Monday, August 15, 2022

Dua Jambu Biji Unik

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Dua sosok jambu biji baru yang bersosok unik dan bercita rasa menarik.

Jambu sinatra tahan simpan hingga 14 hari usai panen.
Jambu sinatra tahan simpan hingga 14 hari usai panen.

Semula Sinatra Hardjadinata berniat menebas pohon jambu biji yang tumbuh di halaman samping rumahnya. Petani buah naga di Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, itu ingin mendirikan bangunan kecil untuk menyimpan peralatan berkebun buah naga di lokasi tumbuh jambu biji itu. Namun, ia mengurungkan niat menebang pohon saat melihat calon buah yang berbentuk unik.

“Sosok pentil buah bongsor dan cenderung lonjong,” ujar Sinatra. Lazimnya, pentil jambu biji berbentuk bulat hingga siap petik. Penasaran akan kualitas dan rasa buah, Sinatra menunggu hingga buah matang pohon. Setelah menunggu 1 bulan, lepas sudah rasa ingin tahu itu. Kulit buah hijau nan mulus membuat penampilan buah amat menarik. Bobot buah sekitar 500 gram.

Tahan 14 hari
Daging buah jambu biji itu berwarna merah dengan jumlah biji sedikit. Begitu Sinatra menggigit, rasa manis agak masam daging buah yang renyah itu langsung terasa. “Saya mengira tekstur buah bakal lembek sebab matang pohon,” ujarnya. Yang menarik buah tetap renyah meski disimpan hingga 14 hari. “Jambu biji merah lain pasti kulit dan daging buahnya sudah lembek,” ujar Sinatra.

Sinatra, urung memindahkan pohon jambunya lantaran menghasilkan karakter yang unik.
Sinatra, urung memindahkan pohon jambunya lantaran menghasilkan karakter yang unik.

Namun, ia tidak mengetahui secara pasti jenis jambu biji berdaging renyah itu. Sebab bibit jambu biji itu diperoleh dari rekan bisnis di luar negeri. Sang rekan membawa bibit itu sebagai buah tangan saat berkunjung ke kediaman Sinatra di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada 2012. Ia meletakkan bingkisan itu pada pot berukuran tinggi 50 dan diameter 1 meter.

Sayang, tabulampot jambu biji itu tidak mendapatkan perawatan intensif. Maklum, fokus utama Sinatra adalah berkebun buah naga sehingga nasib bibit jambu itu terabaikan. Sinatara menyerahkan pemeliharaan sepenuhnya pada perawat tanaman di kebunnya. Rupanya sang perawat hanya menyiramkan air biasa sekadar pohon tetap hidup. Perawatan yang minim itu menyebabkan kondisi tanaman tidak terurus.

Bahkan, akar tanaman sudah menembus ke dalam tanah melalui lubang rekahan pada pot. Sinatra baru menyadarinya saat memindahkan tanaman ke tanah. Tak disangka, pohon jambu biji yang terabaikan itu justru memberikan balasan yang manis. Sinatra menduga sang rekan rela membawa bibit jambu jauh-jauh pasti ada keistimewaan di dalamnya. “Saya baru menyadari belakangan,” ujarnya.

Itu sebabnya ia berencana memperbanyak tanaman dengan cangkok. Ia khawatir tak bisa memanen buah istimewa itu jika sang induk sudah tidak ada. Sinatra menyebut jambu biji berdaging renyah itu jambu sinatra. Nun di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Yusron Hadi Nugroho juga memiliki jambu biji berkarakter istimewa. Sosok buah jambu biji itu mirip pir.

Penyimpangan
Penemuan buah jambu pir itu berawal dari laporan pekerja kebun pada 2013. Mereka membawa 2 buah jambu biji berbentuk pir dari pohon berumur 5 tahun. Tinggi pohon sekitar 1,5 m. Penampilan buah sangat unik mirip buah pir. Bagian bawah buah lebih besar dibanding bagian di dekat tangkai. Diameter buahnya besar sekepalan tangan orang dewasa dengan panjang 20 cm.

