Thursday, January 22, 2026

Anggrek Antar Anak Muda Ini Raih Omzet Ratusan Juta

Rekomendasi
- Advertisement -

Keelokan bunga anggrek tak hanya memanjakan mata, tetapi juga membuka peluang ekonomi bernilai tinggi. Hal itu dibuktikan Nandia Anindhita, alumnus Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), yang sukses mengembangkan usaha anggrek dengan omzet menembus Rp100 juta per bulan.

Minat Nandia pada anggrek bermula pada 2016, saat ia masih menempuh semester enam. Pengalaman magang di sebuah kebun anggrek menjadi titik balik yang mengubah pandangannya terhadap tanaman hias tersebut. Dari sekadar ketertarikan visual, ia mulai melihat potensi bisnis yang menjanjikan. “Setelah terjun langsung di kebun, saya menyadari anggrek punya peluang pasar yang luas,” ujarnya melansir pada laman UMM.

Berbekal pengetahuan botani dan ekologi dari bangku kuliah, Nandia mulai membudidayakan anggrek secara mandiri. Pemahaman tentang karakter tanaman, kebutuhan lingkungan, serta pengelolaan tumbuh kembang menjadi modal penting dalam menjaga kualitas produksi. Ia menekuni proses budi daya dengan serius, mulai dari perbanyakan hingga pemeliharaan.

Pemasaran awal dilakukan secara sederhana melalui media sosial seperti Facebook dan Instagram. Respons pasar ternyata sangat baik. Permintaan terus meningkat hingga membuat Nandia kewalahan melayani pesanan. Seiring berkembangnya usaha, ia memperluas skala produksi dengan membangun tiga greenhouse yang tersebar di Tulungagung, Malang, dan Batu.

Saat ini, koleksi anggrek yang dikelola Nandia mencapai ratusan ribu tanaman dari beragam varietas. Ia juga mulai menggandeng petani mitra untuk menjaga kesinambungan produksi. Meski baru satu mitra, langkah tersebut menjadi fondasi penting dalam pengembangan usaha ke depan.

Prestasi lain yang membanggakan, nama Nandia diabadikan sebagai salah satu varietas anggrek yang tercatat di Royal Horticultural Society (RHS). Varietas tersebut diberi nama Dendrobium Nandia Anindhita (D.S. Santoso, 2018), hasil persilangan Dendrobium Otto I. Leidin dan Dendrobium lineale. Karakter genetiknya kuat dipengaruhi spesies D. lineale dan D. helix. “Ini menjadi motivasi besar bagi saya untuk terus berkarya di bidang florikultura,” katanya.

Jangkauan pemasaran anggrek Nandia kini meluas ke berbagai daerah di Indonesia. Ia melayani penjualan ritel hingga grosir untuk reseller tanaman hias. Namun, ia mengakui pasar ekspor masih menjadi tantangan yang ingin ditaklukkan ke depan.

Menurut Nandia, membangun kepercayaan konsumen menjadi tantangan terbesar di fase awal usaha. Konsistensi kualitas tanaman, pelayanan yang responsif, serta komunikasi personal menjadi strategi utama dalam menjaga loyalitas pelanggan. Kerja sama dengan petani mitra juga dinilai krusial untuk menjaga mutu dan ketersediaan produk.

Sebagai lulusan Pendidikan Biologi UMM, Nandia menilai pendidikan kampus memberi bekal lebih dari sekadar teori. “Saya belajar kemandirian dan keberanian berwirausaha. Ilmu yang dipelajari bisa diaplikasikan ke banyak sektor, termasuk pertanian dan hortikultura,” ujarnya.

Ia pun berpesan kepada generasi muda agar tidak ragu mencoba peluang baru. “Jangan takut memulai. Terus belajar, berinovasi, dan percaya pada proses. Dari hobi pun bisa lahir usaha yang berkelanjutan,” tutup Nandia.

Artikel Terbaru

Mengenal Superflu: Benarkah Ini Penyakit Baru?

Belakangan ini istilah "superflu" mendadak ramai dibicarakan. Menurut dosen dari Fakultas Kedokteran, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. dr. Desdiani,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img