Tuesday, May 5, 2026

Ampuh, Spirulina Kering Turunkan Kolesterol Daging Bebek

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Penambahan spirulina kering ampuh menurunkan kolestrol dagingbebek peking sebesar 16%.  Itulah riset para mahasiswa Fakultas Peternakan, Universitas Gadjah Mada (UGM). Penelitian yang diketuai oleh Dinda Rahmasari itu menganalisis 3 uji terkait produktivitas, kualitas karkas, dan kualitas daging.

Tim peneliti mencampur pakan tambahan berupa spirulina kering ke dalam pakan bebek. Penelitian yang dilaksanakan pada 2023 itu dilakukan dengan 3 perlakuan. Ketiga perlakuan itu yakni pakan kontrol tanpa spirulina, 300 g pakan dengan campuran 4% spirulina, dan 300 g pakan dengan campuran 2% spirulina.

Tim peneliti memberikan pakan setiap hari untuk 150 pejantan day old duck (DOD) strain peking selama 60 hari. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian 4% spirulina menurunkan kadar kolestrol daging bebek dari 66,55mg/100g menjadi 55,48mg/100g (16,63%).

“Uji coba yang kami lakukan mengupayakan penurunan kadar kolestrol yang optimal. Artinya kadar penambahan spirulina tidak membuat kadar kolestrol hilang total karena ternak tetap membutuhkan kolestrol untuk prekusor hormon. Kadar 4% menjadi yang paling sesuai dengan batas aman,” ujar Dinda.

Dosen pembimbing penelitian, Moh. Sofi’ul Anam, S.Pt., M.Sc., mengatakan bahwa peran senyawa metabolit sekunder dalam spirulina berperan penting menghambat kerja enzim HMG-CoA reduktase.

Dampaknya sintesis kolesterol menurun dan kadar kolesterol dalam darah juga menurun. “Senyawa metabolit sekunder terutama saponin bisa mengikat senyawa yang mensintesis kolestrol,” kata dosen Departemen Nutrisi dan Makanan Ternak, UGM, itu.

Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa kombinasi spirulina dalam pakan menurunkan rasio konversi pakan atau feed covertion ransum (FCR) menjadi 2,33. Dengan kata lain untuk menghasilkan 1 kg daging bebek diperlukan 2,33 kg pakan.

Sementara FCR bebek tanpa asupan spirulina sebesar 2,62. “FCR lebih rendah menandakan bahwa spirulina bisa mengonversi pakan,” kata Sofi’ul.

Memang tak dipungkiri ada biaya tambahan untuk pembelian spirulina. Meski begitu biaya tambahan tidak lebih besar daripada kualitas daging bebek yang rendah kolestrol.  Riset Dinda dan tim menjadi sebuah terobosan untuk melirik mikroalga sebagai bahan tambahan pakan ternak (feed supplement).

Menurut Sofi’ul mikroalga masih menjadi hal baru, tetapi kalau di perikanan sudah dilakukan beberapa tahun lalu. Tim peneliti menggunakan spirulina karena mengandung protein sangat tinggi mencapai 60%.

Dengan begitu spirulina berpeluang mengganti penggunaan bungkil kedelai atau tepung ikan di masa mendatang. “Secara biomassa, spirulina berkembang lebih cepat. Ketika sudah dipanen, keesokan hari ada lagi,” ujar Sofi’ul.

Dinda mengatakan, kemudahan mendapatkan spirulina menjadi alasan lain pemilihan mikroalga itu sebagai pakan tambahan “Spirulina bisa dibudidayakan di kolam-kolam atau sumber air tawar lainnya,” kata mahasisiwi semester 4 itu.


Artikel Terbaru

Cara Memilih Jeruk Manis di Pasar: Ciri Fisik, Aroma, dan Mutu

Menurut Said dan rekan dalam artikel Physicochemical Quality Indicators of Citrus Fruits, mutu jeruk manis ditentukan oleh kombinasi karakter...

More Articles Like This