Bobot jambu pir lebih dari 500 gram per buah.
Bobot jambu pir lebih dari 500 gram per buah.

Yusron lantas menimbang buah dengan timbangan elektronik berakurasi tinggi. Ternyata bobot buah melebihi 500 gram. Lazimnya bobot jambu biji kisaran 300 gram. Yusron mengaku jarang menjumpai jambu biji bersosok bongsor. Ia makin sumringah tatkala mencicip buah. Daging buah berwarna putih, tebal, berbiji sedikit, dan juicy. “Citarasa buah manis mirip jambu biji jenis kristal, tetapi tingkat kemanisannya masih di bawahnya,” ujar Yusron.

Menurut Yusron pohon jambu itu sudah 2 kali berbuah sejak ditemukan. Buah yang dihasilkan tetap sama yakni besar dan berbentuk pir. Lantaran berbuah stabil, ia lantas memperbanyak jambu pir itu lewat cangkok. Ia juga berencana menanam hasil cangkok itu di berbagai tempat untuk melihat kestabilan kualitas buahnya. Sayang, Yusron memiliki pengetahuan yang terbatas soal dunia jambu-jambuan.

Itu sebabnya, ia membawa buah nyeleneh itu ke sejumlah rekan yang berpengalaman. Namun, mayoritas rekan yang dimintai pendapat tidak ada yang dapat menjawab jenis jambu biji itu. Yusron akhirnya mengunggah foto jambu bersosok pir itu ke media sosial. Foto jambu biji itu sempat menyedot perhatian orang yang melihatnya. “Banyak pendapat yang bermunculan terkait jambu biij itu. Beberapa di antaranya menjawab dengan disertai rujukan literatur dan dapat sebagai masukan pelacakan selanjutnya,” ujar Yusron.

Yusron Hadi Nugroho, Petani di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, kini memperbanyak jambu pir koleksinya.
Yusron Hadi Nugroho, Petani di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, kini memperbanyak jambu pir koleksinya.

Menurut pakar buah dari Pusat Kajian Hortikultura Tropika, Institut Pertanian Bogor, Prof Dr Ir Sobir, untuk mencari kejelasan jenis jambu biji berdasarkan asal-usulnya harus melalui proses panjang. Diawali dengan berbagai dugaan berdasar kenampakan fisik sampai dengan penelusuran varietas. Namun, dengan kemunculan jambu biji itu dapat memperkaya koleksi buah nasional, dan tidak mustahil berpeluang untuk dikembangkan menjadi buah unggul di masa depan.

Sobir menuturkan penemuan kedua jenis jambu biji berkarakter unik milik Sinatra dan Yusron itu memiliki kesamaan. Keduanya berasal dari bibit yang tidak dirawat secara intensif. “Munculnya sifat atau karakter yang unik dapat terjadi akibat pengaruh kondisi lingkungan tempat tanaman itu tumbuh,” ujar Sobir. Suhu yang ekstrem, kelembapan udara yang berbeda dengan habitat asli tanaman, topografi tanah, dan jenis mineral yang terkandung dalam tanah memicu penyimpangan bentuk asli buah.

Sobir menuturkan pohon sudah mendapatkan nutrisi yang cukup dan tepat untuk menunjang kebutuhan hidup. Pohon tetap tumbuh baik dan berbuah meskipun tanpa bantuan manusia. Itu artinya, lingkungan tempat tumbuh pohon relatif subur. Jenis dan jumlah kadar mineral di dalam tanah juga dapat mengubah karakter buah. Misalnya, daging buah jambu biji merah yang normalnya saat terlalu matang menjadi lunak, tetapi karena ada tambahan mineral tertentu menjadi terjaga kerenyahannya. (Muhammad Hernawan Nugroho)

Previous articleAligator Avokad Istimewa
Next articleSetek Super Pendek
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img