Wednesday, August 17, 2022

Anggur Baru Satriya Manis dari Bantul

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Satriya tamansari 1 menjadi sumber daya genetik tanaman asal Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta sejak 2019.

Satriya tamansari 1 merupakan anggur varietas ninel yang telah beradaptasi dengan baik dan telah didaftarkan di Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian, Kementerian Pertanian.(Dok: BPTP Yogyakarta)

Trubus — Hampir semua warga Kampung Plumbungan, Desa Sumbermulyo, Kecamatan Bambanglipuro, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menanam anggur di pekarangan. Oleh karena itulah, wilayah itu dikenal sebagai kampung anggur. Pada umumnya mereka menanam anggur jenis ninel. Kini ninel terdaftar di Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PPVTPP), Kementerian Pertanian, dengan nama satriya tamansari 1.

Satu tanaman satriya tamansari 1 menghasilkan 20—30 tandan berisi 70—100 buah berbobot masing-masing 10,53 gram.(Dok: BPTP Yogyakarta)

Tanaman asal Kabupaten Bantul itu terdaftar berdasarkan sertifikat bernomor 1051/PVL/2019. Ninel dari Kampung Plumbungan pun berganti nama menjadi satriya tamansari 1. Kata satriya mengacu pada kebun anggur Satriya Grape Farm milik Rio Aditya. Rio yang kali pertama mengintroduksi ninel di Kampung Plumbungan. Tanda daftar itu menjadi salah satu bukti bahwa satriya tamansari 1 merupakan milik Pemerintah Kabupaten Bantul.

Manis

Anggur yang bersertifikat dan dikembangkan itu memiliki penampang batang berbentuk edge dan diameter batang 3,85 cm. Berdasarkan Royal Horticultural Society (RHS) Colour Charts, batang satriya tamansari 1 berwarna greyish reddish orange. Satriya tamansari 1 mempunyai 55 cabang tersier. Bentuk daunnya berlekuk menjari dengan panjang 14,16 cm dan lebar 15,47 cm. Warna daun moderat olive green B (RHS Color Charts).

Pekebun menyukai sistem budidaya para-para karena produktivitas tanaman relatif tinggi.(Dok: BPTP Yogyakarta)

Karakter morfologi satriya tamansari 1 lainnya yakni kelopak dan mahkota bunga serta kepala putiknya berkelir hijau kekuningan. Adapun warna benang sarinya kuning. Umur berbunga 20—22 hari setelah pangkas. Sementara umur panen 130 hari pascapemangkasan. Bentuk buah satriya tamansari 1 bulat lonjong (obtuse ovate) dengan panjang rata-rata 2,73 cm dan diameter 2,03 cm.

Berdasarkan RHS Color Charts, warna kulit buahnya dark purplish red A, sedangkan daging buahnya bening. Cita rasa daging buah manis segar dengan tingkat kemanisan 18—22º briks. Setiap tanaman memproduksi 20—30 tandan berisi 70—100 buah berbobot masing-masing 10,53 gram. Keunggulan satriya tamansari 1 lainnya yaitu dapat berbuah 2 kali setahun dan dapat beradaptasi di dataran rendah.

Harga jual buah pun relatif tinggi mencapai Rp100.000 per kg. Warga kampung anggur Plumbungan menggunakan model rambatan para-para untuk budidaya anggur di pekarangan. Alasannya menyesuaikan dengan luas pekarangan dan produksi buah lebih tinggi. Tinggi tiang 2—3,5 m. Bagian atasnya dipasang para-para dari anyaman kawat, bambu, atau baja ringan.

Penanaman anggur di pekarangan dapat menjadi sumber penghasilan tambahan keluarga.(Dok: BPTP Yogyakarta)

Penanaman anggur di pekarangan bisa di dalam pot atau di lahan. Sulur dirambatkan ke tiang dari bahan yang kuat dan tahan lama seperti bambu, kayu, dan baja ringan. Selain para-para, model rambatan pada budidaya anggur yakni pagar dan perdu. Kayu atau beton bisa menjadi pilihan tiang pada model rambatan sistem pagar. Tinggi tiang 1,5—2 m dan berjarak 3—5 m antartiang.

Pada model pagar setiap tiang dihubungkan dengan kawat atau tali yang dipasang mendatar sebanyak 2—3 jajar. Kawat pertama berjarak 60 cm dari permukaan tanah, sedangkan jarak antarkawat kedua dan ketiga 70 cm. Sementara model rambatan perdu mempunyai tiang berupa pohon atau kayu yang bagian atasnya diberikan tambahan penyangga sepanjang 2 m dan lebar 2 m.

Sama produktifnya

Hasil penelitian Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropik (Balitjestro) menunjukkan para-para lebih disukai pekebun lantaran berproduksi lebih tinggi. Adapun budidaya anggur untuk menghasilkan minuman (wine) bermutu premium memakai model pagar. Budidaya anggur di pekarangan dapat memperindah lingkungan dan menimbulkan kesegaran bagi siapa saja yang melihat.

Warna kelopak dan mahkota bunga serta kepala putik satriya tamansari 1 hijau kekuningan, sedangkan warna benang sarinya kuning.(Dok: BPTP Yogyakarta)

Kebun anggur dapat berfungsi sebagai peneduh (pergola) yang dapat meningkatkan keindahan teras, taman, dan garasi. Kebun anggur di pekarangan pun bisa menjadi sumber penghasilan tambahan keluarga dengan penjualan buah berkualitas. Anggur merupakan tanaman yang berasal dari Armenia. Kemudian berkembang dan menyebar ke berbagai wilayah di kawasan Eropa dan Asia termasuk Indonesia.

Anggur diperkirakan masuk ke tanah air pada masa penjajahan Belanda. Saat itu daerah sentra anggur meliputi Pasuruan, Situbondo, Probolinggo, dan Kediri, semua di Provinsi Jawa Timur serta Tegal dan Ambarawa (Jawa Tengah). Anggur dapat tumbuh di daerah subtropis dan tropis. Produktivitas yang membedakan budidaya anggur di kedua daerah beriklim berbeda itu.

Produksi anggur di negara subtropis mencapai 20 ton per ha per tahun, sedangkan di negara tropis hanya 10 ton per ha per tahun. Meski begitu, pekebun di tanah air bisa
memanen anggur 2 kali setahun sehingga produktivitas kebun sama dengan di negara subtropis. Satriya tamansari 1 pun dapat menjadi andalan pekebun untuk menghasilkan buah berkualitas dan memperoleh keuntungan. (Setyorini Widyayanti dan Kristamtini, peneliti di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Yogyakarta).

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img