu tambahan gula atau susu untuk menyantapnya,” ujarnya.

Genjah
Porsi daging buah aligator yang bisa dimakan cukup banyak mencapai 65—70% dari seluruh bagian buah. Citarasanya kian juara lantaran tidak memiliki rasa pahit. Apalagi tekstur daging buahnya juga halus dan tanpa serat. “Ukuran buah yang jumbo cocok dikonsumsi sebagai buah meja untuk keluarga,” ujar penangkar buah sejak 20 tahun lalu itu.

Keunggulan aligator bukan hanya soal rasa. Tanaman introduksi dari Meksiko itu tergolong genjah. Eko memanen buah perdana dari pohon berumur 2,5 tahun yang tumbuh di halaman rumah. Lokasinya berketinggian 300 meter di atas permukaan laut (m dpl). Pohon itu berasal dari bibit setinggi 1,5 meter hasil perbanyakan okulasi. Kini tinggi pohon anggota famili Lauraceae itu mencapai 4 m.

Pada panen pertama Eko mememetik 8 buah avokad. Bobot keseluruhan buah di atas 700 gram. Meskipun baru belajar berbuah, kualitas rasa aligator boleh diadu. “Citarasanya tak kalah dengan avokad unggul yang sudah beredar di pasaran,” ujar Eko. Perawatan pohon kerabat kayumanis itu pun gampang. Pada awal tanam, Eko membenamkan 50 kg pupuk kandang dan 10 kg dolomit.

Pohon avokad  aligator di halaman rumah Eko Tri Sulistyo.
Pohon avokad aligator di halaman rumah Eko Tri Sulistyo.

Selanjutnya ia memupuk rutin setiap dua bulan. Ia memilih pupuk NPK dengan perbandingan 16:16:16 sebagai nutrisi tanaman. Eko melarutkan 100 gram pupuk itu ke dalam 20 liter air. Larutan itu lantas disiramkan ke sekitar tajuk pohon. Sesekali ia menyemprotkan pupuk daun untuk menjaga performa pohon anggota famili medang-medangan itu.

Eko memperoleh bibit aligator dari Boyke Purbo Cahyoko di Kabupaten Blitar, Provinsi Jawa Timur. Semula Boyke meminta cenderemata berupa entres buah unggul dari seorang kawan yang sudah lama tinggal di Amerika Serikat. Pada 2010 sang kawan pulang ke tanahair dan membawa 5 entres avokad berukuran 15 cm. “Ini salah satu varian avokad unggul di Amerika,“ kata Boyke menirukan ucapan sang kawan.

Boyke lantas menempelkan seluruh entres itu pada batang avokad lokal setinggi 1,5 m yang terletak di samping rumah. Sayang, hanya dua cabang yang bertahan hidup. Namun, kekecewaan itu teratasi saat melihat pohon cepat berbuah. “Pohon sudah berbuah 3 tahun setelah penempelan entres,” ujar Boyke. Pada panen pertama ia memetik 125 buah avokad aligator. Semua buah berbobot di atas 1 kg. Buah yang paling besar malah berbobot 1,8 kg.

Incaran

Daging buah avokad aligator manis, gurih, dan halus.
Daging buah avokad aligator manis, gurih, dan halus.

Lantaran kualitas buah istimewa, avokad aligator kini tengah jadi incaran para pehobi. Popularitasnya melejit sebab berukuran jumbo dan manis. Lihat saja permintaan bibit yang menghampiri Boyke hingga 1.500 batang. Adapun permintaan bibit yang datang ke nurseri Eko Tri Sulistyo mencapai 500 batang. Ia memperbanyak aligator menggunakan teknik sambung pucuk dan okulasi.

Yang menarik aligator tahan serangan ulat. Selama ini masyarakat awam enggan menanam avokad sebab mudah terserang ulat. Dosen Agronomi dan Hortikultura, Institut Pertanian Bogor, Sobir PhD, menduga daun avokad yang tahan ulat mengandung enzim antiprotease. Kehadiran enzim itu mampu menghambat penguraian protein yang dibutuhkan ulat. Kondisi itu menyebabkan ulat tidak bisa berkembang biak.

Avokad  sijago, pemenang pertama Lomba Buah Unggul Nasional 2015  yang diselenggarakan oleh Trubus.
Avokad sijago, pemenang pertama Lomba Buah Unggul Nasional 2015 yang diselenggarakan oleh Trubus.

Sejatinya avokad jumbo bukan barang baru. Sebelumnya sudah ada varian avokad bongsor yang populer lebih dahulu antara lain si cantik. Kelompok Tani Berkah Jaya di Desa Ngasem, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, mengebunkan avokad bersosok mirip lonceng itu. Kulit hijau mengilap, bobot buah rata-rata 0,5—1 kg. Warna daging buah kuning mentega, pulen, dan gurih.

Adapula avokad sijago milik Mesiyat di Desa Ponggok, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Si jago merupakan pemenang pertama kategori avokad pada Lomba Buah Unggul Nasional 2015 yang diprakarsai oleh Majalah Trubus. Ciri khas si jago bulat di bagian bawah, tetapi runcing di bagian atas. Bobotnya 700—900 gram per buah Ketebalan daging sekitar 2 cm. Citarasanya gurih, manis, dan lembut berserat halus. (Andari Titisari)

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Keunggulan Kapal Canggih Penebar Pakan Ikan

Trubus.id — Kapal penebar pakan ikan bisa menjadi alternatif para pembudidaya yang memelihara ikan di tambak yang luas. Salah...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img